PONTIANAK POST - Piala Dunia 2026 di Amerika Utara bukan sekadar turnamen terbesar sepanjang sejarah. Bagi pecinta sepak bola, ini adalah panggung perpisahan atau last dance bagi para ikon global.
Nama-nama besar seperti Messi, Modric, hingga De Bruyne bersiap memberikan salam perpisahan. Namun, sorotan utama tetap tertuju pada satu sosok ambisius: Cristiano Ronaldo.
Hanya 57 hari tersisa sebelum kick-off. Mari kita tengok kembali perjalanan panjang sang legenda Portugal ini di panggung dunia.
Rekor Enam Piala Dunia Cristiano Ronaldo
Ronaldo bersiap mencatatkan sejarah dengan tampil di enam putaran final Piala Dunia. Rekor fantastis ini hanya bisa disamai oleh rival abadinya, Lionel Messi.
Meski telah bermain 22 kali di putaran final, trofi emas ini masih menjadi satu-satunya celah di karier gemilangnya. Ronaldo belum benar-benar memberikan dampak masif di fase gugur.
Perjalanannya dimulai pada 2006 di Jerman sebagai pencetak gol termuda Portugal. Namun, ia justru lebih diingat karena aksi "kedipan mata" ikonik saat Wayne Rooney dikartu merah.
Pasang Surut CR7 di Panggung Dunia
Edisi 2018 di Rusia mungkin menjadi performa terbaiknya. Hat-trick ke gawang Spanyol menjadi momen yang tak terlupakan bagi jutaan pasang mata.
Sayangnya, pada 2022 di Qatar, Ronaldo harus menelan pil pahit. Ia sempat dicadangkan oleh pelatih Fernando Santos sebelum akhirnya Portugal tersingkir oleh Maroko di perempat final.
Kini di usia 41 tahun, banyak yang meragukan apakah Ronaldo masih layak menjadi tumpuan utama. Portugal saat ini memiliki generasi emas yang sangat berbakat tanpa bergantung padanya.
Misi Pembuktian di Amerika Utara
Ronaldo memang bukan lagi pemain lincah seperti tahun 2006. Ia juga bukan mesin gol yang berada di puncak performa fisiknya seperti di Brazil satu dekade silam.
Namun, semangat dan tekadnya untuk memimpin negaranya menuju kejayaan tetap tak tertandingi. Ia masih merasa punya sesuatu yang harus dibuktikan di panggung ini.
"Pemerintah, fans, dan rekan setim tahu bahwa Ronaldo tidak akan meninggalkan panggung ini dengan diam," ungkap sebuah analisis internal tim. Suara "Siuuuu" diprediksi akan kembali menggetarkan stadion-stadion di Amerika Utara musim panas ini.(dazn/*)
Editor : Uray Ronald