PONTIANAK POST – Tim panjat tebing speed putra Indonesia belum berhasil membawa pulang medali dari ajang World Climbing Series Wujiang 2026. Kompetisi besutan IFSC ini berlangsung di China pada Minggu (10/5).
Empat wakil Merah Putih gagal menembus babak semifinal individu. Mereka adalah Raharjati Nursamsa, Kiromal Katibin, Aditya Tri Syahria, dan Veddriq Leonardo.
Perjuangan Indonesia dimulai pada babak 16 besar melalui "perang saudara". Raharjati Nursamsa menang dengan 4,77 detik melawan Kiromal Katibin yang tercatat fall.
Sementara itu, Aditya Tri Syahria harus mengakui keunggulan wakil Thailand, Aphiwit Limpanichepakdee. Aditya membukukan waktu 7,00 detik, sedangkan lawannya melaju dengan 4,87 detik.
Baca Juga: Atlet Panjat Tebing Peraih Medali Emas Olimpiade Veddriq Dapat Hadiah Rumah dari REI
Juara Olimpiade Paris 2024, Veddriq Leonardo, sukses melewati babak ini. Veddriq mencetak 5,46 detik saat lawannya dari Ukraina, Hryhorii Ilchyshyn, mengalami fall.
Terhenti di Perempat Final World Climbing Series
Langkah Raharjati dan Veddriq akhirnya terhenti di babak perempat final. Raharjati kalah dari wakil tuan rumah, Jianguo Long, setelah mengalami fall.
Veddriq Leonardo juga harus mengakui kecepatan atlet Amerika Serikat, Samuel Watson. Veddriq tercatat fall, sementara Watson membukukan waktu tajam 4,728 detik.
Baca Juga: Veddriq Fokus ke Kualifikasi Asian Games 2026, Absen di SEA Games Thailand
Dominasi China dan Rekor Dunia Baru
Podium utama akhirnya dikuasai oleh wakil China, Yicheng Zhao. Ia menjadi juara setelah mengalahkan rekan senegaranya, Jianguo Long, di partai final.
Menariknya, Yicheng Zhao yang baru berusia 16 tahun berhasil memecahkan rekor dunia. Ia mencatatkan waktu fantastis 4,54 detik pada babak semifinal.
Sebagai informasi, PP FPTI mengirimkan sembilan atlet speed ke Wujiang. Skuad ini terdiri dari lima atlet putra dan empat atlet putri.(ant)
Editor : Uray Ronald