PONTIANAK POST - Kadin Kota Pontianak menggelar “Eight Ball Fun Tournament” di Happy Hour, Perdana Square, Pontianak, Sabtu (23/5), sebagai langkah mempererat jejaring bisnis sekaligus membangun ekosistem olahraga dan pembinaan atlet biliar di Kalimantan Barat.
Kegiatan yang didukung Bank Mandiri tersebut mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, yang menilai turnamen itu mampu menjadi ruang kolaborasi antar pelaku usaha sekaligus melahirkan atlet-atlet potensial daerah.
Dalam sambutannya, Satarudin bahkan menantang para juara turnamen untuk mewakili Kota Pontianak pada ajang Musyawarah Provinsi (Musprov) mendatang.
“Saya minta nanti yang juara di sini mewakili Kota Pontianak di Musprov. Nanti saya yang akan mengawal langsung para juara ini untuk didaftarkan,” tegasnya.
Satarudin Soroti Pentingnya Pembinaan Atlet Lokal
Menurut Satarudin, perhatian terhadap atlet lokal harus menjadi fokus bersama, mulai dari pembinaan, apresiasi, hingga pemberian bonus.
Dia menilai minimnya perhatian terhadap atlet berbakat berpotensi membuat mereka memilih pindah membela daerah lain yang dinilai lebih memperhatikan kesejahteraan atlet.
“Jangan sampai atlet-atlet kita pindah karena merasa kurang diperhatikan. Atlet ini aset daerah yang harus dijaga dan dibina bersama,” ujarnya.
Biliar Dinilai Semakin Inklusif
Selain menjadi olahraga prestasi, Satarudin menilai biliar kini semakin inklusif karena diminati berbagai kalangan, termasuk perempuan.
Menurut dia, stigma negatif terhadap olahraga biliar mulai berubah seiring tumbuhnya komunitas yang lebih profesional dan meningkatnya prestasi atlet.
“Biliar sekarang bukan hanya hobi laki-laki, tapi banyak perempuan yang jago. Yang penting tetap sportif,” katanya.
Kadin Perkuat Sinergi Antar Pelaku Usaha
Ketua Kadin Kota Pontianak, Muhammad Naufal, mengatakan turnamen tersebut dikemas santai namun memiliki nilai strategis dalam memperkuat sinergi antar asosiasi usaha dan komunitas bisnis di Kalimantan Barat.
Menurut dia, dukungan dari Bank Mandiri menjadi faktor penting dalam terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Tanpa dukungan dan kepercayaan ini, acara ini tidak mungkin berjalan dengan baik. Ini adalah hasil kerja sama tim yang solid,” ujarnya.
Naufal menjelaskan terdapat tiga tujuan utama dalam pelaksanaan turnamen itu, yakni memperkuat sinergi dengan mitra strategis, membuka ruang kolaborasi antar asosiasi usaha, serta mempererat silaturahmi antar pelaku usaha di Kota Pontianak maupun Kalimantan Barat.
Sejumlah asosiasi usaha seperti Gapeksindo, Ardin, dan berbagai komunitas bisnis lainnya turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Biliar Dianggap Relevan dengan Dunia Bisnis
Naufal menilai olahraga biliar memiliki banyak nilai yang relevan dengan dunia usaha, mulai dari ketelitian, strategi, kesabaran, hingga kemampuan mengambil keputusan.
“Biliar mengajarkan ketelitian, kesabaran, strategi, dan kemampuan mengambil keputusan. Nilai-nilai itu sangat relevan dengan dunia bisnis,” ujarnya.
Dia menegaskan kemenangan sejati dalam turnamen bukan sekadar membawa pulang trofi, melainkan membangun relasi dan memperkuat semangat kolaborasi antar pelaku usaha.
“Menang atau kalah adalah hal biasa dalam kompetisi. Namun kemenangan sejati adalah ketika kita pulang membawa teman baru, relasi bisnis baru, dan semangat kolaborasi yang lebih kuat,” tuturnya.
Bank Mandiri Dukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Sementara itu, Area Head Bank Mandiri Pontianak, Rendy Ichsan Hermawan, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui kolaborasi bersama komunitas bisnis di Kalimantan Barat.
Menurut dia, kegiatan seperti turnamen olahraga menjadi sarana efektif mempererat hubungan sektor perbankan dengan pelaku usaha.
“Bermitra dengan asosiasi, komunitas, dan teman-teman pebisnis menjadi salah satu cara Bank Mandiri untuk lebih dekat dan menumbuhkan potensi bisnis yang ada di Kota Pontianak, khususnya kawan-kawan yang tergabung dalam Kadin,” ujarnya.
Turnamen Jadi Ruang Sosial dan Jejaring Baru
Selain pertandingan biliar, suasana turnamen juga dimanfaatkan peserta untuk berdiskusi santai mengenai peluang kolaborasi dan pengembangan usaha.
Tidak sedikit pelaku usaha yang memanfaatkan momen tersebut untuk memperluas komunikasi dan membangun jaringan bisnis baru di Kalimantan Barat. **
Editor : Aristono Edi Kiswantoro