PONTIANAK POST - Komunitas olahraga air Stand Up Paddle (SUP) di Jawa Timur berkembang menjadi wadah penting bagi lahirnya atlet dan pegiat dayung berbakat.
Komunitas ini bahkan kerap disebut sebagai kawah candradimuka bagi para peselancar dayung di wilayah tersebut.
Dilansir dari Jawapos, setiap tahun, komunitas SUP Jawa Timur mencatat sekitar 20 peminat baru yang bergabung dan mulai menekuni olahraga ini.
Baca Juga: Kabid Binpres KONI Pusat Ahmad Saefudin Tegaskan Pengurus Olahraga Jangan Pernah Korbankan Atlet
Dari proses pembinaan tersebut, lahir berbagai talenta lokal yang berhasil menembus ajang olahraga tingkat nasional.
Prestasi itu terlihat dari kiprah mereka di berbagai kompetisi, mulai dari Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) yang berhasil meraih juara umum hingga Pekan Olahraga Nasional (PON).
Pembinaan dan Kebersamaan Jadi Kunci
Menurut Ali Yusa, kebersamaan menjadi faktor penting dalam menjaga semangat para anggota komunitas tetap menyala. Koordinasi dilakukan secara intensif, baik melalui ruang digital maupun kegiatan langsung di lapangan.
Baca Juga: PBVSI Mempawah Perkuat Ekosistem Olahraga Lewat Turnamen Bola Voli Tahunan
Agenda rutin seperti latihan bersama hingga keterlibatan dalam berbagai event olahraga menjadi bagian dari pembinaan komunitas. Dalam proses tersebut, aspek keselamatan juga selalu menjadi prioritas utama.
”Bermain bersama komunitas jelas terasa berbeda dibanding sendirian. Selain bisa bertukar informasi baru, faktor keselamatan jauh lebih terjamin jika ada partner, komunitas, atau keluarga yang mendampingi,” katanya.
Dorong Pengembangan Wisata Air
Seiring meningkatnya popularitas olahraga air, SUP Jawa Timur juga berharap adanya dukungan lebih serius dari pemerintah daerah. Mereka menilai pengelolaan destinasi wisata air dan kawasan pesisir perlu terus ditingkatkan.
Baca Juga: PBVSI Tunjuk Toiran Gonzales Reidel Tangani Timnas Voli Indonesia
Beberapa hal yang diharapkan antara lain kebersihan perairan yang terjaga, fasilitas toilet yang layak, serta area parkir yang aman bagi pengunjung.
Menurut mereka, jika infrastruktur dasar tersebut terpenuhi, maka aktivitas olahraga air dapat berkembang lebih pesat dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah.
”Seperti yang terjadi di Waduk Wonorejo, Tulungagung. Dalam setahun, kawasan tersebut mampu memperoleh pendapatan hingga Rp 1 miliar. Dalam setahun, aktivitas SUP ini juga berpotensi menciptakan perputaran uang hingga Rp 1 miliar,” terangnya.
Masuk Dunia Pendidikan
Baca Juga: KORMI Sintang Bidik Penguatan Olahraga Masyarakat dan Agenda Tingkat Provinsi
Yang menggembirakan, olahraga SUP kini mulai dilirik dunia pendidikan. Memasuki tahun ajaran 2026/2027, SUP akan diadopsi sebagai bagian kegiatan intrakurikuler di SMA Trimurti serta ekstrakurikuler di SMAN 17 Surabaya.
Langkah ini menjadi bukti bahwa olahraga air tidak hanya berkembang sebagai aktivitas komunitas, tetapi juga mulai masuk ke sistem pendidikan formal sebagai sarana pembinaan generasi muda. (*)
Editor : Chairunnisya