PONTIANAK POST - Veddriq Leonardo menjadi tumpuan Timnas Panjat Tebing Indonesia dalam perburuan minimal satu medali emas pada World Climbing Series Krakow 2026 yang digelar oleh International Federation of Sport Climbing (IFSC) di Polandia pada 3–5 Juli.
Target tersebut dibawa tim setelah menjalani persiapan khusus untuk menghadapi persaingan nomor speed yang diprediksi berlangsung ketat.
Asisten Pelatih Timnas Panjat Tebing Disiplin Speed Indonesia, Fitriyani, mengatakan seluruh atlet telah menjalani latihan intensif, termasuk simulasi nomor relay putra, putri, dan relay campuran sebelum bertolak dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, Kamis.
"Untuk menghadapi seri ini (Krakow) kami ada persiapan khusus di sesi latihan, tim sudah beberapa sesi berlatih relay baik relay putra, putri, maupun mix," kata Fitriyani dilansir Antara.
Baca Juga: Veddriq Leonardo Melaju ke Final Madrid 2026, Pemanjat Asal Pontianak Kembali Unjuk KelasVeddriq Leonardo Kembali Jadi Andalan Indonesia
Nama Veddriq Leonardo kembali menjadi sorotan dalam skuad Merah Putih. Pengalaman dan konsistensinya di nomor speed diharapkan mampu menjadi modal penting bagi Indonesia untuk bersaing memperebutkan podium tertinggi.
Selain mengejar prestasi pribadi, Veddriq juga diharapkan mampu menjadi motor semangat bagi rekan-rekannya dalam menghadapi lawan-lawan terbaik dunia di Krakow.
Tujuh Atlet Dibawa ke Polandia
Timnas Panjat Tebing Indonesia membawa tujuh atlet untuk mengikuti seri Krakow. Empat atlet putra terdiri atas Veddriq Leonardo, Raharjati Nursamsa, Aditya Tri Syahria, dan Antasyafi Robby Al Hilmi.
Sementara itu, sektor putri diperkuat Desak Made Rita Kusuma Dewi, Raji'ah Sallsabillah, dan Kadek Adi Asih.
Kombinasi atlet senior dan muda diharapkan mampu memberikan performa terbaik dalam seluruh nomor yang dipertandingkan.
Baca Juga: Veddriq Leonardo dan Desak Rita Pimpin Indonesia di World Climbing Series Madrid 2026, Bidik Kebangkitan di Panggung DuniaFitriyani menjelaskan Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) menurunkan seluruh atlet agar tampil pada semua nomor yang tersedia.
Strategi tersebut diharapkan membuka peluang lebih besar bagi Indonesia untuk memenuhi target meraih sedikitnya satu medali emas.
Persaingan Diprediksi Semakin Ketat
Menurut Fitriyani, persaingan pada nomor speed akan berlangsung semakin kompetitif. Seluruh atlet diminta menjaga fokus sejak babak awal hingga fase penentuan juara.
Ia menilai setiap lawan memiliki peluang yang sama sehingga kesalahan sekecil apa pun dapat memengaruhi hasil pertandingan.
"Yang jadi ancaman terutama atlet tuan rumah (Polandia), Amerika Serikat, dan atlet China," ujar Fitriyani.
Harapan Indonesia Bertumpu pada Konsistensi dan Mental Juara
Keikutsertaan Indonesia di Krakow bukan hanya tentang mengejar medali, tetapi juga menjaga tradisi prestasi panjat tebing Indonesia di panggung internasional.
Di tengah persaingan dengan atlet-atlet elite dunia, perhatian publik akan tertuju kepada Veddriq Leonardo dan rekan-rekannya yang membawa harapan Merah Putih untuk kembali berkibar melalui disiplin speed.*