PONTIANAK POST - Imbas kericuhan yang terjadi ketika laga final Piala Soeratin U-15 antara Gabsis melawan Kubu Raya United di Stadion Keboen Sajoek (PSP) Pontianak kemarin, langsung ditindaklanjuti Asosiasi Provinsi PSSI Kalimantan Barat dengan melayangkan sanksi pada pelaku kericuhan.
“Kalau kejadian seperti ini terus kapan kita maju. Kami mengimbau kepada seluruh pecinta bola pemain bola official dan semua yang terlibat untuk memberi contoh yang baik kepada generasi kita, dan intropeksi diri karena selama ini bola kita tidak maju karena kita tidak berjiwa besar tidak bisa menerima kekalahan,” tegasnya Ketua PSSI Kalbar Suyanto Tanjung, Senin (13/7).
Pasca kejadian ini, PSSI Kalbar langsung menindaklanjuti dengan memberikan sanksi kepada pelaku kericuhan, khususnya yang terjadi di lapangan. Tujuan sanksi ini untuk memberi efek jera sehingga kedepan kejadian ini tidak terulang lagi.
Baca Juga: PS Gelora Sintang Juara Piala Soeratin U-13 Kalbar, Menang 2-0 dan Bidik Panggung Nasional
Menurut Tanjung laga final yang berlangsung sepanas atau seketat apapun apalagi yang bertanding merupakan anak yang harus diberikan pembinaan semua pihak haruslah bisa menahan diri, sehingga atas kejadian ini dipastikan keterlibatan official akan diberikan tindakan atau sanksi tegas PSSI.
Sanksi terhadap keterlibatan pihak di lapangan Tanjung tidak akan memandang siapapun untuk memberikan sanksi meskipun hingga kini dirinya belum mengetahui official mana yang melakukan tindakan kericuhan tersebut.
Saat ini pihaknya telah mendapatkan laporan dari Komisi Disiplin PSSI Kalbar atas peristiwa tersebut dan dalam waktu secepatnya akan mengeluarkan sanksi terhadap pihak yang terlibat dalam kericuhan tersebut. (iza)
Editor : Miftahul Khair