PONTIANAK POST - Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie melewati laga ketat untuk memastikan tiket ke babak 16 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026 di New Delhi, India, Rabu.
Unggulan ketiga tersebut mengalahkan wakil Singapura Jia Heng Jason Teh dalam pertandingan tiga gim dengan skor 19-21, 21-19, 21-11.
Jonatan mengakui ketegangan sempat memengaruhi penampilannya pada awal pertandingan. Ia kesulitan menerapkan strategi yang telah disiapkan hingga pertengahan gim pertama.
"Pada awal pertandingan saya masih terlalu tegang, sedikit panik, dan kurang percaya diri dalam menerapkan strategi yang sudah disiapkan. Permainan menjadi serba ragu hingga pertengahan gim pertama," kata Jonatan dalam keterangan resmi PBSI setelah laga.
Tertinggal pada gim pembuka, Jonatan kemudian mendapat peluang untuk menyamakan kedudukan setelah memimpin 20-14 pada gim kedua. Namun, Jason mampu meraih lima angka berturut-turut sehingga skor berubah menjadi 19-20.
Jonatan akhirnya menghentikan momentum lawan dengan merebut angka terakhir dan mengamankan gim kedua 21-19.
"Saat unggul 20-14, saya sempat mengira lawan akan melepas gim kedua dan bersiap untuk gim ketiga. Ternyata dia tetap berusaha dengan mengubah pola permainan. Saya sempat panik, tetapi beruntung bisa menyelesaikan gim tersebut," ujar Jonatan.
Jonatan Lebih Dominan di Gim Penentuan
Memasuki gim ketiga, Jonatan mulai lebih mampu membaca permainan Jason. Kondisi tersebut membuatnya tampil semakin dominan hingga akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 21-11.
Pebulu tangkis berusia 28 tahun itu mengatakan setiap pertandingan menghadirkan situasi yang berbeda sehingga tidak selalu dapat dihadapi dengan pendekatan yang sama.
"Bulu tangkis bukan seperti matematika. Apa yang dipelajari dari pertandingan sebelumnya belum tentu berlaku sama pada pertandingan berikutnya. Ada banyak situasi yang bisa berbeda, mulai dari kondisi hingga perasaan saat bermain," kata Jonatan.
Jonatan mengaku masih menikmati proses menghadapi berbagai situasi yang muncul dalam setiap pertandingan.
"Setiap pertandingan selalu menjadi pelajaran karena pasti ada sesuatu yang bisa saya dapatkan. Proses seperti ini yang masih saya nikmati setiap hari," ujarnya. (ant)
Editor : Basilius Andreas GasSumber : Antara