PONTIANAK POST - Ganda campuran Indonesia Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran mengakhiri perjalanan mereka di Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah kalah pada babak 32 besar di New Delhi, India, Rabu.
Bimo/Arlya takluk dua gim langsung dari unggulan ke-13 asal Jepang Yuichi Shimogami/Sayaka Hobara dengan skor 13-21, 16-21.
Bimo menilai konsistensi fokus menjadi salah satu hal yang perlu mereka evaluasi setelah pertandingan. Konsentrasi mereka beberapa kali menurun ketika berada dalam posisi unggul maupun saat pertandingan berlangsung ketat.
"Sepanjang pertandingan fokus kami masih naik turun. Ketika sudah unggul atau berada dalam situasi poin ketat, konsentrasi kami beberapa kali hilang," kata Bimo dalam keterangan resmi PBSI setelah laga.
Meski tersingkir, Bimo mengatakan pola permainan mereka masih mampu mengimbangi pasangan Jepang. Ia menilai kestabilan permainan, terutama pada momen penting, menjadi pekerjaan yang perlu diperbaiki.
"Dari sisi pola permainan, kami merasa masih mampu mengimbangi mereka. Namun, kami perlu lebih konsisten dalam menjaga pikiran dan mental selama pertandingan," ujar Bimo.
Fokus dan Kekuatan Fisik Jadi Catatan
Arlya mengatakan pengalaman tampil di Kejuaraan Dunia memberikan sejumlah pelajaran yang dapat menjadi bahan untuk meningkatkan permainan mereka.
"Kami mendapat banyak pelajaran, terutama tentang menjaga fokus, menghadapi poin-poin kritis, dan mempertahankan keunggulan," kata Arlya.
Selain aspek mental dan pengambilan keputusan, Arlya menyebut kekuatan fisik juga masih perlu ditingkatkan untuk menunjang permainan.
"Kami juga perlu menambah kekuatan tangan agar permainan kami bisa lebih baik ke depan," ujarnya.
Hasil tersebut mengakhiri kiprah Bimo/Arlya di Kejuaraan Dunia BWF 2026. Sebelumnya, mereka memenangi pertandingan babak pertama atas pasangan Prancis Julien Maio/Lea Palermo dengan skor 21-12, 13-21, 22-20. (ant)
Editor : Basilius Andreas GasSumber : Antara