PONTIANAK POST – Bermain tenis secara rutin disebut memiliki kaitan dengan umur panjang. Studi yang dikutip British GQ menemukan bahwa orang yang bermain tenis secara teratur berpotensi memiliki usia hidup hingga 10 tahun lebih panjang dibandingkan mereka yang tidak melakukan olahraga tersebut.
British GQ dalam artikel yang diterbitkan 11 Juli 2026 menyebut tenis bukan hanya aktivitas kardio, tetapi juga olahraga yang melibatkan seluruh tubuh dan memberikan rangsangan terhadap fungsi otak. Sejumlah ahli olahraga dan kedokteran olahraga turut menjelaskan manfaat tenis bagi kesehatan jangka panjang.
Salah satu manfaat utama tenis berkaitan dengan kesehatan jantung. Menurut Dr Kush Joshi, aktivitas tenis membuat seseorang berulang kali melakukan gerakan cepat yang diselingi periode istirahat. Pola tersebut disebut menyerupai latihan interval intensitas tinggi atau HIIT.
Baca Juga: Rutin Jalan Kaki Punya Banyak Manfaat, dari Membakar Lemak hingga Menjaga Massa Otot
Peningkatan denyut jantung yang dilakukan secara konsisten dapat membuat jantung beradaptasi dan menjadi lebih efisien dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Kondisi tersebut berkaitan dengan pengaturan tekanan darah dan kadar kolesterol pada tingkat yang sehat. Tenis juga membantu membakar kalori untuk mempertahankan berat badan yang sehat sehingga dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Tingkatkan Stamina Kardiovaskular
Tenis juga disebut dapat meningkatkan stamina kardiovaskular. Dr Joshi menjelaskan, bermain tenis secara konsisten berpotensi meningkatkan VO2 Max, yakni jumlah oksigen maksimal yang dapat digunakan tubuh ketika melakukan aktivitas fisik intens. VO2 Max digunakan sebagai salah satu indikator tingkat kebugaran seseorang.
Selain kebugaran kardiorespirasi, tenis memberikan manfaat terhadap keseimbangan tubuh. Gerakan dalam permainan melibatkan otot inti, kekuatan tubuh bagian bawah, kemampuan merasakan posisi tubuh, serta koordinasi secara langsung. Kombinasi tersebut membantu mengembangkan keseimbangan statis maupun dinamis.
Gerakan yang dinamis ketika mengejar bola juga dapat mendukung fleksibilitas dan mobilitas sendi. Namun, Dr Joshi menyarankan latihan mobilitas, peregangan, dan penguatan tetap dilakukan untuk membantu mencegah bagian tubuh seperti bahu dan pinggul menjadi kaku akibat karakter olahraga tenis yang asimetris.
Baca Juga: Ingin Lari Lebih Cepat? Ini 10 Cara Meningkatkan Kecepatan Berlari
Bermanfaat bagi Otak
Manfaat tenis tidak hanya berkaitan dengan fisik. Olahraga ini juga menuntut pemain mengambil keputusan dengan cepat, beradaptasi terhadap situasi, serta memperkirakan gerakan lawan.
Menurut Dr Joshi, proses tersebut dapat merangsang neuroplastisitas, yaitu kemampuan otak untuk membentuk dan memperkuat koneksi antarsel saraf. Dalam konteks kesehatan umur panjang, neuroplastisitas dinilai penting untuk membantu menjaga fungsi kognitif.
Kemampuan mengantisipasi gerakan lawan dan menentukan respons juga berkaitan dengan pembentukan cognitive reserve. Kondisi tersebut merujuk pada ketahanan otak menghadapi perubahan degeneratif, termasuk yang berkaitan dengan penyakit Alzheimer dan demensia vaskular.
Baca Juga: Gejala Serangan Jantung Saat Olahraga Tidak Selalu Nyeri Dada, Kenali Tandanya
Selain itu, permainan tenis dapat memberikan efek positif terhadap kondisi mental. Permainan dengan reli panjang dapat membuat pemain memasuki kondisi flow, ketika perhatian sepenuhnya tertuju pada permainan. Aktivitas di luar ruangan juga disebut memberikan manfaat bagi kesehatan mental.
Tenis Bisa Disesuaikan dengan Kemampuan
Tenis tidak harus dimainkan dengan intensitas tinggi. Menurut dokter olahraga yang dikutip British GQ, olahraga ini dapat disesuaikan dengan tingkat kebugaran pemain. Permainan ganda atau penggunaan lapangan dan tempo yang lebih lambat dapat menjadi pilihan bagi orang yang ingin mengurangi intensitas.
Bagi orang yang merasa tenis terlalu berat, pickleball dan padel disebut sebagai alternatif. Pickleball memiliki lapangan dan bet yang lebih kecil sehingga memberikan aktivitas dengan dampak lebih rendah terhadap tubuh. Sementara itu, padel disebut berada di antara pickleball dan tenis dalam hal intensitas.
Tenis juga memiliki manfaat sosial. Olahraga tersebut dapat dilakukan hanya dengan satu orang lawan atau pasangan ganda sehingga relatif mudah disesuaikan dengan jadwal. Bergabung dengan klub tenis juga dapat membuka kesempatan untuk membangun pertemanan dan menjadi bagian dari komunitas.
Dengan kombinasi manfaat fisik, kognitif, mental, dan sosial tersebut, tenis disebut sebagai salah satu aktivitas yang berpotensi mendukung kehidupan lebih panjang dan sehat. Namun, klaim mengenai tambahan usia hingga 10 tahun merupakan hasil penelitian yang dikutip dalam artikel British GQ, bukan jaminan bahwa setiap orang yang bermain tenis akan otomatis hidup lebih lama. (*)
Editor : Rafael B. Junior