PONTIANAK POST – Bermain tenis bersama teman bukan hanya menjadi aktivitas untuk menjaga kebugaran. Kebiasaan tersebut juga dapat menciptakan hubungan sosial yang berlangsung selama bertahun-tahun dan disebut berkaitan dengan kualitas hidup serta umur panjang.
InsideHook menyoroti bagaimana hubungan yang terbentuk di lapangan tenis dapat berkembang menjadi persahabatan jangka panjang. Sejumlah pemain yang diwawancarai menggambarkan tenis sebagai aktivitas yang membuat mereka tetap terhubung dengan orang lain dari waktu ke waktu.
Salah satu contohnya adalah kelompok pemain tenis yang terdiri dari Beau Dealy, saudara laki-lakinya Sam, Brian, dan George. Beau telah bermain tenis bersama ketiganya selama sekitar lima tahun. Hubungan tersebut bahkan berkembang di luar lapangan. George, yang awalnya mencari teman bermain tenis ketika pindah ke New York, kemudian menjadikan Beau dan Sam sebagai calon pengiring pengantin dalam pernikahannya.
Baca Juga: Main Tenis Disebut Bisa Memperpanjang Umur hingga 10 Tahun, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan
Kelompok tersebut juga memiliki grup percakapan dan beberapa kali melakukan kegiatan bersama di luar pertandingan. Mereka pernah bepergian bersama pasangan masing-masing untuk menyaksikan Miami Open dan terus berusaha mencari waktu untuk bermain tenis.
Tenis Membentuk Pertemanan Jangka Panjang
Menurut pengalaman Beau, bermain tenis bersama teman dapat berlangsung secara fleksibel. Mereka tidak memiliki jadwal tetap dan memilih waktu berdasarkan ketersediaan masing-masing. Satu sesi biasanya berlangsung sekitar satu jam atau cukup untuk menyelesaikan satu set.
Hubungan tersebut juga membuat aktivitas olahraga terasa lebih dari sekadar pertandingan. Para pemain saling memahami karakter masing-masing, termasuk ketika permainan berlangsung emosional atau kompetitif.
Pengalaman serupa terlihat dari kelompok pemain tenis yang telah bermain bersama ayah penulis artikel selama puluhan tahun. Enam orang dalam kelompok tersebut bergantian bermain dalam format ganda setiap Senin malam dari September hingga Mei.
Baca Juga: Rutin Jalan Kaki Punya Banyak Manfaat, dari Membakar Lemak hingga Menjaga Massa Otot
Mereka tidak terlalu mempermasalahkan skor. Fokus utama adalah menjaga bola tetap dalam permainan dan menikmati waktu bersama. Setelah bermain sekitar satu jam, mereka biasanya menghabiskan 10 hingga 15 menit di tempat parkir untuk berbincang mengenai kehidupan, olahraga, dan keluarga.
Hubungan tersebut bahkan berlanjut di luar musim tenis. Mereka terkadang bermain golf, bertemu untuk bermain tenis di luar ruangan, atau berkumpul di bar setelah pertandingan. Mereka juga saling memberikan dukungan ketika salah satu anggota mengalami cedera atau kehilangan orang terdekat.
Tenis dan Hubungan Sosial
InsideHook mengaitkan pengalaman tersebut dengan penelitian Copenhagen City Heart Study (CCHS). Proyek penelitian selama 25 tahun tersebut menemukan olahraga raket memiliki hubungan paling positif dengan harapan hidup dibandingkan sejumlah olahraga lainnya.
Baca Juga: Ingin Lari Lebih Cepat? Ini 10 Cara Meningkatkan Kecepatan Berlari
Dalam penelitian yang dikutip InsideHook, tenis dikaitkan dengan tambahan harapan hidup rata-rata 9,7 tahun. Temuan tersebut dibandingkan dengan aktivitas seperti berlari, bersepeda, dan berenang yang juga dilakukan secara rutin.
Namun, artikel tersebut menilai manfaat tenis kemungkinan tidak hanya berasal dari gerakan fisik selama permainan. Unsur sosial dan rasa memiliki terhadap suatu kelompok juga dianggap menjadi bagian penting dari pengalaman bermain tenis dalam jangka panjang.
Hubungan antara olahraga dan persahabatan terlihat dari pengalaman para pemain yang tetap bermain bersama meski usia bertambah. Pertandingan dapat berlangsung kompetitif di lapangan, tetapi hubungan pertemanan kembali menjadi bagian utama setelah permainan selesai.
Bisa Dimainkan hingga Usia Lanjut
Salah satu daya tarik tenis adalah olahraga tersebut dapat dimainkan dalam jangka panjang. Artikel InsideHook mengutip pandangan bahwa seseorang dapat bergabung dengan liga tenis di berbagai tempat dan terus bermain hingga usia lanjut.
Pengalaman ayah penulis juga menunjukkan hal tersebut. Ia telah bermain tenis sejak 1970-an dan masih rutin bermain bersama kelompok temannya. Meski sejumlah pemain mengalami berbagai cedera dan masalah fisik selama puluhan tahun aktivitas, mereka tetap mempertahankan tradisi bermain bersama.
Dengan demikian, manfaat bermain tenis dalam jangka panjang tidak hanya berkaitan dengan aktivitas fisik. Pertemanan yang terbentuk, jadwal rutin untuk bertemu, serta dukungan sosial dapat menjadi bagian dari alasan seseorang tetap aktif dan terhubung dengan orang lain sepanjang hidup.
Meski demikian, temuan mengenai tambahan usia harapan hidup tersebut merupakan hubungan yang ditemukan dalam penelitian, bukan jaminan bahwa setiap orang yang bermain tenis akan hidup 9,7 tahun lebih lama. (*)
Editor : Rafael B. Junior