PONTIANAK POST - Atlet menembak muda Kalimantan Barat menunjukkan performa menjanjikan dalam Kejuaraan Nasional Road to PON Perbakin Anniversary ke-66 Tahun 2026 di Bandung, Jawa Barat. Yudhistira Auliya Lutfie tampil dominan dengan memborong sejumlah gelar juara, sementara Arjuna Auliya Lutfie mengamankan dua posisi runner-up.
Hasil tersebut menjadi modal penting bagi atlet menembak Kalbar dalam membangun konsistensi prestasi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tahapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Yudhistira Borong Gelar di Bandung
Kejuaraan berlangsung di Lapangan Tembak Dankopasgat Sulaiman, Bandung, pada 22–23 Agustus 2026. Yudhistira tampil pada nomor PCC Optic dan Production.
Ia meraih peringkat pertama Category Super Junior dan Class U. Yudhistira juga menjadi Production Overall, juara pertama Production Class C, serta juara pertama Production Category Super Junior.
Capaian tersebut menunjukkan kemampuan shooter muda Kalbar bersaing di level nasional sekaligus menjadi pengalaman penting dalam menghadapi kompetisi yang lebih ketat menuju PON.
Arjuna Ikut Naik Podium
Prestasi Kalbar tidak hanya datang dari Yudhistira. Arjuna Auliya Lutfie juga berhasil membawa pulang dua posisi kedua.
Arjuna finis sebagai runner-up Category Standard Grand Junior dan Standard Class C.
Dua hasil tersebut melengkapi catatan positif kontingen Kalbar dalam kejuaraan yang menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju PON 2028.
Ajang Ukur Kemampuan Menuju PON
Kejurnas Road to PON Perbakin Anniversary ke-66 digelar Pengurus Besar Perbakin bersama Jingga Shooting Club. Kejuaraan tersebut mengusung tema “Road to MQS PON XXII/2028 NTB-NTT”.
Rangkaian kompetisi menjadi ruang bagi atlet untuk mengukur kemampuan, membangun pengalaman bertanding, sekaligus memperkuat mental menghadapi persaingan nasional.
Lima Gelar Juara Jadi Modal
Ketua Fraksi Golkar DPRD Kubu Raya Tommy Hermansyah, yang merupakan keluarga dekat para atlet, menyebut hasil di Bandung menjadi modal penting bagi shooter muda Kalbar.
Menurut Tommy, prestasi tersebut melanjutkan hasil positif yang sebelumnya diraih para atlet dalam kompetisi di Bali.
“Alhamdulillah para shooter muda Kalbar yakni Yudhistira banyak mendapatkan medali, sekitar lima juara pertama. Adiknya, Arjuna, juga mendapatkan juara dua di dua kelas,” ujar Tommy.
Jangan Cepat Puas
Tommy berharap pencapaian tersebut tidak membuat para atlet berpuas diri. Konsistensi latihan dan peningkatan kemampuan dinilai menjadi kunci agar performa mereka terus berkembang.
“Semoga ke depannya prestasinya lebih ditingkatkan sehingga bisa membawa nama Kalbar nanti bertanding di PON 2028,” katanya.
Menurut dia, kompetisi menuju PON menjadi kesempatan penting bagi atlet untuk mengukur kemampuan sekaligus memperkuat mental bertanding sebelum menghadapi persaingan yang lebih ketat.
Menjaga Konsistensi hingga 2028
Prestasi di Bandung menjadi salah satu catatan positif dalam pembinaan olahraga menembak Kalbar. Namun, perjalanan menuju PON 2028 masih membutuhkan konsistensi latihan dan kompetisi.
Tommy berharap seluruh proses persiapan berjalan lancar dan para atlet tetap fokus menjaga performa.
“Mudah-mudahan semuanya dilancarkan. Mereka selalu berlatih sehingga bisa menorehkan prestasi yang membanggakan untuk masyarakat Kalbar,” pungkasnya.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro