Pebulutangkis Andalan Indonesia Ginting Kandas di Fase Awal Dari Pebulutangkis Cina Taipei

Mirza Ahmad Muin • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 14:45 WIB
Pebulutangkis Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting
Pebulutangkis Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting

PONTIANAK POST - Pebulutangkis andalan Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, takluk di kandang sendiri atas wakil Cina Taipei Cheng Ju-Sheng di babak kualifikasi Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026, di GOR Terpadu A Yani Pontianak, Rabu (2/9).

Berada di peringkat 47 dunia, harusnya Ginting bisa memenangkan pertandingan ini. Sebab lawannya Cheng Ju-Sheng berada di posisi 98 dunia. Namun di pertandingan, pebulutangkis Cina Taipei mampu mengejutkan penonton yang hadir di sana.

Bermain dua set langsung, Ginting harus mengakui ketangguhan Cheng Ju-Sheng dengan skor 15-21 dan 17-21. Pada set pertama, Ginting langsung tertinggal 1-7. Perlahan ia mencoba mengejar dan memperkecil ketertinggalan menjadi 5-9.

Baca Juga: Sukses Jadi Tuan Rumah Event Bulu Tangkis Dunia, Wako Pontianak: Jadi Motivasi Atlet Lokal

Namun, Cheng mampu menjaga keunggulannya. Ginting kembali tertinggal 7-11, kemudian 12-16 hingga 13-19. Upaya Ginting untuk membalikkan keadaan belum membuahkan hasil. Cheng akhirnya menutup set pertama dengan kemenangan 21-15.

Memasuki set kedua, situasi tak banyak berubah. Ginting kembali tertinggal 1-7 dan harus bekerja keras mengejar perolehan poin lawannya. Tertinggal 7-11, Ginting perlahan menemukan permainan dan mampu menyamakan kedudukan menjadi 13-13.

Momentum tersebut sempat membuka peluang bagi Ginting untuk membalikkan keadaan. Namun, Cheng kembali menjauh hingga 14-19. Ginting akhirnya harus mengakui keunggulan wakil Cina Taipei setelah Cheng mengamankan set kedua dengan skor 21-17.

Usai pertandingan, Ginting mengakui lawannya mampu bermain cukup baik. Disisi lain, ia merasa banyak melakukan kesalahan sendiri dan tidak mampu menemukan ritme permainan yang diharapkan.

Baca Juga: Ganda Putri Pontianak Steviolin Marcella Terhenti di Kualifikasi Polytron Pontianak Indonesia Master

“Hari pertama musuh memainkan cukup baik. Sebaliknya saya banyak melakukan kesalahan sendiri, kurang bisa menemukan ritme dan strategi yang tepat,” ujar Ginting.

Menurutnya, sebelum pertandingan ia sebenarnya sudah memiliki gambaran mengenai strategi yang akan diterapkan. Namun, situasi di lapangan membuat rencana tersebut tidak berjalan maksimal.

“Semalam ada gambaran hari ini mau main apa. Cuma tadi begitu di lapangan dari awal sampai akhir, sempat ketemu caranya, cuma hilang lagi,” katanya.

Ginting juga mengakui kondisi kabut asap yang menyelimuti Pontianak turut terasa saat pertandingan berlangsung. Meski demikian, ia menyebut tidak ada kendala berarti lainnya dari faktor luar lapangan.

“Nggak ada sih, paling cuma itu doang asap ya, cukup berasa juga hari ini di lapangan,” ungkapnya.

Bagi Ginting, Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 juga menjadi penampilan pertamanya di level turnamen Super 100. Sementara sejumlah pemain lainnya telah lebih dahulu tampil pada Polytron Pontianak International Challenge 2026 yang berlangsung sepekan sebelumnya.

“Saya baru main di Super 100 ini, kalau yang lain sudah banyak di Challenge kemarin. Jadi memang sisanya tidak ada, semua aman kayak biasanya,” jelasnya.

Kekalahan ini membuat Ginting harus mengakhiri perjuangannya di Pontianak sebelum memasuki babak utama. Sementara Cheng Ju-Sheng melangkah ke fase berikutnya setelah mampu menundukkan salah satu pemain berpengalaman Indonesia tersebut.(iza)

Editor : Rafael B. Junior
bulutangkis Pontianak Bulutangkis Indonesia Indonesia Masters 2026 Cheng Ju-Sheng anthony ginting