PONTIANAK POST - Medali perunggu yang diraih Jasmine Azzahra Setyobuddi pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 berada di luar ekspektasi tim BMX Racing Indonesia. Pelatih BMX Racing Indonesia Ari Kristianto mengatakan persaingan dengan tuan rumah dan China menjadi tantangan tersendiri bagi tim.
"Di luar ekspektasi kita. Kita tahu bahwa tuan rumah sama China sudah beda kelas sama kita, tapi Alhamdulillah dengan hasil ini bisa buat kita bekerja keras," kata Ari di Nagoya Velodrome BMX Race Cource, Senin.
Hasil tersebut tetap disyukuri karena tim sebelumnya menargetkan mempertahankan medali emas yang diraih pada Asian Games sebelumnya di Hangzhou.
"Terakhir di Hangzhou kita dapat emas sama perunggu. Di sini sebenarnya target untuk mempertahankan emasnya, tapi kita tahu memang kita datang ke tempatnya tuan rumah. Jadi kita realistis, kita dapat medali," ujar Ari.
Atlet Diminta Tampil Lepas di Final
Menjelang final, tim pelatih berupaya meningkatkan kepercayaan diri para atlet. Ari mengatakan para atlet masih sempat merasakan gugup sejak Moto 1 hingga babak final.
"Yang Moto 1 sampai final tadi itu memang agak nervous. Terus kita sampaikan sama atlet-atlet bahwa ini adalah hari yang dinanti-nanti setelah kita beberapa bulan TC. Jadi pas final tadi kita main lepas saja, bukan tentang kita terakhir dapat emas atau perunggu, yang penting kita sekarang medali dulu," kata Ari.
Untuk agenda selanjutnya, Ari mengatakan Indonesia masih mempertimbangkan keikutsertaan dalam World Cup BMX Racing di China. Tim kemungkinan lebih dahulu menjalani masa transisi dan pemulihan kondisi atlet.
Jasmine masih membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi setelah menjalani operasi pada Januari. Ari mengatakan kondisi Jasmine belum pulih 100 persen.
Sementara itu, atlet putra Rifki Fasya Ahsana masih mengalami cedera pada lutut dan pergelangan kaki. Dengan kondisi tersebut, Ari menilai keberhasilan Rifki mencapai final dan finis di posisi keempat sudah sesuai dengan harapan tim.
"Rifki kondisinya juga kurang baik, ada cedera di lutut sama ankle sebelum kita berangkat ke sini. Jadi mungkin untuk Rifki itu untuk masuk keempat sudah luar biasa," kata Ari.
Target awal sektor putra memang sebatas menembus babak final. Rifki kemudian finis di posisi keempat, hanya terpaut sepersekian detik dari posisi ketiga.
Jasmine menempati posisi ketiga dengan catatan waktu 34,932 detik. Rekan senegaranya, Amellya Nur Sifa, finis di posisi kelima dengan waktu 35,764 detik.
Di sektor putra, Rifki finis keempat dengan catatan waktu 32,947 detik. Sementara Rio Akbar terhenti pada babak kualifikasi. (ant)
Editor : Basilius Andreas GasSumber : Antara