Persiapan Singkat, Jasmine Azzahra Sabet Perunggu BMX Asian Games 2026

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 13:32 WIB
Pembalap sepeda Tim Nasional Indonesia Ameliya Nur Sifa (kiri) beradu cepat dengan pembalap National Team Jasmine Azzahra Setyo Budi dan pembalap Thailand Cycling Association Hathaipech Jaisawang (kanan) pada nomor Women Elite dalam ajang Banyuwangi BMX Supercross di Sirkuit BMX Internasional Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (27/6). Kompetisi yang masuk dalam kalender resmi Union Cycliste International (UCI) kategori C1 tersebut diikuti 331 pembalap dari berbagai provinsi di Indonesia serta mancanegara seperti Thailand, Singapura dan Filipina. (ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/wsj).
Pembalap sepeda Tim Nasional Indonesia Ameliya Nur Sifa (kiri) pada nomor Women Elite dalam ajang Banyuwangi BMX Supercross di Sirkuit BMX Internasional Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (27/6).  (ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/wsj).

PONTIANAK POST - Persiapan singkat tidak menghalangi Jasmine Azzahra Setyobudi meraih medali perunggu nomor BMX Racing putri pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Jasmine menempati posisi ketiga dengan catatan waktu 34,932 detik.

Medali emas diraih pembalap Jepang Sae Hatakeyama dengan waktu 33,401 detik, sedangkan medali perak menjadi milik Wanyi Liao dari China dengan catatan 34,500 detik.

"Persiapan Asian Games ini enggak panjang. Persiapan Jasmine karena ada beberapa kejadian, operasi, baru mulai pelatihan bulan April, baru sebulan pelatihan jatuh lagi, mulai lagi, jatuh lagi. Alhamdulillah sekarang bisa mempertahankan bronze medal," kata Jasmine seusai perlombaan di Nagoya Velodrome BMX Race Cource, Senin.

Jasmine sebelumnya tampil di Heat 2 pada babak kualifikasi dan mampu mempertahankan posisi ketiga dalam tiga kesempatan. Pada Moto 1, ia mencatat waktu 35,339 detik untuk menempati posisi ketiga.

Catatan waktunya kemudian membaik menjadi 34,736 detik pada Moto 2, tetapi posisinya tetap berada di urutan ketiga. Pada Moto 3, Jasmine kembali mencatat waktu 34,862 detik dan mempertahankan posisi ketiga pada heat tersebut.

Di heat yang sama, rekan senegaranya, Amellya Nur Sifa, menempati posisi kedua pada Moto 1 dan Moto 2 sebelum menjadi yang terdepan pada Moto 3.

Sifa membukukan waktu 34,886 detik pada Moto 1 dan memperbaikinya menjadi 34,492 detik pada Moto 2. Pada Moto 3, catatan waktunya kembali membaik menjadi 34,392 detik sekaligus menjadi yang tercepat di heat tersebut.

Jasmine dan Sifa Jaga Peluang ke Final

Jasmine mengatakan dirinya dan Sifa tetap menjaga permainan agar dapat memastikan tempat di final ketika berada dalam Moto yang sama.

"Tadi di Moto 1 satu Moto sama Sifa, tapi kita tetap main safe, kita harus masuk final dulu," kata Jasmine.

Pada babak final, Jasmine dan Sifa tidak dapat berada dalam satu posisi start. Keduanya harus memiliki jarak satu posisi karena pilihan posisi start.

"Waktu final Jasmine sama Sifa ini enggak bisa harus jadi satu start-nya, jadi memang harus dikasih space satu, tapi mungkin karena tadi Sifa pilih ketiga, dan Sifa pilihnya agak ke tengah, jadi Jasmine mau enggak mau harus di situ."

Jasmine akhirnya mengamankan medali perunggu dengan catatan waktu 34,932 detik. Hasil tersebut menjadi perunggu keduanya setelah sebelumnya juga meraih medali yang sama pada BMX Racing putri Asian Games Hangzhou 2023.

"Alhamdulillah tapi perjuangannya luar biasa banget," ujar Jasmine.

Sementara itu, pada nomor putra, atlet balap sepeda Indonesia Rifki Fasya Ahsana menempati posisi keempat dengan waktu 32,980 detik.

Medali emas BMX Racing putra diraih Asuma Nakai dari Jepang dengan waktu 30,103 detik. Hyoga Kiuchi dari Jepang meraih perak dengan waktu 30,583 detik, sedangkan Haochao Lin dari China meraih perunggu dengan catatan 32,947 detik. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
BMX Racing Jasmine Azzahra Setyobudi Asian Games 2026