Blunder Gim Keenam, PUBG Gagal Raih Medali ASIAN Games 2026

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 23:21 WIB
Tim nasional PUBG Mobile Indonesia pada Asian Games 2026. (ANTARA)
Tim nasional PUBG Mobile Indonesia pada Asian Games 2026. (ANTARA)

 

PONTIANAK POST — Tim nasional PUBG Mobile Indonesia gagal membawa pulang medali Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kehilangan momentum pada hari kedua pertandingan, Selasa (29/9). Sempat berada di tiga besar pada hari pertama, Indonesia akhirnya terlempar dari zona medali setelah melakukan sejumlah kesalahan, termasuk blunder pada gim keenam.

Pelatih timnas PUBG Mobile Indonesia Deni Fianda menyebut dua periode pertandingan menjadi titik krusial. Indonesia gagal membangun momentum pada pertengahan awal pertandingan, kemudian kembali kehilangan ritme setelah gim kelima.

“Yang paling vital sebenarnya ada dua bagian. Pertama di pertengahan awal, di situ kita agak gagal mendapatkan momentum. Kemudian setelah gim kelima kita mulai kehilangan momentum,” kata Deni seusai pertandingan di Aichi Sky Hall, Jepang.

Situasi semakin sulit pada gim keenam. Kesalahan yang dilakukan Indonesia pada pertandingan tersebut membuat peluang mengejar tiga besar semakin mengecil.

“Jadi di gim keenam ada sedikit blunder yang bikin kita jadi gagal,” ujarnya.

Dari Tiga Besar ke Tanpa Medali

Kegagalan tersebut terasa lebih menyakitkan karena Indonesia mengawali persaingan dengan posisi menjanjikan.

Pada hari pertama pertandingan, Senin (28/9), Indonesia masih berada di tiga besar. Posisi itu membuka peluang tim Merah Putih untuk membawa pulang medali.

Namun, peta persaingan berubah pada hari kedua. Indonesia tidak mampu mempertahankan momentum ketika sejumlah lawan justru meningkatkan performa.

Deni menilai tekanan pertandingan turut memengaruhi penampilan pemain. Pada saat bersamaan, Indonesia terlambat merespons perubahan permainan lawan.

“Mungkin di hari kedua mereka ada lebih pressure, atau mungkin kita lihat beberapa tim lain juga mulai step up. Mungkin kita juga ada kemungkinan telat beradaptasi, atau membuat beberapa blunder yang seharusnya enggak kita lakukan di hari kedua,” katanya.

Kombinasi tekanan, keterlambatan adaptasi, dan kesalahan sendiri akhirnya membuat Indonesia kehilangan posisi yang sebelumnya sudah berada dalam jangkauan.

Kesempatan Terbuang

Deni mengakui hasil akhir jauh dari sasaran yang ditetapkan.

Timnas datang dengan target medali. Bahkan hingga hari kedua, menurut dia, peluang mencapai target tersebut sebenarnya masih tersedia.

“Tentu saja enggak sesuai target. Kita pengennya meraih medali, walaupun sebenarnya dari hari ini sebenarnya ada kesempatan buat melakukan itu,” ujar Deni.

Kegagalan memanfaatkan peluang menjadi evaluasi penting. Sebab, Indonesia bukan memulai pertandingan dari posisi tertinggal jauh, melainkan sempat berada dalam persaingan tiga besar sebelum kehilangan momentum.

Deni tidak menutupi kekecewaannya.

“Jujur dari hasilnya mengecewakan karena kita gagal mendapatkan medali dan gagal di top 3. Tapi dari aku pribadi banyak banget pelajaran yang bisa didapat,” katanya.

Minta Maaf kepada Pendukung

Kegagalan di Aichi-Nagoya sekaligus membuat target medali PUBG Mobile Indonesia tidak tercapai.

Deni kemudian menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia, khususnya komunitas dan penggemar PUBG Mobile yang mengikuti perjuangan tim nasional.

“Mohon maaf buat seluruh rakyat Indonesia, terutama para pecinta PUBG Mobile di Indonesia, kita gagal untuk kali ini. Semoga di kesempatan berikutnya kita dapat rezeki ini,” ujarnya.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
PUBG Mobile Indonesia PUBG gagal medali Timnas Esports Indonesia Deni Fianda Asian Games 2026