Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Peranan Anak Single Mother Meraih Sukses

Ari Aprianz • Selasa, 24 Desember 2019 | 01:32 WIB
Oleh Tommy Priyatna
Oleh Tommy Priyatna
Oleh: Widia Permatasari 

Para ibu di Indonesia merayakan hari kasih sayangnya yakni Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember kemarin. Satu hari dimana kaum perempuan memperingati perjuangan dan pengorbanan kedua orangtuanya, salah satunya Ibu.

Kenapa seorang ibu? Karena Rasulullah dalam hadisnya sampai tiga kali bersabda tentang ibu. Baru kemudian yang disebut bapak, tiada pengulangan setelahnya. Moment ini berasal dari hadis Rasulullah saw. Dari Mu’awiyah bin Haidah Qusyairi radhiallahu’anhu, beliau bertanya kepada nabi “Wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: ayahmu. (HR. Al Bukhari).

Latar belakang diadakan Hari Ibu berawal dari Kongres Perempuan tahun 1928 yang merupakan tonggak sejarah bagi pergerakan perempuan Indonesia. Hari ulang tahun kongres tersebut dirayakan sebagai Hari Ibu (Susan Blackburn, 2007:xviii). Hari lahirnya Sumpah Pemuda pada tahun yang sama. Hari nasional yang diperingati setiap tahunnya.

Banyak pahlawan-pahlawan bangsa dari kaum perempuan, tak terlepas ibu-ibu. Seperti Raden Ajeng Kartini, Cuk Nyak Din, dan Soejatin yang berumur 21 tahun masih lajang yang membentuk kongres tersebut.  memanggil Nyi Hadjar Dewantoro dan R.A. Soekonto dari kalangan atas dan mapan. Dengan demikian, Hari ibu menjadi hari nasional bagi seluruh rakyat di negeri nusantara Indonesia.

Mengetahui hari ibu penting, sehingga anak-anak ada yang membuat dan menyiapkan hadiah/kado untuk ibu mereka. Ibu biasa dipanggil Wonder Women. Ibu dianggap hebat seperti Samson yang diceritakan kuat dan tangguh. Ibu tidak kalah dibandingkan bapak, bekerja dan banting tulang. Ibu memiliki multiperan, memasak; mencuci; mengurus anak; dan bekerja di luar rumah.

Ibu adalah orang tua yang selama ini telah mengandung, melahirkan dan menyapihnya. Sebagaimana firman Allah, “Dan kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia tahun.” (Luqman 14)
Ibu membangun rumah tangga bersama bapak. Rumah tangga yang tercipta dari ikatan perkawinan. Kedua orang tua yang mendidik dan membimbing anak-anaknya dalam rumah tangga yang harmonis. Rumah tangga tidak selamanya berbuah manis, tidak sedikit anak-anak yang dirundung sedih, lantaran seiring berjalannya waktu kedua orang tuanya harus bercerai.

Berbagai faktor menyebabkan kondisi keluarganya, baik yang tidak diinginkan maupun yang diharapkan. Mengingat bagi anak muda yang akan melepas masa lajangnya, namun bagi orang tua yang sudah menikah melepas masa suami/istri tidaklah mudah. Menuntut anak mengerti akan keadaan keluarganya. Di antara ibu atau bapaknya harus jatuh bangun membesarkan anaknya seorang diri. Seorang ibu di tinggal bapak disebut single mother.

Di salah satu keluarga di Pontianak, penulis banyak menemukan realita ini pada sebuah keluarga. Seorang ibu (single mother) yang bekerja sebagai seorang  petani harus membesarkan lima anak. Anak dari ibu kelima-limanya sudah selesai kuliah. Anak dari seorang ibu ini kuliah sambil giat bekerja, mengingat biaya yang diperlukan untuk kuliah tidak sedikit. Anak pertama menjual barang elektronik. Dan anak yang lain ada yang lanjut kuliah dan ada juga yang bekerja.

Kemampuan bukan diukur dari banyaknya materi. Tetapi ketakwaan dan keyakinan kepada Allah SWT. Banyak kisah-kisah inspiratif yang bisa kita lihat. Seperti Anak pertama berusaha jualan online. Alhamdulillah, usahanya laku keras. Anaknya bisa dikatakan mempunyai kemauan yang kuat untuk kuliah, belajar dan serta usaha.

Move on, Bangkit. Ya, mungkin itulah yang bisa menjadi motivasi seorang single parent, single mother dan seorang anak. Terlebih bagi seorang anak yang terlahir dari kedua orang tua, namun pada akhirnya berpisah. Tuhan sudah mempertemukan keduanya. Tetapi ada ujian di balik rumah tangga yang dibangun. Yang membuat salah satu dari kedua orang tua ini memilih menjadi single parent.

Single parent ialah sebutan untuk ibu atau bapak yang sudah tidak tinggal bersama pasangannya. Sehingga, dapat mengubur mimpi dan cita-cita anak. Permasalahan yang terjadi menimbulkan persoalan finansial, trauma, dan kepercayaan diri. Realitas tersebut menuntut anak musti mempunyai peran, jangan sampai keretakan keluarganya membuat dia tidak bisa meraih mimpi, meraih sukses. (*)

*) Penulis adalah Warga Kota Pontianak Editor : Ari Aprianz
#opini