LATAR belakang kegiatan adalah sebagian besar guru kesulitan dalam menulis publikasi ilmiah yang digunakan untuk pengajuan kenaikan pangkat. Terdapat sepuluh publikasi ilmiah, salah satu publikasi ilmiah yang dilaksanakan adalah penulisan ilmiah populer di media massa lokal. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 4 s.d. 18 Maret 2021 di Gedung Guru Jalan Ahmad Marzuki Pontianak. Kegiatan menggunakan pola in dan on, in dilaksanakan pada tanggal 4 Maret 2021 dan on tanggal 5 s.d. 18 Maret 2021.
Kegiatan diikuti oleh 95 orang yang terdiri dari guru TK, SD, SMP dan SMA serta beberapa widyaswara dari LPMP Kalimantan Barat. Kegiatan ini berlangsung atas kerja sama PGRI Kota Pontianak, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak serta Pontianak Post sebagai koran lokal. Guru berhasil menuliskan artikel ilmiah populer dan terbit di Pontianak Post. Tujuan kegiatan adalah untuk memberikan langkah-langkah dalam menulis artikel ilmiah populer khususnya di Pontianak Post. Narasumber diambil dari redaksi Pontianak Post. Kegiatan penulisan artikel ilmiah populer dipublikasi pada tanggal 4 Maret 2021 di Koran Pontianak Post.
Pendidikan nasional berfokus atau berporos pada tiga hal pokok, yaitu literasi dasar, kompetensi, dan kualitas karakater. Literasi dasar yang dijadikan poros pendidikan adalah (1) literasi baca-tulis, (2) literasi numerasi, (3) literasi sains, (4) literasi digital, (5) literasi finansial, serta (6) literasi budaya dan kewargaan. Kompetensi yang menjadi fokus pendidikan meliputi berpikir kritis untuk memecahkan masalah, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Karakter utama yang menjadi poros pendidikan meliputi karakter religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas.
Literasi tidak lagi hanya dipahami sebagai transformasi individu semata, tetapi juga sebagai transformasi sosial. Rendahnya tingkat literasi sangat berkorelasi dengan kemiskinan, baik dalam arti ekonomi maupun dalam arti yang lebih luas. Literasi memperkuat kemampuan individu, keluarga, dan masyarakat untuk mengakses kesehatan, pendidikan, ekonomi dan politik. Dalam konteks kekinian, literasi melingkupi ilmu pengetahuan dan teknologi, keuangan, budaya dan kewargaan, kekritisan pikiran, dan kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Masyarakat Indonesia harus menguasai literasi yang dibutuhkan untuk dijadikan bekal mencapai dan menjalani kehidupan yang berkualitas, baik masa kini maupun masa yang akan datang.
Membaca merupakan kunci untuk mempelajari segala ilmu pengetahuan, termasuk informasi dan petunjuk sehari-hari yang berdampak besar bagi kehidupan. Berkaitan erat dengan membaca, kemampuan menulis penting untuk dimiliki dan dikembangkan. Membaca dan menulis berkorelasi positif dengan kemampuan berbahasa dan penguasaan kosakata.
Masukan kata-kata dan gagasan didapat melalui membaca, keluarannya disalurkan melalui tulisan. Seseorang yang terbiasa membaca dan menulis bisa menemukan kata atau istilah yang tepat untuk mengungkapkan suatu hal. Kemampuan seperti inilah yang membuat komunikasi berjalan dengan baik, (Djoko Saryono, dkk, 2017). Tulisan ilmiah populer merupakan tulisan ilmiah yang dipublikasikan di media massa (koran, majalah, atau media online yang mempunyai alamat laman resmi bukan blog).
Tulisan ilmiah populer dalam kaitan dengan upaya pengembangan profesi guru merupakan tulisan yang lebih banyak mengandung isi pengetahuan, berupa ide, atau gagasan pengalaman penulis yang menyangkut bidang pendidikan pada satuan pendidikan penulis bertugas, (Buku 4 Pedoman PKB dan Angka Kreditnya: 2019). Artikel ilmiah populer merupakan salah satu publikasi ilmiah yang mempunyai angka kredit 1,5 (Buku 4 & 5).
Publikasi ilmiah yang lain adalah presentasi di forum ilmiah, hasil penelitian, tinjauan ilmiah/best practice, artikel ilmiah, buku pelajaran, modul/diktat, buku dalam bidang pendidikan, karya terjemahan dan buku pedoman guru.
Untuk pengajuan angka kredit perlu disertakan koran asli, surat keterangan terbit, lembar pengesahan dari kepala satuan pendidikan. Dokumen tersebut dijilid dan dijadikan satu supaya tim penilai mudah menilainya dan berharap dengan adanya pelatihan menulis ilmiah popular khususnya guru dan masyarakat umumunya bisa menulis ilmiah populer dengan mudah dan budaya literasi baca tulis meningkat.
Persyaratan artikel ilmiah populer sebagai berikut. Isi sajian berupa pengetahuan populer yang ditandai tema/topik aktual berkenaan masalah pendidikan formal pada satuan pendidikannya. Sajiannya dijiwai cara berpikir ilmiah ada hal yang dipermasalahkan, ada dukungan teori yang terkait, menunjukkan ide gagasan penulis yang inovatif, pembahasan/analisis data, dan simpulan secara runtut, keberhasilan tujuan akhir. Alur penyajian tidak kaku sehingga mudah dicerna oleh pembaca. Menggunakan bahasa yang sederhana, mudah dipahami isinya.
Artikel ilmiah populer yang dapat dinilai dalam penetapan angka kredit jabatan fungsional guuru adalah artikel ilmiah dimuat di media cetak/elektronik ber-ISSN/E-ISSN/DOI. Artikel ilmiah populer di bidang pendidikan formal. Artikel ilmiah tentang pembelajaran (penelitian tindakan kelas, kajian ilmiah, best practice), sesuai kewenangan guru, tugas pokok dan fungsi guru.
Kerangka isinya disesuaikan dengan persyaratan atau kelaziman dari media masa yang akan mempublikasikan tulisan tersebut (gaya selingkung). Kerangka tulisan ilmiah populer terdiri dari (1) pendahuluan berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan, (2) kajian teori menguraikan tentang teori-teori yang relevan, (3) pembahasan terutama mengemukakan tentang gagasan/ide penulis dalam upaya memecahkan masalah yang berkaitan dengan bidang pendidikan dan pembelajaran di sekolahnya. Pembahasan tersebut didukung oleh teori dan data yang relevan, (4) simpulan. Anatomi artikel pada umumnya terdiri dari (1) judul (head). Judul identitas terpenting dari artikel. Judul adalah kepala. (2) Nama penulis dan gelar (by name). (3) Pendahuluan. Kalimat pembuka pada awal penulisan artikel dan pokok permasalahan yang diangkat. (4) Isi. Pembahasan dan pesan yang kita sampaikan kepada pembaca. (5) Penutup (kesimpulan). (6) mapel dan nama sekolah.
Judul artikel ilmiah populer dibuat dengan kentuan sebagai berikut; (1) dibuat judul artikel sama dengan membuat judul berita, (2) menggambarkan isi, singkat, padat, menarik, serta menggunakan kalimat aktif, (3) judul artikel untuk media massa umumnya berkisar 3-7 kata, (4) untuk artikel guru untuk kepentingan penetapan angka kredit, harus memenuhi unsur Kompetensi Dasar (KD) mata pelajaran penulis. Pendahuluan ditulis langsung menyebut pokok persoalan, tidak bertele-tele, mendeskripsikan latar belakang, kira-kira 1-2 paragraf. Isi artikel biasanya menawarkan solusi dari permasalahan yang diangkat, membahas dan mengurai ide pokok, sesuai kaidah yang benar, tidak bertele-tele dan tetap menarik. Hindari penulisan rincian dengan angka dan huruf.
Sebaiknya diganti dalam bentuk tulisan atapun dibuat satu kalimat dengan pemisah koma. Misalnya: 1. atau 1) dan a. atau a) menjadi: pertama, kedua, ketiga, dst. Tidak boleh ada kata yang sama dalam 1 paragraf. Ada 1 kalimat panjang dan ada 1 kalimat pendek, 1 paragraf terdiri dari 4 baris, hindari kata-kata yang berlebihan.
Penutup berisi menegaskan kembali topik atau pokok bahasan dalam kalimat yang ringkas dan tegas dengan tujuan meyakinkan pembaca, mengakhiri dengan klimaks, menegaskan kesimpulan yang menyengat dan dapat dijadikan bahan renungan dan pemikiran pembaca, persuasif yaitu mengajak khalayak untuk melakukan tindakan tertentu yang dianggap penting, relevan dan mendesak, kutipan bisa diambil dari kitab suci, pendapat tokoh, ungkapan peribahasa, kata-kata mutiara.
Keberhasilan guru menulis artikel ilmiah populer merupakan langkah awal dalam meningkatkan literasi baca tulis sesuai nawacita pemerintah. Kebermanfaatan artikel yang sudah terbit sangat membantu para guru yang belum menulis di koran lokal Pontianak Post. Dengan kata lain, artikel yang dimuat memberikan inspirasi bagi guru untuk menulis dan melakukan publikasi ilmiah.**
*Penulis. Guru SMP Negeri 17 Pontianak. Editor : Super_Admin