HIDUP sebagai bagian dari organisasi sosial bernama negara tentunya menimbulkan akibat-akibat yang melekat pada warga negara tersebut. Warga negara ialah sekelompok orang yang memiliki status keanggotaan penuh pada suatu negara, di negeri ini disebut Warga Negara Indonesia. Sebagai warga negara, banyak hal yang secara langsung maupun tidak langsung bisa terkait dengan kehidupan sehari-hari.
Dari sekian banyak faktor yang memengaruhi kehidupan masyarakat dalam suatu negara, ada satu faktor yang merupakan suatu ruang kontrol yang berfungsi menjamin berjalannya berbagai komponen dalam suatu negara. Ruang itu bernama politik. Ketika membicarakan politik, sebagian orang mungkin enggan masuk ke percakapan itu. Apalagi, banyak kasus kriminal yang melibatkan praktisi politik,
semakin memudarkan minat orang untuk berbicara mengenai politik. Termasuk percakapan politik pada remaja (rentang usia 13 – 18 tahun). Mereka yang ada pada usia tersebut biasanya merupakan siswa yang umumnya sedang menempuh pendidikan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).
Politik sebagai ilmu pengetahuan harus diajarkan kepada siswa, agar mereka memiliki bekal pengetahuan tentang bagaimana negaranya dijalankan, tentang bagaimana suksesi kepemimpinan di negaranya, dalam hal ini Indonesia. Penting untuk membuat remaja (siswa) sadar akan posisi dirinya sebagai bagian dari objek kebijakan-kebijakan politis negara. Penting pula membuat mereka berpikir kritis tentang situasi politik negaranya agar ia tidak abai akan kondisi yang negerinya sedang alami, termasuk perilaku pejabat publik yang diberi tanggung jawab menjamin kemaslahatan masyarakat.
Membicarakan politik pada lingkup yang lebih luas sebenarnya bukan hanya mempelajari jabatan dan fungsi-fungsi komponen politik, tetapi juga melihat sebab dan akibat dari suatu kebijakan politik yang bersinggungan langsung dengan kehidupan masyarakat grass root. Kehidupan masyarakat berjalan karena kebijakan politik, negara dalam kondisi damai karena kebijakan politik, sistem pendidikan bisa berjalan karena kebijakan politik pula dan sebagainya, maka politik memiliki peran penting, walaupun harus diakui, ruang politik juga dijadikan peluang kejahatan yang sangat kejam oleh oknum yang lalim. Namun, siswa penting untuk mengetahui sisi kemanfaatan politik, baik sebagai ilmu pengetahuan maupun praktik kehidupan.
Siswa adalah bagian dari hasil kebijakan politik. Oleh karena itu, mestinya siswa menjadi manusia yang mengerti politik, setidaknya pada level dasar. Siswa harus disadarkan bahwa ia akan punya hak politik yang semakin menuntut tanggungjawab ketika ia sudah berada pada usia dewasa, sehingga dengan demikian, negara ini akan bisa menghasilkan manusia politik yang berkualitas di masa depan.
Mereka yang saat ini ada pada usia remaja (siswa) harus diberikan bekal untuk melanjutkan jalannya kekuasaan di negeri ini, termasuk kemampuan mengkritik semua kebijakan penyelenggara negara serta memiliki kepedulian yang besar terhadap kepentingan keadilan sosial bagi masyarakat.
Penulis adalah Guru SMP Kristen Immanuel Pontianak Editor : Misbahul Munir S