Oleh: Silvina
PRESIDEN Joko Widodo pernah meminta dan mengingatkan warga Kalbar untuk tidak perlu lagi ke luar negeri jika hendak berobat karena sakit. Sebab ada RSUD dr. Soedarso yang megah dan memiliki alat kesehatan lengkap untuk menangani kasus-kasus yang ada. Pernyataan ini disampaikan Pak Jokowi ketika meresmikan dua gedung baru tower A dan B masing-masing enam lantai RSUD dr. Soedarso, 9 Agustus 2022 lalu di Pontianak. Presiden kala itu didampingi ibu negara dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju. Sementara dari tuan rumah hadir gubernur Kalbar, direktur RSUD dr. Soedarso beserta unsur pimpinan dan jajaran serta wali kota Pontianak dan para undangan.
Saya pribadi sebagai warga Kalbar domisili Pontianak mendukung pernyataan Pak Jokowi ini. Karena memang faktanya Soedarso kini layak dibanggakan. Bukan saja karena diresmikan langsung oleh orang nomor satu di republik ini, tapi fasilitas, dan konsep yang dihadirkan sangat memberikan manfaat untuk warga Kalbar. Rumah sakit ini juga telah ditetapkan Kemenkes RI sebagai rumah sakit kelas A, April 2022. Alhasil, Soedarso sekarang menjadi rumah sakit rujukan utama milik pemerintah untuk warga kota/kabupaten di Kalbar.
RSUD dr. Soedarso sekarang juga sudah ada penambahan dua fasilitas baru. Dilansir dari koran ini edisi 22 Agustus 2023, dua fasilitas itu terdiri dari gedung radioterapi dan pelayanan jantung terpadu. Dua fasilitas ini diresmikan Gubernur Kalbar Sutarmidji sekaligus peletakan batu pertama untuk pembangunan dua fasilitas lainnya (gedung poliklinik terpadu dan gedung perawatan anak). Dalam kesempatan itu gubernur Sutarmidji menyampaikan kedepannya, Soedarso bakal menangani penyakit kanker dengan teknologi radioterapi nuklir. Sebuah pencapaian luar biasa di masa kepemimpinan Bapak Sutarmidji dan Bapak Ria Norsan, salut dan bangga.
Selain megah dengan fasilitas memadai, rumah sakit ini pun cukup baik dari segi pelayanan. Jika dulu mungkin terdengar selentingan kabar kurang indah tentang RSUD dr. Soedarso, namun kini selentingan tersebut nyaris tak pernah terdengar lagi. RSUD dr. Soedarso nyata telah memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Kalbar dan ini penulis buktikan langsung ketika sedang menjalani pengobatan dan perawatan di rumah sakit tersebut belum lama ini.
Bermula ketika di awal Juni 2023 saya didiagnosa mengidap suatu penyakit dan menjalani pengobatan di poli kandungan RSUD dr. Soedarso melalui jalur BPJS, pertengahan Juni 2023. Menurut dokter yang menangani, saya harus dioperasi, sebagai bentuk ikhtiar agar bisa sembuh. Prosedur tetap untuk persiapan operasi pun dijalani. Mulai dari pemeriksaan di laboratorium, hingga pemeriksaan di beberapa poli untuk memastikan kondisi kesehatan dan organ penting di tubuh, layak tidaknya menjalani tindakan operasi.
Prosedur tersebut cukup melelahkan karena harus dilakoni langsung oleh setiap pasien sekali pun kondisi kesehatan pasien tersebut menurun. Tapi rasa lelah itu terbayarkan dengan pelayanan yang memuaskan dari para petugas rumah sakit. Selain ramah dan hangat, pihak rumah sakit juga telah memberikan kemudahan ketika menjalani prosedur persiapan operasi dari poli satu ke poli lainnya.
Prosedur persiapan operasi yang dijalani di beberapa poli diluar ekspektasi saya, hanya berlangsung satu hari saja. Rasa syukur pun dipanjatkan kala itu meski jadwal operasi masih menunggu antrean. Operasi yang akan saya jalani diperkirakan 4,5 bulan ke depan dikarenakan begitu banyak pasien dari Pontianak maupun daerah yang juga harus dioperasi. Saya coba untuk menunggu meski kondisi kesehatan saat itu terus menurun.
Sampai akhirnya sebulan kemudian kondisi kesehatan saya benar-benar menurun sehingga harus dilarikan ke IGD RSUD dr.Soedarso. Di IGD, tak hanya petugas medis yang cekatan, security di sana juga sigap menyambut pasien dari mobil ambulance. Tak menunggu lama, saya langsung dibawa ke dalam ruang IGD untuk segera ditangani. Beberapa jam kemudian saya dipindahkan ke ruang rawat inap karena harus transfusi darah sebanyak empat kantong.
Di ruang rawat inap (Ruang Ramin) saya menyaksikan pelayanan cukup profesional dari petugas di sana. Selain itu dalam satu hari, lebih dari tiga kali para petugas memantau dan memeriksa kondisi kesehatan pasien. Visit dokter juga dilakukan setiap hari. Sehingga kondisi setiap pasien selalu terkontrol.
Dropnya kondisi saya saat itu membuat keluarga dan para sahabat meminta pihak rumah sakit untuk mempercepat jadwal operasi. Alhamdulillah dengan izin Allah Subhanahuwataala permintaan dipenuhi namun dengan dokter yang berbeda. Pemenuhan permintaan tersebut ditandai dengan kedatangan dokter pengganti yang telah ditunjuk manajamen rumah sakit ke bangsal saya. Dokter itu memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud tujuan kedatangannya. Dokter yang ramah ini juga menginformasikan kesiapannya memberikan tindakan operasi untuk saya. Serta meminta kesediaan saya untuk dioperasi olehnya.
Gayung bersambut saya dan keluarga serta para sahabat tentu menerima kebijakan rumah sakit untuk segera dioperasi oleh dokter pengganti mengingat menurunnya kondisi kesehatan saya waktu itu. Di sini saya melihat pihak Soedarso sangat respon dan memahami kondisi pasien.
Seminggu usai dirawat inap, saya kembali ke rumah sakit Soedarso untuk menjalani operasi di lantai 6 tepatnya Jumat, 4 Agustus 2023. Berada di ruang operasi saat itu cukup mendebarkan dan menegangkan karena menurut dokter, operasi yang saya jalani termasuk operasi besar. Namun rasa tegang itu berubah menjadi sedikit lebih tenang ketika para petugas, memperlakukan saya dengan lembut. Begitu seterusnya pelayanan yang baik selalu saya dapatkan sampai balik lagi ke poli kandungan untuk konsultasi dan perawatan pemulihan pasca operasi. Pelayanan ke rumah juga diberikan petugas medis dari poli kandungan ketika kita butuhkan.
Semua yang sudah diberikan RSUD dr. Soedarso layak diapresiasi. Tak berlebihan jika kita sebagai warga Kalbar khususnya saya pribadi mendukung apa yang sudah diminta dan diingatkan Presiden Jokowi saat peresmian rumah sakit ini setahun lalu. "Tidak perlu ke luar lagi" (ke luar negeri) karena RSUD dr Soedarso sudah cukup dan siap menangani kasus kasus yang ada," tegas Pak Jokowi.
Atas nama pribadi saya haturkan terimakasih untuk pimpinan berikut segenap petugas medis RSUD dr. Soedarso yang telah melayani, mengobati dan merawat saya dengan baik hingga sembuh. Semoga pelayanan yg diberikan RSUD dr Soedarso menjadi contoh bagi rumah sakit pemerintah lainnya yang ada di Pontianak maupun daerah.
Harapan kami, teruslah memberikan yang terbaik dan melayani setiap pasien dengan hangat dan profesional sebagaimana visi misi RSUD dr. Soedarso itu sendiri. Dikutip dari laman resmi RSUD dr. Soedarso, visi rumah sakit ini, menjadi rumah sakit terbaik mandiri dan profesional. Sementara misi yang diusung diantaranya meningkatkan pelayanan berkualitas terjangkau masyarakat, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan melalui pendidikan pelatihan penelitian dan pengembangan SDM. Semoga visi misi ini bisa selalu diterapkan di RSUD dr. Soedarso bermottokan cinta (cepat inovasi nyaman terdepan akuntabel).
Satu hal mungkin yang perlu diperhatikan pihak RSUD dr. Soedarso dalam hal pelayanan. Yaitu memberikan perhatian lebih untuk pasien dari daerah yang tidak memiliki pendamping atau keluarga di kota Pontianak. Pasien yang datang sendiri dari daerah pastinya memerlukan bantuan. Terlebih ketika pasien diminta untuk menyiapkan darah sebagai persiapan operasi.
Sewaktu saya dirawat di sana, ada satu pasien dalam kondisi sakit dan akan dioperasi, harus mengurus semuanya sendiri. Termasuk mencari darah ke PMI, lantaran tidak memiliki kerabat atau sekadar teman di Pontianak. Kondisi ini cukup memprihatinkan dan membuat saya berempati. Mungkin kedepannya pihak rumah sakit bisa menyiapkan tenaga tambahan untuk membantu pasien yang tidak memiliki pendamping. Atau bekerjasama dengan lembaga sosial yang ada di Pontianak supaya bisa memberikan kemudahan kepada pasien dari daerah yang memang memerlukan bantuan.(*)
Penulis adalah jurnalis Pontianak Post.
Editor : A'an