Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Olahraga Tepat Saat Puasa

A'an • Selasa, 21 November 2023 | 13:33 WIB
Qonita Nabila
Qonita Nabila

 

Oleh: Qonita Nabila

 

BAGI umat Islam, puasa tak hanya dilakukan saat Ramadan. Ada juga puasa-puasa sunah lainnya yang bisa dijalankan. Kendati berpuasa, aktivitas tetap bisa berjalan seperti biasa. Salah satunya olahraga.

Menjalankan ibadah puasa tidak harus menghalangi untuk tetap berolahraga. Jika dilakukan dengan benar, olah raga akan membuat tubuh terasa segar.

Secara umum puasa membutuhkan waktu kurang lebih 13 jam dari mulai terbit hingga tenggelamnya matahari.

Saat sedang berpuasa, tubuh tidak mendapat asupan makanan dan minuman seharian.

Tanpa asupan makanan dan minuman, tubuh akan merasa kekurangan energi untuk beraktivitas, salah satunya olahraga.

Lantas, masih bisakah kita berolahraga dengan tetap menjalankan ibadah puasa?

Olahraga adalah suatu kebutuhan dasar manusia yang memiliki berbagai manfaat penting bagi kesehatan dan kebugaran.

Olahraga teratur dapat meningkatkan kebugaran, stamina, rasa percaya diri, daya ingat, serta mengurangi stres.

Selain itu, olahraga juga berkontribusi pada kesehatan fisik dan mental, serta dapat memperlancar peredaran darah. 

Dalam konteks Puasa Ramadan, meskipun ada beberapa keterbatasan, penting untuk tetap menjaga aktivitas olahraga agar menjaga kesehatan.

Sebagai prinsip dasar, olahraga saat berpuasa harus fokus pada pemeliharaan kesehatan tubuh.

Ini mencakup melancarkan aliran darah, melenturkan otot, meningkatkan aktivitas jantung, dan meningkatkan oksigen dalam metabolisme tubuh. 

Beberapa strategi penting yang perlu diperhatikan saat berolahraga selama puasa. Pertama, waktu olahraga.

Waktu yang paling tepat untuk berolahraga saat berpuasa adalah sekitar setengah hingga satu jam sebelum berbuka puasa.

Ini memungkinkan tubuh untuk mendapatkan cairan yang dibutuhkan segera setelah berolahraga. Jangan lupa untuk minum air saat berbuka.

Kedua, intensitas olahraga. Intensitas olahraga selama puasa sebaiknya lebih rendah, sekitar 40 persen sampai 50 persen dari intensitas latihan biasa. Ini membantu mencegah dehidrasi dan kelelahan tubuh. 

Ketiga, pemanasan dan pendinginan. Selalu lakukan pemanasan sebelum berolahraga dan pendinginan setelahnya. Ini membantu mencegah cedera dan nyeri otot. 

Keempat, olahraga ringan di rumah. Jika memungkinkan, lakukan olahraga ringan di rumah dengan beban tubuh sendiri (latihan kalistenik) untuk merangsang otot. 

Kelima, konsumsi makanan saat berbuka. Pastikan makanan saat berbuka puasa mengandung karbohidrat dan protein yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh setelah berolahraga. 

Keenam, pola makan saat sahur. Pastikan makanan saat sahur mencukupi gizi dengan keseimbangan karbohidrat, protein, dan lemak. Juga, konsumsi makanan tinggi serat dan lemak untuk menjaga kesehatan pencernaan. 

Ketujuh, olahraga kardio. Latihan kardiovaskular, seperti jalan cepat atau bersepeda, sebaiknya dilakukan satu atau setengah jam sebelum berbuka puasa untuk membantu membakar lemak sebagai sumber energi. 

Kedelapan, latihan pikiran dan jiwa. Latihan seperti yoga, pilates, dan body balance dengan intensitas rendah cocok dilakukan saat berpuasa karena memberikan manfaat baik bagi pikiran dan jiwa. 

Dengan mematuhi strategi-strategi ini, olahraga dapat menjadi bagian penting dari rutinitas puasa Ramadan Anda.

Ini membantu menjaga kesehatan tubuh, meningkatkan kebugaran, dan menjaga keseimbangan antara tubuh dan rohani.

Selalu konsultasikan dengan profesional medis atau pelatih jika Anda memiliki pertanyaan atau kondisi kesehatan tertentu yang perlu diperhatikan selama puasa dan olahraga.**

 

Penulis adalah mahasiswi Profesi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang.

 

Editor : A'an
#puasa #sehat #olahraga