Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Rumus Hidup Bahagia dengan Alquran Hadits

A'an • Jumat, 13 September 2024 | 14:26 WIB
Sholihin HZ
Sholihin HZ

 

Oleh: Sholihin HZ*

 

SETIAP orang ingin hidup bahagia, dihormati dan dimuliakan.  Alquran dan hadits memberikan tuntunan kepada manusia agar kebahagiaan yang didapat adalah kebahagiaan yang hakiki, kebahagiaan yang dibenarkan oleh agama. Islam memberikan tips agar perjalanan kehidupan bisa dilalui dengan baik, bahagia dan sesuai dengan tuntunannya.

Berikut rumus kehidupan agar perjalanan kehidupan berlangsung baik dan selamat. Pertama, "Ingatlah Aku maka Aku akan mengingatmu" (QS. 2: 152). Teks singkat ini sangat jelas menyatakan bahwa jika seseorang mengingat Allah, ia pasti akan diingat Allah dalam berbagai situasi dan kondisi.

Apa diantara tanda orang yang senang mengingat? Senang menyebutnya, bergetar jika nama yang disukainya disebut orang lain. Mengingatkan Allah adalah bagian dari cara agama supaya kita hidup dengan tanpa melupakan Allah. Sukses karena Allah mudahkan, lancarkan urusan karena Allah hadirkan orang lain untuk membantu kita dan sebagainya.

Kedua, sebagaimana terdapat dalam QS ath-Thalaq/ 65: 2, ayat ini menjelaskan janji Allah kepada orang yang bertakwa bahwa mereka yang bertakwa akan Allah berikan jalan keluar dari sulitnya kehidupan.

Siapapun diantara kita yang tidak punya masalah? Setiap kita pasti pernah mengalami masalah yang kadang dihadapkan pada kesulitan yang memeras pikiran dan pengorbanan waktu. Tidak ada hal sulit dan besar dalam pandangan Allah SWT karena meyakini janji Allah ini adalah satu keharusan. Tidak hanya itu, bagi orang yang bertakwa maka Allah SWT akan mengaruniainya rezeki dan kenikmatan lainnya dari arah yang tidak disangka-sangka.

Ketiga, firman Allah SWT dalam QS Al Baqarah/ 2: 216. Ayat ini bermakna bisa saja sesuatu yang kita tidak sukai padahal didalamnya terkandung kebaikan dan demikian juga sebaliknya kecintaan kita pada sesuatu padahal dibalik itu ada hal yang tidak baik. Pelajarannya adalah sukai dan bencilah sekedarnya. Bukankah suka dan benci adalah rasa manusia yang selalu beriringan dalam hidup kita?

Keempat, memaksimalkan syukur sebagai cara memancing dan memanjangkan nikmat Allah SWT. Dasarnya adalah Qs. Ibrahim/ 14: 7 bahwa siapa yang bersyukur, maka Allah akan tambah nikmatnya dan barang siapa yang ingkar sesungguhnya azab Allah sangat pedih (lasaydid).

Syukur adalah menunjukkan nikmat Allah sebagai kebalikan dari kufur yang artinya menutup maksudnya mengingkari pemberian dan nikmat Allah SWT. Ibarat seorang yang diberi oleh si A, tetapi ketika ditanya dijawabnya dengan ini adalah pemberian si B. Syukur dengan hati (mentauhidkan Allah), syukur dengan lisan (perbanyak zikir) dan syukur dengan perbuatan (amal soleh).

Kelima, bersumber dari hadits dari Ibu Umar yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim, “Siapa yang menenuhi hajat saudaranya maka Allah akan memenuhi hajat-hajatnya.”

Ini adalah rumus kehidupan sosial bahwa hidup kita selalu memiliki hajat dan hajat itu akan bergiliran satu dengan lainnya. Jika kita membantu hajat saudara kita, yakinlah bahwa saat kita juga demikian memiliki hajat, Allah SWT akan memberikan bantuan melalui hamba-hamba-Nya sehingga hajat kita juga terpenuhi.

Keenam, rumus kehidupan berikutnya adalah jika ingin panjang umur (dikenang) dan murah rezeki, sambunglah silaturahmi. Silaturahmi dengan pertemuan yang di dalamnya terkandung kebaikan. Komunikasi dan interaksi menjadi hal yang terjadi kala silaturahmi berlangsung. Ingatlah bahwa rezeki yang ada atau tiba di tangan kita bisa saja Allah salurkan melalui tangan orang lain dan inilah hakikat silaturahmi.**

 

*Penulis adalah Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Kalimantan Barat.

 Sekretaris Umum PW. IPIM Kalimantan Barat

Editor : A'an
#Alquran Hadits #Rumus #hidup #baha