Oleh: Kurniawan Widodo, S. Hut., M. Pd*
SALAH satu tantangan dalam dunia pendidikan kita khususnya di jenjang SLTA adalah apakah yang telah dipelajari oleh siswa sekarang akan bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat sekitar ketika mereka lulus nantinya.
Jika seandainya mereka tidak melanjutkan belajar di perguruan tinggi, apakah mereka sudah siap bekerja atau bahkan menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya dan masyarakat sekitar. Tantangan tersebut coba dijawab dengan kurikulum merdeka. Salah satunya dengan adanya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang biasa disingkat dengan istilah P5.
P5 diharapkan akan membantu peserta didik menjadi pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila. Profil Pelajar Pancasila mencakup enam kompetensi dasar yang dirumuskan sebagai dimensi kunci yang saling menguatkan yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis dan kreatif. Kegiatan P5 sebagai jalan untuk membentuk dan memperkuat karakter siswa yang didapatkan melalui kegiatan projek.
Salah satu tema penting pada P5 adalah Kewirausahaan Dan Kebekerjaan. Mengutip dari Panduan Pengembangan P5 yang disusun oleh Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek tahun 2024, tema Kewirausahaan ini mulai dilaksanakan mulai jenjang SD hingga SMA.
Pada tema ini siswa diharapkan bisa menumbuhkembangkan kreativitas dan budaya, kewirausahaan sebagai upaya pencarian solusi terkait aspek lingkungan, sosial, dan kesejahteraan masyarakat. Siswa membuka wawasan tentang peluang masa depan, peduli terhadap kebutuhan masyarakat, menjadi individu yang terampil, mengidentifikasi potensi ekonomi di tingkat lokal dan masalah yang ada dalam pengembangan potensi tersebut serta aktif mencari solusi.
Pada jenjang SMK, karena sudah memiliki mata pelajaran Projek Kreatif dan Kewirausahaan, maka tema ini tidak menjadi pilihan, tapi diarahkan pada tema Kebekerjaan. Hal ini mengingat lulusan SMK diharapkan bisa langsung bekerja sesuai program keahliannya, di samping tentunya bisa menjadi seorang wirausaha.
Tujuan umum pada projek tema kebekerjaan adalah agar siswa memahami ruang lingkup dan karakteristik dunia kerja sesuai dengan program keahliannya. Beberapa kegiatan penting perlu dilakukan dalam mendukung tema kebekerjaan ini. Kegiatan awal yang harus dilakukan adalah mengarahkan siswa untuk bisa menemukan konsep diri.
Mereka bisa mengenali dirinya, kelemahan maupun keunggulan diri, menghubungkan program keahlian yang dipilihnya di SMK dengan konsep diri termasuk mimpi akan akan berprofesi sebagai apa mereka nantinya atau merencanakan karir setelah lulus sekolah. Dimensi profil pelajar Pancasila yang bisa dikembangkan adalah siswa belajar mandiri, bernalar kritis dan kreatif.
Kegiatan lainnya adalah mengarahkan siswa agar bisa meningkatkan literasi digital untuk mendukung rencana kegiatan usaha atau pekerjaannya. Sekolah juga bisa mengundang alumni, praktisi maupun pengusaha agar siswa memahami proses bisnis dan gambaran peluang usaha lulusan SMK.
Hal ini bisa berkolaborasi dengan orang tua siswa yang memiliki profesi sangat erat dengan program keahlian di SMK. Siswa dapat memahami sikap dan nilai-nilai untuk menjadi seorang wirausaha. Siswa juga dapat mengenali dan menyikapi berita-berita atau informasi yang sifatnya dapat dipercaya dan berita bohong (hoax). Selanjutnya siswa dapat membuat konten digital secara langsung yang berhubungan dengan jurusannya di SMK.
Aktivitas berikutnya adalah guru mengarahkan siswa untuk mengeksplorasi peluang dan potensi usaha yang bersumber pada potensi lokal di daerahnya masing-masing. Guru bisa berdiskusi dengan siswa dalam melakukan pemetaan sumber daya serta memiliki rencana untuk memanfaatkan peluang dan potensi lokal tersebut. Pemanfaatan tersebut bisa mulai dari perencanan awal, pembuatan anggaran, pemilihan bahan baku hingga pemasaran produk yang dihasilkan.
Langkah selanjutnya yang tak kalah penting adalah guru merencanakan kegiatan yang bisa meningkatkan kemampuan berkomunikasi siswa, baik verbal maupun nonverbal untuk mendukung kemampuan kebekerjaannya. Kemampuan komunikasi sangat penting di abad ke-21 ini.
Misalnya, kemampuan public speaking dan membuat promosi atau info grafis di media sosial. Kemampuan lanjutan lainnya yang sangat penting adalah teknik berkomunikasi dalam menghadapi wawancara yang efektif sesuai dengan tuntutan dunia kerja, hingga melakukan personal branding.
Berikutnya adalah mengarahkan siswa meningkatkan kemampuan berkolaborasi, mengerjakan projek sesuai program keahliannya. Siswa diharapkan bisa mengembangkan diri dalam berkomunkasi dan bergotong royong secara efektif dalam dunia kerja.
Kemampuan berkreativitas dan proaktif, peka terhadap lingkungan juga perlu dikembangkan oleh siswa, tentu saja dengan pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Teknik berdiskusi dan berpikir kreatif dalam mengembangkan ide dan gagasan juga harus diasah.
Semoga adanya P5 bertema kebekerjaan dan kewirausahaan tersebut bisa meningkatkan generasi muda bangsa menjadi generasi bertalenta yang menjawab tantangan zaman. Tentu saja semua itu akan efektif jika didukung pula dengan peran serta orangtua dan masyarakat sekitar dalam membina siswa secara berkesinambungan. Semoga.**
*Penulis adalah guru SMK Negeri 2 Pontianak.
Editor : A'an