Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ria Norsan: Simpul Islah Tokoh Nasional Kalbar Untuk Pembangunan Daerah

A'an • Senin, 2 Desember 2024 | 10:04 WIB

 

Dr. Erdi, M.Si
Dr. Erdi, M.Si

Oleh: Dr. Erdi, M.Si

 

PERHELATAN Pilkada Serentak 2024 yang diikuti tiga pasangan calon gubernur sudah usai. Hasil quick count melalui pengumpulan Formulir C-1 mencatatkan rekapan perolehan masing-masing pasangan. Pasangan No. Urut 1 (Sutarmidji-Didi/Kalbar Maju, LanjutAgik) memperoleh sebanyak 919.880 suara (37,71%). Pasangan No. Urut 2 (Ria Norsan-Krisantus Kurniawan/NKRI) memperoleh 1.276.884 suara (52,35%) dan Pasangan No. Urut 3 (Muda-Jakius/Kalbar Menanjak Bahagia) memperoleh sebanyak 242.592 suara (9,94).

Dengan komposisi perolehan hasil sementara seperti di atas, Pasangan NKRI sudah dipastikan akan memenangkan Pilkada Serentak Kalbar 2024 yang penetapannya akan dilakukan oleh KPU Kalbar. Sampai waktunya nanti, Pasangan Ria Norsan dan Krisantus Kurniawan akan diputuskan untuk memimpin Kalbar lima tahun ke depan (2025-2030).

Dengan usainya pilkada; sudah tidak boleh lagi ada kosong satu, kosong dua dan kosong tiga. Semua angka melebur menjadi kosong lima: Pancasila. Sikap gentle pun telah ditunjukkan oleh gubernur terpilih dengan saling chat melalui WA kepada Sutarmidji. Ria Norsan bersama Krisantus di video yang terpisah juga telah menyampaikan ucapan hari ulang tahun disertai doa yang baik kepada Bapak Sutarmidji. Kemudian, Sutarmidji dan Muda Mahendrawan, keduanya juga membalas ucapan selamat kepada Ria Norsan dan Krisantus sebagai pemenang pilgub. Dari cerita ini, sudah tidak ada lagi sekat yang memisahkan kehidupan harmonis di antara pasangan calon gubernur dan wakil gubernur kita.

Sutarmidji tetap dinilai sebagai sosok hebat yang peran dan pikirannya tetap diperlukan untuk membangun Kalbar ke depan; sebagaimana ia telah memperlakukan dengan baik mantan gubernur dua periode sebelumnya, Cornelis saat Bang Midji menjabat sebagai Gubernur Kalbar. Hal yang sama pasti akan dilakukan oleh Ria Norsan dan Krisantus kepada Sutarmidji ketika kelak dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar Periode 2025-2030.

Kemudian, partai politik pengusung di tingkat provinsi, terutama yang mememiliki kursi di DPR-RI, baik dari wilayah pemilihan Kalbar Satu maupun Kalbar Dua, tampaknya belum melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Sutarmidji-Didi dan Muda-Jakius; kecuali DPD Partai Golkar, Maman Abdurachman yang secara tegas menyampaikan ucapan selamat dan dukungan penuh kepada Ria Norsan dan Krisantus Kurniawan sebagai pemenang Pilgub Serentak 2024.

Dengan statemen tegas seperti yang dilakukan Bang Maman, maka sekat yang selama ini membelah mereka selama prosesi pilgub menjadi hancur laksana runtuhnya tembok Berlin di Jerman. Di masa berikutnya, saya berharap ucapan seperti dilakukan Bang Maman akan diikuti oleh para Ketua DPD partai pengusung 01 dan 03 setelah melakukan koordinasi dengan DPP masing-masing, yakni DPD dari PD, Nasdem, PKS, Gerindra, PAN, PSI dan Perindo (Partai Pendukung Paslon 1); sementara Partai Pendukung Paslon 03 adalah PKB, Partai Umat, PBB, Partai Buruh dan Partai Gelora. Kalau tidak bisa semua DPD menyampaikan hal seperti Bang Maman lakukan; paling tidak, dukungan kemenangan kepada Ria Norsan dan Krisantus disampaikan oleh DPD Partai Nasdem, DPD Partai PAN, DPD PKS dan DPD Gerinda sebelum pelantikan Ria Norsan dan Krisantus.

Dengan ucapan itu, menandakan tidak ada lagi sekat yang boleh menjadi penghalang bagi dukungan kepada Ria Norsan dan Krisantus Kurniawan untuk merealisasikan janji politik mereka membangun Kalbar maju dan bermartabat. Itulah hebatnya demokrasi kita, dimana suasana yang sebelum pemelihan sangat panas dan tegang; dapat mencair seketika seusai dilaksanakannya hari pencoblosan.

Konsep islah, sebagaimana ditemui dalam Wikipedia adalah term yang terdapat dalam al-Qur'an dan hadis Rasulullah SAW. Islah ini berasal dari kata ashlaha-yushlihu-ishlahan, yang artinya perbaikan, keselamatan dan perdamaian. Dalam Kamus Besar Umum Bahasa Indonesia, kata islah telah di-Indonesia-kan dengan makna berdamai. Prioritas sosok yang harus “berdamai” dalam konteks ini adalah para tokoh dari Kalbar yang telah bereputasi nasional; di antaranya tokoh dari pihak kosong satu (Cornelis, Lasarus, OSO, Maria Lestari dan A.M. Nasir). Sementara dari pihak kosong dua (Maman Abdurachman, Adrianus Asia Sidot, Boyman Harun, Syarif Abdullah Alkadrie, Ermin Elviani, Yuliansyah, Arief Joni Prasetyo, Alifudin, Aleksius Akim dan Yofid Halim).

Islah dari para tokoh di atas pasca Pilgub Serentak 2024 sangat penting untuk memberikan pembelajaran kepada publik tentang berdemokrasi; sebagaimana dimaksud Hand Blockland (2011) yang mengutip pendapat Robert A. Dahl dalam buku “Pluralism, Democracy and Political Knowledge Robert A. Dahl and his Critics on Modern Politics”.

Mengapa harus islah? Jawabannya tentu terkait dengan percepatan pembangunan di Kalbar. Pasca-pilgub, sudah tidak berlaku lagi sekat atau barrier politik mengingat kebutuhan percepatan pembangunan di Kalbar sangat mendesak. Bilamana Kalbar hanya mengandalkan APBD yang jumlahnya sekitar Rp6,615 triliun maka akan tidak mampu mencukupi kebutuhan riil pembangunan di wilayah yang sangat luas ini.

DKI Jakarta dengan APBD sebesar Rp91,3 triliun saja masih mengharap dukungan pusat. Demikian juga dengan DI Yogyakarta dengan luas wilayah hanya 3.133,15km atau 1/47 kali luas Kalbar (147.307,00 km) mendapat alokasi APBD sebesar Rp5,6 triliun tetap berharap tambahan dan program dengan pembiayaan dari pusat. Kalimantan Timur dengan luas wilayah 48.718,10 km mendapat alokasi APBD sebesar Rp 21 triliun; masih berharap pada transfer program dengan pembiayaan pusat. Provinsi dengan PAD terbesar adalah Jawa Barat dengan luas wilayah 35.377,76 km mendapat alokasi APBD sebesar Rp36,79 triliun dan tetap berharap program nasional masuk ke Jabar.

Di mata pusat, jumlah penduduk tetap menjadi urusan prioritas untuk mendistribusikan keuangan dan program nasional ke daerah. Dengan tidak kompaknya tokoh nasional asal Kalbar, akan semakin mudah bagi pusat untuk menolak usulan dari daerah. Jadi, islah diperlukan untuk mendukung percepatan pembangunan di Kalbar; bukan hanya sekedar mendukung gubernur terpilih. Pelajaran masa lalu di masa kampanye pada Pilkada Serentak 2024 telah membuka mata publik bahwa ternyata di antara tokoh-tokoh kita tidak kompak dalam mengusahakan program pembangunan yang masuk ke daerah.

Ke depan, kita berharap publik tidak ada lagi mendengar tokoh yang tidak kompak dan saling klaim keberhasilan atas pembangunan nasional yang masuk ke kalbar. Melalui dukungan kepada Gubernur Ria Norsan dan Wakil Gubernur Krisantus sebagai hasil final Pilkada Serentak 2024, kita wujudkan percepatan pembangunan daerah dengan memuluskan masuknya program daerah dengan pembiayaan APBN. Selamat bekerja untuk Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar.

Sementara, untuk tokoh-tokoh nasional asal Kalbar, saya harapkan dapat melakukan islah agar  tidak hanya menjadi opini seorang akademisi yang notabene tidak memiliki kewenangan apapun atas opininya.

 

*Penulis adalah Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan  Alumni FISIP Universitas Tanjungpura

Editor : A'an
#pemimpin #kalbar #pilkada 2024