Oleh: Revi Rustiani
KANKER (cancer disease) adalah gangguan kesehatan yang terjadi ketika ada pertumbuhan sel abnormal dan tidak terkendali di dalam tubuh. Pertumbuhan sel kanker tersebut biasanya terjadi pada satu organ tubuh yang tertentu, yang kemudian memiliki kemungkinan untuk menyebar ke bagian tubuh lainnya. Kanker dapat dialami oleh berbagai kalangan, mulai dari usia anak-anak hingga usia lanjut.
Penyebab utama kanker adalah mutasi genetik pada sel di dalam tubuh. Namun, masih belum diketahui secara pasti apa pemicu mutasi genetik tersebut. Meskipun begitu, terdapat sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terserang kanker, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
Beberapa macam kanker seperti kanker payudara, kanker prostat, dan kanker usus besar merupakan jenis kanker yang sering dikaitkan dengan faktor keturunan. Seseorang dengan keluarga yang memiliki riwayat kanker tersebut memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalaminya dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki riwayat keluarga dengan penyakit kanker.
Selain faktor usia ada juga kebiasaan atau gaya hidup yang dapat meningkatkan risiko kanker. Merokok, minum alkohol secara berlebihan, sering terpapar sinar matahari tanpa menggunakan sunscreen paparan yang berlebihan terhadap sinar matahari bisa menyebabkan kanker kulit.
Gejala yang timbul akibat kanker juga bervariasi, tergantung pada jenis kanker dan organ tubuh yang terkena. Beberapa keluhan yang sering dialami penderita kanker adalah muncul benjolan, nyeri di salah satu bagian tubuh, pucat, lemas, dan cepat lelah, berat badan turun secara drastis, batuk kronis, memar dan pendarahan secara spontan, demam yang terus berulang.
Cara mencegah kanker utamanya dilakukan dengan menghindari, serta mengontrol faktor pemicunya. Sejumlah hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker antara lain menjaga berat badan ideal, mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang, berhenti merokok, membatasi konsumsi minuman beralkhohol, rutin berolahraga, menggunakan tabir surya untuk menghindari paparan radiasi dari sinar matahari, menggunakan vaksinasi lengkap secara berkala.
Metode pengobatan kanker akan disesuaikan dengan jenis kanker, tingkat keparahan, efek samping, serta kondisi pasien. Beberapa tindakan medis yang umum dilakukan untuk mengobati kanker di antaranya: operasi, kemoterapi, radioterapi, terapi bertaget, perawatan paliatifasi Selain itu, ada juga perawatan paliatif yang dilakukan untuk meredakan efek samping pengobatan kanker atau tanda dan gejala yang muncul akibat kanker.
Beberapa hasil penelitian tentang hubungan gizi dengan terjadinya beberapa jenis kanker yang diperoleh selama ini diungkapkan secara singkat di antaranya energi dan lemak, jenis kanker yang sering di hubungkan dengan intake lemak yang berlebihan adalah kanker payudara, kanker kolon, dan kanker prostat. Protein, telah ditemukan bahwa rendahnya protein dibawah yang dibutuhkan tubuh dapat menekan terjadinya pertumbuhan kanker.
Makanan berserat, serat dalam makanan akan meningkatkan jumlah fases yang nantinya menurunkan resiko kanker melalui penurunan konsentrasi karsinogen yang potensial. Vitamin, oleh karena itu fungsi vitamin terhadap proteksi kanker, tergantung pada intake, lemak, dan zat gizi lainnya. Mineral, bebrapa mineral telah dihubungkan dengan kejadian kanker seperti kalsium, selenium, dan zinc.
Penjelesan diatas kanker adalah penyakit mematikan yang banyak terjadi di Indonesia. Jutaan orang di seluruh dunia penyebabnya cukup kompleks melibatkan faktor genetik, gaya hidup dan lingkungan gejalanya sering kali tidak spesifik. Namun, perlu memahami tanda-tanda awalnya yang dapat membantu deteksi dini dan pengobatan yang lebih berhasil melalui kesadaran, pencegahan, dan deteksi dini, banyak jenis kanker dapat di atasi dengan efektif. Lakukan pendekatan proaktif seperti menjaga gaya hidup sehat dan konsultasi rutin untuk mengurangi risiko kanker serta mengamankan masa depan kesehatan, selain menerapkan gaya hidup sehat, pertimbangkan juga untuk mempunyai asuransi kesehatan dari prudential. Asuransi ini hadir dengan asuransi kesehatan yang termasuk perlindungan terhadap penyakit kritis seperti kanker. Asuransi kesehatan merupakan instrumen keuangan yang tidak dapat diabaikan karena bisa memberikan keamanan finansial dalam menghadapi kondisi kesehatan yang serius.**
*Penulis adalah mahasiswa Administrasi Kesehatan ITEKES Muhammadiyah Kalimantan Barat.
Editor : A'an