Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Gambar Dunia

A'an • Jumat, 17 Januari 2025 - 09:55 WIB
Tri Septia Kurniawati.
Tri Septia Kurniawati.

Oleh: Tri Septia Kurniawati

 

MATA berperan dalam proses penglihatan ,salah satu organ sensorik terpenting bagi makhluk hidup,organ yang bereaksi terhadap cahaya,dan memiliki banyak fungsi. Di Indonesia banyak sekali  masyarakat yang mengalami gangguan pada mata. Penyakit-penyakit pada mata tidaklah memandang usia. Fungsi tersebut dapat berkurang akibat gaya hidup yang kurang baik. Oleh karena itu,pentingnya kita dapat mengetahui dan mempelajari tentang kesehatan mata. Mata yang sehat yaitu mata yang terbebas dari berbagai penyakit seperti mata kering, katarak, gangguan retina dan berbagai penyakit lainnya yang dapat mengganggu penglihatan seseorang.

Ada pula berbagai jenis penyakit yang terjadi pada mata. Penyakit-penyakit tersebut meliputi degenerasi makula terkait usia, katarak, retinopati diabetik, dan glaukoma. Gangguan mata umum lainnya meliputi ambliopia dan strabismus dan infeksi mata.Infeksi mata adalah penyakit mata yang disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur. Penyebab sakit mata ini dapat menyerang salah satu mata atau keduanya.

Beberapa contoh penyakit mata yang disebabkan infeksi adalah konjungtivitis virus atau bakteri, bintitan, keratitis, trakoma, dan endoftalmitis. Selain itu,sebelum terjadinya berbagai penyakit terdapat gejala-gejala awal dari sakit mata yakni mata merah, terasa nyeri, gatal, kering, berair, pandangan kabur atau berbayang, kepala terasa pusing saat memfokuskan titik penglihatan pada satu objek.

Masalah mata seringkali disebabkan oleh kebiasaan buruk yang tidak kita sadari. Ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang dapat merusak kesehatan mata. Pertama, membaca di tempat gelap. Yakni,  Membaca di area dengan pencahayaan yang minim dapat menyebabkan mata cepat lelah dan memicu gangguan penglihatan dalam jangka panjang. Kedua, penggunaan lensa kontak yang tidak tepat. Memakai lensa kontak terlalu lama, tidur dengan lensa masih terpasang, atau membersihkannya dengan air biasa dapat meningkatkan risiko iritasi dan infeksi pada mata. Ketiga, paparan blue light. Sinar biru yang dipancarkan oleh gadget dapat merusak retina mata, bahkan berpotensi memicu gangguan seperti katarak atau degenerasi makula. Keempat, menggosok mata. Kebiasaan menggosok mata dengan keras bisa merusak pembuluh darah di sekitar kelopak mata, yang dapat menimbulkan masalah lebih lanjut. Kelima, kurang minum air. Dehidrasi dapat mengurangi produksi air mata, yang berakibat pada penglihatan kabur dan mata kering. Keenam. kurang tidur. Tidur yang tidak cukup dapat menyebabkan mata terasa kering, penglihatan kabur, bahkan kedutan dan nyeri pada mata. Ketujuh, pola makan buruk. Pola makan yang tidak sehat dapat mengurangi asupan nutrisi penting bagi mata, seperti vitamin C dan E, seng, serta asam lemak omega-3. Kelima, merokok. Merokok dapat mengganggu sirkulasi darah, yang menghambat pasokan nutrisi dan oksigen ke mata. Hal ini meningkatkan risiko terkena degenerasi makula dan katarak.

Selain kebiasaan buruk, gangguan mata juga dapat disebabkan oleh berbagai faktor medis, seperti kelainan refraksi (miopi, hipermetropi, astigmatisme), infeksi mata (konjungtivitis, hordeolum, keratitis, blefaritis), serta kelelahan mata akibat penggunaan gawai yang berlebihan, membaca terlalu lama, atau kurang tidur.

Penggunaan lensa kontak, jika digunakan terlalu lama dan tidak dijaga kebersihannya. Pola hidup yang tidak sehat seperti kurang mengonsumsi makanan sehat dan bergizi. Usia semakin tua usia seseorang, maka semakin menurun pula kualitas fungsi mata. Genetik beberapa penyakit mata bisa diturunkan. Penyakit tertentu seperti diabetes atau tumor yang memiliki komplikasi yang mempengaruhi penglihatan.

Hipertensi, tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke kecil pada mata atau oklusi vena. Alergi membuat mata menjadi berair dan gatal. Setelah mengetahui berbagai gejala, sebab, dan penyakit mata, tentu harus mengetahui cara menjaga kesehatan mata. Hal-hal yang harus diterapkan dalam menjaga kesehatan mata yaitu istirahatkan mata. Setiap 20 menit menatap layar gadget, istirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat objek yang berjarak 20 kaki atau sekitar 6 meter. Batasi penggunaan gadget,batasi penggunaan gadget, terutama sebelum tidur. Pastikan pencahayaan cukup, pastikan ruangan tempat membaca atau bekerja memiliki pencahayaan yang cukup.

Gunakan kacamata pelindung. Gunakan kacamata hitam saat di luar ruangan untuk melindungi mata dari paparan sinar matahari. Periksakan mata secara rutin. Pemeriksaan rutin ke dokter spesialis mata untuk mendeteksi masalah kesehatan mata secara dini. Makan makanan sehat yang kaya vitamin A, C, E, dan zinc, seperti wortel, ubi jalar, dan bayam.

Jaga kebersihan mata dan hindari menggosok mata. Merawat lensa kontak dengan baik. Jika menggunakan lensa kontak, ikuti petunjuk dokter mata dan produsen lensa kontak dalam hal perawatan dan penggantian lensa. Hati-hati saat menggunakan make up, pastikan untuk selalu menggunakan kuas yang bersih dan telah dicuci, setiap kali menggunakannya.**

 

*Penulis adalah mahasiswa S1 Administrasi Kesehatan ITEKES Muhammadiyah Kalbar.

Editor : A'an
#kesehatan mata