Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Dampak Buruk Junk Food untuk Kesehatan Tubuh

A'an • Senin, 20 Januari 2025 | 09:44 WIB
Indi Wahyu Fatmawati .
Indi Wahyu Fatmawati .

Oleh: Indi Wahyu Fatmawati 

 

JUNK food disebut makanan instan atau makanan cepat saji yang kini telah berkembang pesat di persaingan Perusahaan makanan di Indonesia. Makanan cepat saji dinilai Sebagian orang lebih efektif terhadap waktu dan mudah ditemukan, bukan itu saja, makanan cepat saji juga memiliki cita rasa yang lezat ditambah juga harga nya yang terjangkau. Makanan cepat saji sudah lama mengundang kontroversi di negara kita karena terungkapnya beberapa dampak buruk yang ia miliki. Dampak itu disebabkan oleh kandungan zat-zat berbahaya di dalam makanan instan seperti lilin yang ada pada mie instan. Tak berhenti disitu, nyatanya didalam makanan cepat saji terkandung bahan pengawet dan penyedap yang kini disebut micin.

Fenomena kata micin kini mendadak kerap digunakan para remaja hingga dewasa bila seseorang mengalami hal- hal yang kurang normal. Maksud dari hal kurang normal itu seperti seseorang yang telat berpikir, lama menjawab bila diajak bicara dan lain sebagainya.

Berikut adalah risiko yang dapat disebabkan oleh seringnya konsumsi junk food. Pertama, meningkatkan risiko penyakit pencernaan karena junk food mengandung minyak serta pedas yang dapat meningkatkan kadar keasaman pada lambung yang kemudian menyebabkan iritasi. Selain itu junk food dapat meningkatkan risiko terkena gastroesophageal reflux disease (Gerd), dan irritable bowel syndrome (IBS), keluhan pada pencernaan, yang bisa berupa sakit luar biasa di perut, perut kembung, dan bersifat kambuhan.

Kedua, Meningkatkan risiko penyakit jantung karena junk food dapat meningkatkan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah yang merupakan faktor utama penyebab penyakit jantung. Selain itu, lemak tinggi yang tidak terurai dapat menyebabkan obesitas merupakan salah satu faktor risiko terhadap serangan jantung. Ketiga, Meningkatkan risiko terkena penyakit ginjal; junk food umumnya memiliki kandungan garam dan bumbu perasa yang tinggi sehingga dapat meningkatkan tekanan darah dan selanjutnya memengaruhi fungsi ginjal.

Keempat, Meningkatkan risiko kerusakan hati junk food mengandung lemak tinggi yang dapat menyebabkan pengendapan lemak di hati, terakumulasi, yang selanjutnya dapat menyebabkan gangguan  fungsi hati. Kelima, Meningkatkan risiko terhadap diabetes tipe 2 konsumsi junk food, menyebabkan kerja berat pada sistem metabolisme hal ini dapat mengurangi sensifitas insulin dan  memengaruhi kemampuan tubuh untuk menggunakan insulin serta memengaruhi kemampuan tubuh untuk menggunakan insulin dengan benar. Keenam, meningkatkan risiko terkena kanker terlalu banyak mengonsumsi makanan junk food yang tinggi gula dan lemak dapat meningkatkan risiko terkena kanker korektoral.

Dalam mengonsumsi junk food juga ada aturannya yakni, kurangi porsi makanan junk food, seimbangkan asupan nutrisi setelah makan junk food, konsumsi sayuran atau buah-buahan setelah mengkonsumsi junk food, upayakan untuk konsumsi buah dan sayur dalam keadaan segar, hindari minuman beralkohol dan merokok. Selain mengimbangi dengan makan sayuran dan buah-buahan, bisa dibantu juga dengan penambahan asupan suplemen vitamin yang tidak berlebihan, serta perbanyak minum air putih. Dengan begitu berbagai risiko penyakit dari junk food dapat kita hindari.

*Penulis adalah Mahasiswa Administrasi Kesehatan Itekes Muhammadiyah Kalimantan Barat

Editor : A'an
#kesehatan tubuh #junk food