Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Bijak Membeli Makanan Dan Minuman

A'an • Rabu, 22 Januari 2025 | 10:18 WIB
Rismayani.
Rismayani.

Oleh: Rismayani

 

PADA saat ini banyak minuman yang dapat ditemui di sepanjang jalan. Minuman-minuman tersebut dijual dengan kemasan yang menarik, isi yang lebih banyak dan bahkan harga yang terjangkau untuk semua kalangan masyarakat.

Dengan berbagai kelebihan tersebut, tentu kita harus ingat dan berhati-hati juga demi menjaga kesehatan. Minuman yang dibuat dengan tidak higienis tentu sangat merugikan bagi pembeli. Sehingga tidak salah kita harus pandai-pandai dan jeli dalam membeli berbagai macam minuman tersebut.

Contoh pada kasus yang sering terjadi misalnya penjual minuman teh manis yang menggunakan pemanis buatan secara berlebihan. Dampak dari pemanis yang berlebihan berisiko terjadinya, diabetes. Kandungan gula yang tinggi dalam es teh manis dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang berkelanjutan dan  meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Selain itu berpotensi terjadinya obesitas. Asupan gula berlebih berkontribusi pada penambahan berat badan dan obesitas yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan gangguan metabolisme lainnya. Dapat juga berdampak kerusakan gigi. Gula adalah penyebab utama kerusakan gigi dan masalah gusi.

Minuman yang dijual di pinggiran jalan sangat mudah terkontaminasi oleh berbagai jenis bakteri yang dapat membahayakan kesehatan tubuh. Salah satu bakteri yang sering terjadi seperti enterobacteriaceae, yang dapat menyebabkan penyakit abses hepar pyogenik dan penyakit diare.

Virus initerus meningkat selama beberapa dekade terakhir (Guzman-Otazo et al.,2019). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung misalnya, kejadian diare hingga bulan Juli 2013 mencapai 8.375 kasus (Dinkes Lampung, 2014). Prevalensi kejadian diare pada tahun 2018 meningkat mencapai 5 persen dari total populasi dewasa dan 10 persen kejadian pada balita (Kemenkes RI, 2019).

Kontaminasi bakteri ini dapat diperoleh dari air minum yang digunakan untuk pembuatan teh es salah satunya air isi ulang. Kualitas air minum isi ulang di Bandar Lampung dan Lampung Selatan tidak memenuhi syarat berdasarkan Permenkes R.I. No. 492/menkes/Per/IV/2010 tentang keberadaan bakteri dalam air minum (Huda, 2010; Permenkes RI, 2010).

Ciri-ciri jika seseorang terkena diare bisa dilihat melalui, mual, muntah, demam, perut kembung, nyeri perut dan kram, nafsu makan hilang, tekstur feses encer. Kesehatan juga merupakan tanggung jawab kita bersama. Bukan hanya tanggung jawab sendiri, karna dengan kita hidup sehat dengan lingkungan yang bersih, kita dapat dapat menstabilkan kesehatan mental, kebal dari risiko terkena penyakit, akan memunculkan energi positif. Jadi mulai sekarang marilah kita bersama-sama menjaga pola hidup sehat dan menjaga lingkungan semi kenyamanan bersama.**

 

*Penulis adalah mahasiswa Administrasi Kesehatan ITEKES Muhammadiyah Kalbar.

Editor : A'an
#kesehatan tubuh #minuman kemasan