Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Perempuan Hebat, Perempuan Bisa

A'an • Rabu, 12 Maret 2025 | 10:16 WIB
Oleh: Safaruddin Harefa, S.H., M.H
Oleh: Safaruddin Harefa, S.H., M.H

 

Oleh: Safaruddin Harefa, S.H., M.H

 

SETIAP tanggal 8 Maret, dunia memperingati Hari Perempuan Internasional, sebuah momentum untuk merefleksikan perjuangan panjang perempuan dalam meraih kesetaraan dan keadilan sosial. Peringatan ini tidak hanya sebatas simbol penghormatan, tetapi juga pengingat bahwa perempuan memiliki peran signifikan dalam kehidupan sosial, ekonomi, budaya, dan politik. Di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis, perempuan terus menunjukkan kemampuannya yang luar biasa, membuktikan bahwa mereka mampu mengisi ruang-ruang strategis yang dulu dianggap tabu untuk perempuan.

"Perempuan Hebat, Perempuan Bisa" merupakan slogan inspiratif yang merefleksikan kekuatan, ketahanan, serta semangat pantang menyerah perempuan di seluruh dunia. Hebat bukan berarti tanpa tantangan. Justru kehebatan perempuan semakin terlihat nyata dalam bagaimana mereka menghadapi berbagai tantangan struktural, sosial, dan budaya. Perempuan bisa menggambarkan potensi besar yang dimiliki perempuan dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, politik, bisnis, hingga sektor informal yang sering kali luput dari perhatian kebijakan publik.

Dalam konteks ini, perlu disadari bahwa banyak perempuan yang bekerja di sektor informal mengalami ketidakadilan sosial. Mereka bekerja dalam kondisi tanpa perlindungan yang jelas, menghadapi risiko eksploitasi, diskriminasi, dan minim akses terhadap jaminan sosial. Padahal, sektor informal seperti pedagang kaki lima, pekerja rumahan, buruh migran, asisten rumah tangga, hingga pekerja sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi mikro yang menopang perekonomian keluarga dan bangsa.

Perempuan pekerja sektor informal menghadapi tantangan yang kompleks. Mereka sering kali bekerja lebih dari delapan jam sehari, tanpa upah yang layak, tanpa jaminan kesehatan, keselamatan kerja, atau jaminan hari tua. Di tengah perjuangan sehari-hari ini, perempuan-perempuan hebat tersebut masih harus menghadapi stigma sosial bahwa pekerjaan mereka dianggap remeh, tidak bernilai tinggi, atau sekadar pelengkap perekonomian keluarga. Pandangan ini tentu tidak adil dan tidak menghargai kontribusi nyata mereka dalam pembangunan ekonomi.

Oleh karena itu, Hari Perempuan Internasional kali ini harus menjadi momen advokasi yang kuat untuk memastikan hak-hak pekerja perempuan di sektor informal diakui dan dilindungi. Kesetaraan gender harus diwujudkan tidak hanya melalui narasi tetapi melalui tindakan nyata berupa regulasi dan kebijakan publik yang pro-perempuan. Pemerintah harus memastikan perlindungan hukum yang jelas bagi pekerja informal perempuan, termasuk hak atas upah yang adil, kondisi kerja yang manusiawi, akses terhadap perlindungan sosial seperti BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan, serta perlindungan dari kekerasan dan pelecehan di tempat kerja.

Selain perlindungan hukum, edukasi juga menjadi kunci penting. Perempuan yang bekerja di sektor informal harus diberikan akses terhadap pendidikan dan pelatihan yang memungkinkan mereka meningkatkan kapasitas diri. Dengan peningkatan kapasitas dan keterampilan, perempuan pekerja sektor informal dapat memiliki daya tawar yang lebih tinggi dan perlindungan yang lebih baik dari eksploitasi ekonomi maupun sosial.

Kesadaran sosial juga perlu ditingkatkan melalui kampanye edukatif agar masyarakat lebih menghargai kontribusi perempuan pekerja sektor informal. Perubahan paradigma ini penting untuk membangun ekosistem yang mendukung pemberdayaan perempuan secara menyeluruh, bukan hanya formalitas simbolik semata. Keterlibatan masyarakat sipil, organisasi perempuan, dan komunitas lokal juga sangat penting dalam memperjuangkan hak-hak perempuan pekerja informal agar suara mereka terdengar hingga ke tingkat pengambil kebijakan.

Sejarah telah membuktikan bahwa perempuan memiliki peran sentral dalam setiap perjuangan sosial. Kini, saatnya seluruh elemen masyarakat bersinergi untuk memastikan bahwa perempuan, khususnya yang bekerja di sektor informal, dapat menikmati hak-hak yang sama dan merasakan manfaat pembangunan secara inklusif dan berkelanjutan.

Akhirnya, memperingati Hari Perempuan Internasional bukan sekadar selebrasi simbolis, tetapi harus menjadi momentum konkret untuk terus bergerak maju, memperkuat komitmen dalam mewujudkan keadilan sosial, kesetaraan gender, serta penghargaan penuh terhadap perempuan pekerja sektor informal. Perempuan hebat adalah perempuan yang berdaya; perempuan bisa adalah perempuan yang didukung oleh lingkungan sosial yang adil, bermartabat, dan setara. Mari berjuang bersama untuk mewujudkannya.**

 

*Penulis adalah dosen Prodi Hukum Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura; Peneliti Tanjungpura Law Research Center Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura; Tim Advokasi Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPK PT) Universitas Tanjungpura.

Editor : A'an
#Hari Perempuan Internasional #perempuan hebat