Oleh: Prima Trisna Aji*
Setiap manusia diciptakan oleh Allah SWT yang akan menjadi khalifah di Bumi, dimana khalifah merupakan pemimpin tertinggi di bumi. Manusia tinggal di bumi, mengurus bumi, mengatur seisi bumi dari tanah, makan, pakaian, hasil bumi, tambang, dan lainnya sehingga makhluk ciptaan Allah SWT yang lain yaitu iblis menjadi iri. Iblis merasa bahwa dirinya terbuat dari api dan lebih pantas memimpin bumi daripada manusia itu sendiri yang hanya terbuat dari tanah.
Bahkan karena sifat sombongnya, iblis diusir oleh Allah SWT dari surga dan dilaknat akan menjadi penghuni Neraka Jahanam yang abadi.
Makhluk Allah SWT lainnya adalah malaikat, makhluk ciptaan Allah SWT yang terkenal dengan kepatuhan serta tunduknya kepada Allah SWT. Namun, Malaikat tidak diberikan sifat hawa nafsu dari Allah SWT.
Manusia diberikan sifat hawa nafsu. Makhluk Allah SWT yang lainnya yang diberikan hawa nafsu adalah binatang untuk melakukan aktivitasnya setiap hari tanpa batas. Perbedaannya manusia dan binatang meskipun sama–sama memiliki hawa nafsu, tetapi manusia diberikan oleh Allah SWT rasa kendali diri yang disebut dengan akhlak. Manusia mempunyai rasa malu sedangkan binatang sendiri diciptakan oleh Allah SWT tanpa rasa malu. Binatang tidak mempunyai rasa malu ketika telanjang. Binatang tidak mempunyai rasa malu dalam berkembang biang dengan lawan jenis di tempat umum. Tidak malu untuk memangsa binatang yang lain.
Meskipun begitu, memasuki zaman modern saat ini, pada tahun 2025 dari data penelitian menunjukkan bahwa rasa malu pada manusia sedikit demi sedikit mulai luntur serta menghilang. Bagaimana tidak? Dari data penelitian terbaru dari WHO melaporkan bahwa sekitar 21 juta wanita remaja di seluruh dunia mengalami kehamilan setiap tahun, dan 49 persen di antaranya adalah kehamilan di luar nikah.
Sedangkan di Indonesia, data penelitian menunjukkan bahwa kehamilan di luar nikah merupakan masalah serius, terutama di kalangan remaja, dengan angka yang signifikan. Beberapa studi menunjukkan bahwa sekitar 49 persen kehamilan pada remaja (15-19 tahun) adalah di luar nikah. Faktor-faktor seperti kurangnya pendidikan seks, pergaulan bebas, dan pengaruh lingkungan sosial sering menjadi penyebabnya.
Belum lagi kasus viral yang terbaru pada tahun 2025, seorang remaja wanita melahirkan di sebuah warung batu bara di Sumatera Utara pada malam hari tanpa bantuan apapun. Bahkan, bayi tersebut dibuang tanpa pelindung apapun di rumah orang yang tidak dikenal. Kasus selanjutnya adalah pembunuhan anak kepada ibu kandung, kemudian kasus pembunuhan anak kepada ayahnya dengan menabrak mobil sampai meninggal di daerah jalan raya Kampung Baru, Kecamatan Pariaman Timur Kota Pariaman. Tentunya hal ini membuat miris bagi kita.
Belum ditambah pergaulan beberapa artis Indonesia yang sudah mulai mengadopsi gaya hidup orang – orang barat seperti kumpul kebo, sex bebas, narkoba, hingga gaya hidup mewah dugem. Sangat memprihatinkan artis atau publik figur yang seharusnya menjadi role model atau contoh malah membuat contoh yang buruk bagi fansnya.
Belum lagi ada seorang guru muda dari daerah Jember yang pernah viral karena video tanpa busanannya, dimana sekarang menjadi eksis menjadi penyanyi yang di blow up pada salah satu stasiun TV swasta. Hal ini tentunya akan menjadi preseden buruk bagi para penggemar mereka serta bagi anak muda di Indonesia. Fenomena sex bebas bagi artis juga sudah mulai menjadi suatu hal kewajaran di media sosial. Padahal ketika menuruti hawa nafsu tersebut tidak akan ada habisnya.
Kita sebagai manusia yang diciptakan oleh Allah SWT memiliki sebuah “kontrol” dimana fungsinya adalah sebagai pengendali bagi hawa nafsu. Ketika mengikuti nafsu, itu seperti meminum air laut. Semakin banyak meminumnya, akan menjadi lebih dahaga dan kehausan. Bahkan, ketika terus dituruti maka rasa haus itu akan semakin menggila. Hingga pada akhirnya akan meninggal dunia karena kegagalan organ karena kekurangan cairan dehidrasi berat.
Kita posisikan apabila kita melakukan sex bebas, mau sampai kapan akan melakukannya? Apakah harus menunggu sampai terkena penyakit HIV, sifilis, dan penyakit mematikan yang lain. Ataukah sampai menangis darah karena hamil diluar nikah sehingga membuat malu seluruh keluarga besar? Berapa kasus aborsi membunuh bayi yang tidak berdosa karena pergaulan bebas?
Data terbaru tahun 2024 sendiri di Indonesia, jumlah kasus aborsi diperkirakan antara 750.000 hingga 1.500.000 setiap tahun, yang sebagian besar dilakukan secara ilegal. Sekitar 2.500 kasus aborsi berujung pada kematian. Melihat data tersebut, apakah kita ingin mati konyol?
Kemudian, kasus remaja karena kecanduan menonton film porno? Banyak efek yang bisa ditimbulkan karena menonton film porno tersebut? Dari rusaknya otak secara permanen, meningkatnya kasus kekerasan seksualitas, meningkatnya kejadian hamil diluar nikah hingga kasus depresi akibat menonton film porno. Komisi Perlindungan Anak (KPA) mengungkapkan 97 persen remaja pernah menonton atau mengakses pornografi. Hasilnya menunjukkan bahwa 62,7 persen remaja pernah melakukan hubungan badan, atau ML remaja.
Selain merugikan secara fisik dan psikologis, menonton film porno merupakan dosa besar yang efeknya akan menyebabkan degradasi mental rohani secara terus menerus dan menyebabkan kerasnya hati. Sehingga ketika hati seseorang menjadi keras, maka seseorang tersebut akan sulit dinasehati. Sehingga akan membuat seseorang keras kepada dan gampang emosian terhadap seseorang.
Belum lagi kasus kecanduan narkoba di Indonesia yang semakin tahun terus meningkat. Efek kecanduan kasus narkoba membuat penggunannya menjadi kecanduan melakukan kegiatan kriminalitas serta berakhir dengan bunuh diri.
Selama masih bernapas di bumi, tidak ada kata terlambat. Mari semua yang sudah terlanjur melakukan kegiatan yang menyimpang, taubatan nasuha. Bangkit dan berusaha ikhtiar supaya bisa terbebas dari kecanduan itu semua. Kita harus bangkit sekarang, kalau tidak sekarang mau kapan lagi? Apakah harus menunggu hingga jasad kalian terkubur tanah di makam. Mari bangkit, ikhtiar, ke psikiater, meningkatkan ibadah salat wajib, berzikir, sedekah, kembali kepada Allah SWT. Lebih baik kita sadar mulai dari sekarang sebelum terlambat, bahwa sesungguhnya keinginan orang yang sudah mati adalah ingin dibangkitkan walau sedetik saja beribadah kepada untuk sedekah, sujud kepada Allah SWT, dan bertaubatan nasuha.**
*Penulis adalah dosen Prodi Spesialis Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang.
Editor : Miftahul Khair