Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Peran Orang Tua dalam Mencegah Kenakalan Remaja

Hanif PP • Rabu, 30 April 2025 | 02:22 WIB
Dr. Elinda Rizkasari, S.Pd., M.Pd
Dr. Elinda Rizkasari, S.Pd., M.Pd

Oleh: Dr. Elinda Rizkasari, S.Pd., M.Pd

Kasus kenakalan remaja di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Jika dahulu kenakalan remaja hanya sebatas sikap tidak patuh terhadap orang tua, kini bentuk kenakalan tersebut telah meluas mencakup tawuran, penyalahgunaan narkoba, konsumsi minuman keras, hingga perilaku tidak senonoh dan kekerasan seksual.

Data dari tahun 2024 menunjukkan bahwa kekerasan, khususnya kekerasan seksual dan tindak kriminal, mendominasi kasus kenakalan remaja. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mencatat sekitar 8.000 kasus kekerasan terhadap remaja, sementara Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima 2.057 pengaduan, dengan 954 kasus di antaranya ditindaklanjuti. Bahkan, sejak awal tahun 2025, ratusan anak telah terlibat dalam tindak kriminal.

Modernisasi telah membuat akses informasi begitu mudah melalui telepon genggam. Sayangnya, kemudahan ini tidak dibarengi dengan kontrol yang memadai. Upaya Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk membatasi akses terhadap situs ilegal seperti judi online dan konten dewasa, masih dapat dibobol remaja melalui aplikasi yang tersedia di platform digital.

Sebuah studi dari KemenPPPA menunjukkan bahwa 62,3 persen anak perempuan dan 66,6 persen anak laki-laki di Indonesia pernah menyaksikan konten pornografi secara daring. Fakta ini sangat memprihatinkan dan menuntut perhatian serius, terutama dari para orang tua.

Selain kemajuan teknologi, faktor lingkungan dan pergaulan juga turut memengaruhi perilaku remaja. Tidak sedikit anak yang mengalami fase pemberontakan akibat lingkungan pergaulan yang salah. Di sinilah peran orang tua menjadi sangat penting dalam mencegah anak terjerumus ke dalam pergaulan bebas.

Secara umum, penyebab kenakalan remaja dapat dibagi menjadi dua faktor. Pertama, faktor internal, seperti gangguan emosional, rendahnya rasa percaya diri, dan rasa ingin tahu yang tidak terkontrol. Kedua, faktor eksternal, meliputi kurangnya peran keluarga, pengaruh teman sebaya, media, serta kondisi ekonomi yang kurang mendukung.

Salah satu masalah yang turut memperburuk kondisi ini adalah persepsi sebagian orang tua yang menganggap bahwa tanggung jawab mendidik anak sepenuhnya ada pada sekolah. Akibatnya, mereka cenderung lepas tangan terhadap perkembangan emosional dan sosial anak. Padahal, anak yang merasa kurang mendapat perhatian dari orang tua akan mencari pelampiasan di luar, yang belum tentu memberikan pengaruh positif.

Oleh karena itu, peran orang tua sebagai pelindung utama sangatlah penting. Orang tua harus menjadi garda terdepan dalam menjaga anak-anak mereka dari pengaruh negatif lingkungan.

Beberapa langkah konkret yang dapat dilakukan orang tua untuk mencegah kenakalan remaja. Pertama, membangun komunikasi yang baik. Remaja membutuhkan ruang untuk berbicara dan mencurahkan perasaannya. Orang tua yang terbuka dan komunikatif akan lebih mudah menjadi tempat curhat yang aman bagi anak. Kedua, meluangkan waktu bersama anak. Kegiatan bersama keluarga dapat memperkuat ikatan emosional, mencegah kesenjangan hubungan, dan membantu anak merasa dihargai dan dicintai. Ketiga, mendukung hobi dan minat anak.

Memberikan dukungan terhadap minat anak akan menumbuhkan rasa percaya diri dan membantu mereka menyalurkan energi secara positif. Keempat, membuat aturan dan batasan yang jelas. Aturan yang konsisten dapat menjadi panduan bagi anak dalam bersikap dan mengambil keputusan. Kelima, memberikan pemahaman tentang risiko dan konsekuensi. Pengetahuan tentang akibat dari tindakan negatif akan membantu anak lebih bijak dalam bertindak serta menumbuhkan rasa tanggung jawab. Keenam, mengakses layanan konseling profesional bila diperlukan. Konseling dari ahli dapat membantu mengatasi masalah mental dan emosional anak, serta menjadi solusi bagi kenakalan remaja yang sudah terjadi.

Dengan keterlibatan aktif dan perhatian penuh dari orang tua, kenakalan remaja dapat dicegah sedini mungkin. Generasi muda adalah aset bangsa; sudah menjadi tanggung jawab bersama, terutama orang tua, untuk membentuk karakter mereka ke arah yang positif.**

 

*Penulis adalah dosen Program Studi PGSD, Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta.

Editor : Hanif
#indonesia #kpai #KemenPPPA #narkoba #Kekerasan Seksual #minuman keras #tawuran #kenakalan remaja #tidak patuh