Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Guru Stecu

Hanif PP • Kamis, 15 Mei 2025 - 10:32 WIB
P. Adrianus Asisi
P. Adrianus Asisi

Oleh P. Adrianus Asisi

Lagu stecu stecu dengan penyanyi Faris Adam viral di media sosial terutama tiktok, dan pasti memiliki rating sangat tinggi. Hal ini terbukti lagu ini ditonton oleh jutaan kali versi YouTube dan Spotify, serta paling banyak digunakan sebagai backsound dari pelbagai konten kreatif oleh para penggawa kreatif konten.

Stecu-stecu merupakan frase dalam refrain dari lagi dengan judul Stecu. Judul stecu, akronim dari kata stelan cuek. Lagu yang dinyanyikan Faris Adam berasal dari Maluku Utara (berbahagialah dia) ditulis oleh Farid Egall dan diproduseri oleh RPVI sekaligus penanggung jawab atas proses mixing dan mastering lagu ini.

Gambaran lagu ini ialah kisah percintaan anak muda yang jatuh cinta pada pandangan pertama pada seorang cewek. Walau ceweknya suka juga, tetapi memilih sikap cuek atau acuh tak acuh. Sebagai cewek hal ini penting dilakukan dalam menjaga citra diri agar tidak terlihat cewek gampangan.

Itulah gambar lagu viral dengan dengan judul Stecu stecu itu. Lalu, penulis melakukan idiomisasi terhadap kata “STECU” tersebut. Ijinkan saya, karena Stecu merupakan idiom dari kata stelan cuek. Penulis kombinasikan dengan Guru yang juga idiom dari bahasa Jawa, “digugu lan ditiru”. Guru Stecu dapat dimaknakan beragam, tapi penulis memilih Guru Stecu menggambarkan sifat positif dalam mengajar dari Guru yang Senang hati, Guru Tenang, Guru Efektif, Guru Cerdas, Guru Ulet.

Guru Senang hati dapat menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung. Guru Senang hati dapat meningkatkan motivasi siswa, membangun hubungan yang baik dengan siswa, membuat pembelajaran lebih menyenangkan, dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar.

Guru Senang hati juga dapat menjadi contoh yang baik bagi siswa dalam mengembangkan sikap positif dan menghargai proses belajar. Karakteristik guru senang hati dapat meliputi Sabar dan peduli; positif dan optimis; memahami dan menghargai perasaan siswa; menyesuaikan metode pengajaran dengan kebutuhan siswa dan situasi kelas, serta selalu bersedia membantu siswa yang membutuhkan, baik dalam hal akademis maupun non-akademis.

Guru Tenang dapat diartikan sebagai guru yang memiliki sifat tenang dan sabar dalam mengajar. Beberapa kelebihannya berikut. Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan nyaman bagi siswa untuk belajar. Guru tenang dapat mengelola kelas dengan efektif. Guru yang tenang dapat mengelola kelas dengan baik, sehingga siswa dapat fokus pada materi pelajaran.

Guru yang tenang dapat membangun hubungan yang baik dengan siswa sehingga siswa merasa nyaman dan percaya diri dalam bertanya atau berdiskusi. Mengurangi stres dan kecemasan siswa, sehingga siswa dapat belajar dengan lebih efektif. Jadi, Guru Tenang juga dapat menjadi contoh yang baik bagi siswa dalam mengelola emosi dan menghadapi tantangan.

Guru Efektif adalah guru yang dapat mengajar dengan cara yang efektif dan efisien, sehingga siswa dapat memahami materi pelajaran dengan baik dan mencapai tujuan pembelajaran. Adapun, karakteristik guru efektif yaitu menggunakan metode pengajaran yang variatif dengan menggunakan berbagai metode pengajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa yang berbeda-beda. Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif yang mampu menciptakan suasana kelas yang nyaman dan kondusif bagi siswa untuk belajar. Mampu Menggunakan teknologi dengan bijak demi peningkatan kualitas pengajaran dan membuat pembelajaran lebih menarik.

Guru yang efektif sanggup memberikan umpan balik yang konstruktif mampu memberikan umpan balik yang konstruktif kepada siswa untuk membantu mereka memahami kekuatan dan kelemahan mereka. Dan, dapat mengembangkan kurikulum yang relevan sesuai kebutuhan siswa dan masyarakat. Sehingga dapat meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa untuk mencapai potensi mereka secara maksimal.

Guru Cerdas adalah guru yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang luas dan mendalam dalam bidangnya, serta mampu mengajar dengan cara yang efektif dan inovatif. Karakteristik guru cerdas antara lain, pengetahuan yang mendalam dalam bidangnya, sehingga dapat memberikan penjelasan yang jelas dan akurat kepada siswa. Keterampilan mengajar yang efektif, sehingga dapat membuat siswa memahami materi pelajaran dengan baik.

Baca Juga: Partisipasi Semesta Menuju Pendidikan Bermutu untuk Indonesia

Kreativitas dalam mengajar yang kreatif dan inovatif untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan efektif. Kemampuan adaptasi dengan menyesuaikan metode pengajaran dengan kebutuhan dan kemampuan siswa yang berbeda-beda. Kemampuan memotivasi siswa untuk belajar dan mencapai potensi mereka secara maksimal. Jadi, Guru cerdas juga dapat menjadi contoh yang baik bagi siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan analitis.

Guru Ulet dapat diartikan sebagai guru yang memiliki sifat ulet atau gigih dalam mengajar dan mendidik siswa, dengan kelebihan guru berikut. Pertama, ketekunan dalam mengajar, karena tidak mudah menyerah dan terus berusaha untuk membantu siswa memahami materi pelajaran. Kedua, kemampuan mengatasi kesulitan. Guru ulet dapat mengatasi kesulitan yang dihadapi siswa dan membantu mereka menemukan solusi. Ketiga, kesabaran dalam mengajar. Guru ulet memiliki kesabaran yang tinggi dalam mengajar, sehingga dapat membantu siswa yang memiliki kemampuan belajar yang berbeda-beda. Keempat, kemampuan membangun hubungan yang baik. Guru ulet dapat membangun hubungan yang baik dengan siswa, sehingga siswa merasa nyaman dan percaya diri dalam bertanya atau berdiskusi. Jadi, guru ulet dapat menjadi contoh yang baik bagi siswa dalam mengembangkan sifat gigih dan pantang menyerah dalam mencapai tujuan.

Guru Stecu artinya guru yang memiliki sifat positif dalam mengajar para siswa tanpa memandang IQ, latar belakang lainnya, pintar-bodoh dan pelbagai sterotipe negatif lain, karena dia memandang manusia yang harus dididik, dimanusiakan. Semoga.**

 

*Penulis adalah guru SMP/SMA Santo Fransiskus Asisi Pontianak; alumnus TEP FKIP Untan Kalbar.

Editor : Hanif
#guru #Guru Efektif #Guru Cerdas Digital #lingkungan belajar #Stecu