Oleh : Agus Wahidi, S.Pd, M.Pd.*
Pembelajaran mendalam sebagai formula mengatasi permasalahan pendidikan yang ada di Indonesia. Badai covid yang melanda salah satu nya membawa efek mindset atau pola pikir peserta didik kepada hal yang instan. Pola pikir menghadapi tantangan yang melemah karena terfasilitasi banyaknya teknologi yang memanjakan sehingga dapat mempengaruhi mindset menghadapi permasalahan yang ada dan nyata dalam kehidupan sehari hari.
Kesiapan menghadapi kemajuan jaman yang serba digital dan instan salah satunya dengan mengubah mindset murid pada mindset yang bertumbuh (growth mindset). “Jika engkau mengubah mindset mu maka kamu akan dapat merubah dunia sekitarmu,” kata Steve Maraboli, veteran militer AS yang menjadi seorang inovator.
Betapa sangat dahsyatnya pengaruh mindset pada kehidupan seseorang. Maka pembelajaran mendalam mengedepankan perubahan mindset pada mindset bertumbuh atau growth mindset. Sehingga hal ini tertuang dalam naskah akademik Pembelajaran Mendalam yaitu prinsip pembelajaran mendalam salah satunya adalah mindful learning atau berkesadaran. Murid secara sadar keluar dari motivasi dalam dirinya untuk selalu belajar dan belajar.
Bagaimana implementasinya dalam pembelajaran yang dilakukan oleh seorang guru di kelas? Maka seorang guru harus mendalami memahami dulu tentang kerangka kerja pembelajaran mendalam yaitu praktik paedagogik, lingkungan belajar, kemitraan belajar dan pemanfaatan digital yang semuanya tertuang dalam proses pembelajaran dan suasana pembelajaran yang memberi pengalaman belajar memahami, menerapkan, dan merefleksi. Pengalaman belajar ini merupakan siklus yang membawa murid untuk selalu belajar dan belajar serta bertambah kualitasnya (mindful).
Sebagai seorang pengawas sekolah SMA, dengan latar belakang sebagai guru SMA bidang studi kimia, penulis merekomendasikan penggunaan model pembelajaran role playing pada mata pelajaran kimia materi elektrokimia sebagai salah satu praktik paedagogik. Pembelajaran dengan model role playing ini menggunakan prinsip analogi yang membuat suasana belajar yang menggembirakan, bermakna dan menuntut berkesadaran dalam menggunakan pikiran mereka. Pengalaman belajar memahami, menerapkan dan merefleksi dapat diberikan guru kepada murid dengan model ini.
Kerangka kerja pembelajaran mendalam salah satunya adalah praktik paedagogik. Praktik paedagogik salah satunya harus memahami karakter peserta didik dalam menggunakan metode atau model pembelajaran yang sesuai. Identifikasi karakter peserta didik ini meliputi kebutuhan belajar murid. kesiapan, minat dan profil belajar murid. Pembelajaran yang memuliakan murid senantiasa memperhatikan perkembangan dan kebutuhan belajar murid. Kebutuhan belajar murid antara lain adalah kesiapan murid, profil belajar murid atau modalitas belajar murid, dan minat belajar. Kebutuhan belajar murid sedari awal harus kita gali untuk menyesuaikan pembelajaran yang berpihak pada murid. Pembelajaran berpihak pada murid dengan cara membuat variasi beberapa komponen pembelajaran agar sesuai dengan kebutuhan murid, yaitu konten, proses dan produk pembelajaran.
Pembelajaran yang memenuhi kebutuhan murid yang pertama adalah kebutuhan tentang kesiapan belajar murid. Kesiapan belajar murid diantaranya dengan penguasaan materi atau konsep yang telah lalu, dan hasil asesmen pada pembelajaran telah lalu pada materi sebelumnya yaitu sel volta. Materi sel elektrolisis merupakan satu kesatuan pada materi sel elektrokimia, sebelum memasuki sel elektrolisis mereka belajar tentang sel volta. Dari data pembelajaran yang ada pada sel volta menggambarkan tentang kesiapan belajar siswa untuk masuk materi belajar sel elektrolisis.
Kerangka pembelajaran mendalam yang kedua adalah lingkungan belajar yang kondusif untuk pembelajaran. Pembelajaran sel elektrolisis ini menggunakan model role playing sebagai wujud praktik paedagogik menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar murid, karena mempertimbangkan beberapa aspek kesiapan belajar kimia dan profil belajar siswa dan aspek yang membuat murid merasa nyaman senang dan bergembira sesuai prinsip pembelajaran mendalam yaitu menggembirakan (joyful learning).
Pembelajaran elektrolisis menggunakan role playing ini melihat bahwa profil belajar murid ada yang kinestetik sehingga perlu pendekatan yang lebih banyak menggunakan gerak siswa secara nyata atau rel. Pembelajaran dengan role playing ini salah satu cara diferensiasi pembelajaran dalam hal proses untuk menyesuaikan kebutuhan belajar berupa profil belajar. Pembelajaran role playing ini juga mendekatkan pada minat atau motivasi peserta ddik karena dalam pembelajaran ini mengkaitkan dengan kehidupan remaja yang sesuai dengan kodrat zaman mereka yang masuk usia puberitas. Minat peserta didik ditarik dengan menggunakan pendekatan analogi kehidupan sehari hari untuk menjelaskan konsep elektrolisis yang ini merupakan prinsip dari pembelajaran mendalam kebermaknaan (meaningful learning).
Pembelajaran rumpun ilmu alam dan matematika bagi sebagian siswa mungkin menjemukan karena masih menggunakan metode ceramah, drill soal yang relatif tidak memerlukan banyak aktivitas dalam bentuk gerak dalam belajar. Pemilihan metode pembelajaran yang menyesuaikan profil belajar siswa ini berdampak kepada mereka lebih termotivasi dengan adanya minat dari peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas. Keseruan dalam pembelajaran dengan melibatkan tiga ranah modalitas belajar yaitu audio, visual, dan kinestetik menjadi alternatif dalam pembelajaran mendalami.
Dalam proses pembelajaran dengan model role playing ini murid melakukan peran dan memahami peran sebagai komponen sel elektrolisis. Sehingga murid mengembangkan daya nalar mereka untuk memahami dan mengkontekstualkan ke dalam peran yang dianalogikan hal ini merupakan perwujudan dari prinsip pembelajaran mendalam yaitu berkesadaran (mindful learning). Secara sadar memahami peran mereka dan kaitannya dengan peranan orang lain (kemitraan pembelajaran) menghasilkan pemahaman yang multi struktural dalam taksonomi SOLO. Setelah itu diharapkan peserta didik mampu menghasilkan pemahaman baru atau konsep baru pemahaman multi struktural.
Pembelajaran elektrolisis menggunakan role playing kami lengkapi dengan diferensiasi konten pembelajaran. Yaitu, dengan video pembelajaran yang sudah diupload di youtube channel Agus Wahidi dan Komik pembelajaran elektrolisis yang dishare menggunakan google drive yang dishare comment atau murid memberi komentar di media yang dibagikan ke murid, sehingga siswa dapat mempelajari di rumah dan berinteraksi dengan teman temannya antar kelas dan berinteraksi dengan guru. Hal ini sebagai perwujudan dari kerangka kerja pembelajaran mendalam yaitu pemanfaatan digital.
Pada akhir pembelajaran dengan role playing adalah penugasan mengamati komik pembelajaran dan video youtube, peserta boleh memilih melihat video atau mengamati komik, dengan tagihan memberikan komentar dan menjawab pertanyaan yang ada di video dan komik. Pertanyaan sesuai dengan tujuan pembelajaran yaitu peserta didik dapat menentukan komponen sel elektrolisis dan mekanisme kerja sel elektrolisis. Disamping itu murid diminta menyampaikan refleksinya di kolom komentar yang meliputi fakta apa saja yang dipelajari (fact). Bagaimana perasaan murid saat mengikuti pembelajaran (feel)? Hal baik apa saja yang ditemukan dalam pembelajaran elektrolisis dengan menggunakan role playing (find)? Hal apa saja yang dapat diterapkan dimasa depan untuk perbaikan (future)?(*)
*Penulis adalah pengawas SMA/SMK DisdikBud Kalbar.
Editor : Hanif