Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Makrifatul Quran

Hanif PP • Sabtu, 6 September 2025 | 12:33 WIB
H. Burhansyah. S Ag, M Pd.
H. Burhansyah. S Ag, M Pd.

Oleh: H. Burhansyah, S Ag, MPd.*

Salah satu bentuk kemuliaan para Nabi yang diabadikan dalam Alquran adalah ucapan selamat dan doa kesejahteraan dari Allah SWT. Beberapa Nabi mendapat redaksi langsung tentang kelahiran mereka, sementara Nabi Muhammad dimuliakan dengan cara yang lebih agung, yakni salawat dari Allah dan para malaikat.

 

Nabi Yahya

Alquran menegaskan bahwa Allah memberikan salam dan doa kesejahteraan kepada Nabi Yahya sejak kelahirannya. QS. Maryam: 15 menyebutkan, "Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadanya (Yahya) pada hari ia dilahirkan, pada hari ia wafat, dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali."

Ayat ini adalah bentuk tahni’ah langsung dari Allah SWT. Ia menunjukkan betapa agungnya kelahiran seorang Nabi yang penuh kesucian, meski hidupnya singkat.

 

Nabi Isa

Ketika Nabi Isa berbicara sejak bayi dalam buaian, beliau menyampaikan kalam Allah sekaligus menegaskan jati dirinya sebagai hamba Allah.

Di antara ucapannya adalah doa kesejahteraan bagi dirinya. QS. Maryam: 33 menyebutkan, "Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku pada hari aku dilahirkan, pada hari aku wafat, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali."

Walaupun yang mengucapkan adalah Nabi Isa sendiri, tetapi ia berbicara dengan izin Allah. Hakikatnya ini adalah pengakuan dan peneguhan dari Allah atas kelahiran dan kehidupan Nabi Isa.

 

Nabi Muhammad

Berbeda dengan Nabi Yahya dan Isa, Alquran tidak menyebutkan ucapan selamat khusus atas hari kelahiran Nabi Muhammad. Namun, kemuliaan beliau ditampakkan dengan cara yang lebih agung.

Dalam QS. Al-Ahzab: 56 disebutkan, “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuknya dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya."

Dalam QS. Al-Anbiya: 107 juga disebutkan, "Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam." Dengan ayat ini, jelas bahwa kehadiran Nabi Muhammad bukan hanya sebuah kelahiran pribadi, melainkan sebuah karunia besar bagi seluruh alam semesta.

Ucapan selamat atas kelahiran beliau terwujud dalam bentuk shalawat Allah dan malaikat, salawat dari umat Islam dalam setiap salat wajib dan sunahnya, serta pengakuan bahwa beliau adalah rahmatan lil-‘alamin.

Jadi, dapat disimpulkan saat Nabi Yahya lahir, Allah memberi ucapan selamat langsung (QS. Maryam: 15). Saat Nabi Isa lahir, diucapkan salam atas dirinya dalam wahyu Allah (QS. Maryam: 33), dan pada Nabi Muhammad, dimuliakan dengan shalawat dari Allah dan para malaikat (QS. Al-Ahzab: 56) serta diutus sebagai rahmat bagi alam (QS. Al-Anbiya: 107).

Dari sini kita memahami bahwa setiap Nabi memiliki bentuk pemuliaan tersendiri. Nabi Muhammad  mendapat kemuliaan tertinggi, bukan hanya pada momen kelahirannya, tetapi sepanjang hidupnya hingga akhir zaman.**

 

*Penulis adalah pengajar Tareqat Zikir Rahmaniyah, Indonesia.

Editor : Hanif
#yahya #muhammad #makrifat #nabi #Kesejahteraan #alquran #Doa #isa