Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Investasi Strategis Pemerintah untuk Kemakmuran Jangka Panjang

Hanif PP • Rabu, 15 Oktober 2025 | 11:20 WIB
Ahmad Ainul Yakin
Ahmad Ainul Yakin

Oleh: Ahmad Ainul Yakin*

Pendidikan adalah investasi terbesar bagi suatu bangsa. Program Pendidikan Berdampak yang digulirkan pemerintah sepanjang Oktober 2024 hingga Oktober 2025 membuktikan hal itu. Dengan anggaran Rp181,72 triliun untuk tujuh program prioritas di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), inisiatif ini berhasil memberikan layanan pendidikan bermutu yang merata dan inklusif. Dari sudut pandang seorang pelaku pendidik dan pendidikan, saya menyaksikan langsung bagaimana program ini tidak hanya mencapai target, tetapi juga mengubah kehidupan ribuan anak dan guru, memperkuat ikatan sosial serta stabilitas nasional.

Dampak ini tentunya yang kita inginkan sebagai bentuk perubahan sistem yang dulu kurang merata menjadi lebih baik ketika saat ini, sejahteranya guru, terpenuhinya hak-hak dari para siswa terutama yang termasuk daerah 3T. Semoga dengan berjalannya tujuh program ini membuat masyarakat lebih melek lagi tentang pendidikan anak-anak mereka, apa saja program yang sudah terlaksana dan sedang dilaksanakan ini, mari kita lihat.

Program pertama, revitalisasi 15.523 satuan pendidikan dari PAUD hingga SLB dengan Rp16,97 triliun, melampaui target 10.440 unit. Jika menilik dari Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan di indonesia, dalam penyelenggaraan pendidikan, tentu aspek orang tua, masyarakat, dan pemerintah dalam program ini bisa terlaksana secara baik, dan malah melebihi target yang sudah ditentukan, harapannya jika demikian pastinya jenjang pendidikan akan lebih maju kedepannya.

Kedua, digitalisasi pendidikan per Instruksi Presiden No. 7 Tahun 2025 menjangkau 285.000 sekolah. Sarana prasana teknologi yang canggih tentunya bisa meningkatkan daya semangat belajar para siswa dan para guru juga semakin mudah memberikan pengajaran yang beriringan dengan perkembangan teknologi, penyediaan media seperti IFP (Interactive flat panel), laptop, media penyimpanan konten pembelajaran (external HDD), dan lainnya akan sangat berdampak positif bagi perkembangan kecerdasan para siswa dalam melek dunia teknologi. (Seluruh Sekolah Akan Mendapatkan Program Digitalisasi Sesuai Asas Keadilan dan Pemerataan, Kemendikdasmen, 22 Agustus 2025).

Ketiga, peningkatan kesejahteraan guru Rp13,2 triliun meliputi tunjangan profesi Rp2 juta (785 ribu guru non-ASN), BSU Rp300 ribu (253 ribu guru PAUD), karir S1/D4 (16.197 guru), PPG (804 ribu guru), dan insentif Rp2,1 juta (tujuh bulan mulai 2025). Dampak yang positif ini, semoga bisa menjawab bagaimana kesejahteraan seorang guru yang kini dipandang sebelah mata oleh para siswanya sendiri karena para sisiwa hanya melihat dari sisi finansialnya saja. Oleh karena itu peningkatan kesejahteraan para guru haruslah terealisasi melalui program ini.

Keempat, PIP untuk 18,5 juta siswa (Rp13,5 triliun) dan ADEM untuk 4.679 siswa (Rp127 miliar). Sasaran yang tepat diutamakan disini jangan sampai data para siswa yang dulunya tidak mampu, sekarang sudah mampu masih di pakai, nanti akan salah sasaran jadi pembaharuan data sangat diperlukan dalam program ini, dan dengan adanya program ini anak-anak yang tidak terjamah pendidikan kota bisa ikut andil dan berperan dalam pendidikan yang modern dan terdepan.

Kelima, BOSP Rp59,3 triliun untuk 50 juta peserta didik dan 422 ribu satuan pendidikan via DAK nonfisik. Hilangkan bentuk korupsi dalam proram ini dan dalam dunia pendidikan, karean program ini akan sangat berdampak pagi pendidikan indonesia kedepan dan arah pendidikan ditentukan karena adanya dana ini, bisa membuka mata tema seperti apa pendidikan kita kedepan, karena ada aspek penting seperti adminitrasi dan metode pembelajaran. (Pemerintah Gelontorkan Rp59,3 Triliun Dana BOSP, Sasar 50 Juta Siswa dan 422 Ribu Sekolah, KLIKPENDIDIKAN.ID, 22 September 2025).

Keenam, tunjangan guru ASN Rp70 triliun untuk TPG (1,5 juta guru), DTP (332 ribu), TKG (62 ribu). Sejahtera gurunya merdeka muridnya, satu kalimat yang akan segera terealisasi jika menilik nominal program ini, sebagai andil pemerintah dalam pensejahteraan para pendidik bangsa, semangat tak putus guru yang akan membuat kobaran api pemeblajaran siswa semakin menyala.

Ketujuh, Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang diadopsi sekolah nasional. Kita bisa membayangkan jika program ini bisa menjadi kebiasaan bagi para siswa, tentu akan sangat baik masa depan bangsa ini, kurikulum seperti ini akan menjadi tema nasional untuk para siswa tentu kedepan kita akan siap bersaing dengan para siswa dari negara maju lainnya. Peran orang tua, masyarakat juga harus bisa beriringan dengan baik agar masa depan bangsa ini lebih cerah dan bisa menyongsong indonesia emas 2045 dengan penuh optimis.

Dari perspektif lapangan, program ini telah menyentuh akar masalah pendidikan Indonesia, membangun kesejahteraan holistik. Pemerintah layak mendapat penghargaan atas dedikasinyaini dengan langkah konkret menuju bangsa yang adil, makmur, dan sejahtera.**

 

*Penulis adalah mahasiswa prodi Manajemen Dakwah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto.

 

Editor : Hanif
#pendidikan #investasi #inklusif #sejahtera #perubahan besar