Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Sumpah Pemuda dan Sekolah Rakyat

Hanif PP • Senin, 27 Oktober 2025 | 12:17 WIB
Y Priyono Pasti.
Y Priyono Pasti.

Oleh Y Priyono Pasti*

Sumpah Pemuda menjadi tonggak sejarah yang amat penting bagi persatuan bangsa Indonesia untuk mewujudkan kemerdekaannya. Sumpah Pemuda berisi ikrar yang membangkitkan semangat nasionalisme dan menjadi kristalisasi tekad pemuda yang menegaskan cita-cita luhur memiliki satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, yaitu Indonesia (yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur).

Dalam epos perjalanan bangsa meraih kemerdekaan sebagai bangsa yang berdaulat, momentum Sumpah Pemuda merupakan peristiwa penting dalam proses perjuangan rakyat Indonesia untuk mewujudkannya. Itulah sebabnya, tanggal 28 Oktober setiap tahunnya senantiasa kita peringati sebagai pengingat betapa besar, penting dan strategisnya peran para pemuda Indonesia bagi kemerdekaan bangsanya.

Mereka tercatat dengan tintas emas dalam sejarah perjuangan bangsa. Melalui Sumpah Pemuda, perasaan senasib sepenanggungan para pemuda kian menggelora bermimpi meraih kemerdekaan dengan mengusir penjajah. Sumpah Pemuda pun menjadi pengingat bahwa keberagaman adalah kekuatan bangsa yang harus dijaga melalui persatuan dan kolaborasi yang sinergis.

Penting dan strategis

Pemuda memiliki posisi yang sangat penting dan strategis bagi suatu bangsa. Mereka adalah generasi penerus peradaban bangsa, agen pembangunan, agen pembaharu, dan agen perubahan (agent of change) yang membawa semangat kolektif-kebersamaan, inovasi-konstruktif, dan kreativitas-produktif untuk memajukan bangsa di berbagai bidang kehidupan.

Sebagai pemuda, peran mereka mencakup menjaga persatuan, nilai-nilai (values), prinsip-prinsip dan nilai-nilai keutamaan bangsa, serta berkontribusi secara aktif dalam pembangunan sosial, budaya, ekonomi, politik, hukum, dan teknologi untuk masa depan yang lebih baik.

Mengingat jasa pemuda yang begitu penting dan strategis dalam kemajuan bangsa dan negara, pemerintah memberikan apresiasi yang tinggi melalui berbagai program dan kebijakan yang berfokus pada pengembangan potensi, kompetensi, dan pemberdayaan (diri). Apresiasi ini juga ditunjukkan dengan memberikan pengakuan kepada pemuda sebagai agen perubahan dan pembangunan bangsa.

Secara keseluruhan, apresiasi pemerintah terhadap pemuda yang perannya begitu penting dan strategis, jasanya begitu besar terhadap bangsa dan negara itu, tak hanya diwujudkan dalam seremoni, tetapi juga melalui investasi berkelanjutan dalam pengembangan potensi, kompetensi, kepemimpinan, dan kewirausahaan mereka untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaya saing.

Dalam konteks wujud nyata cita-cita Sumpah Pemuda, yakni mencerdaskan bangsa dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, pemerintah membangun Sekolah Rakyat. Mensos Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat dirancang sebagai bagian dari upaya pemerintah menurunkan angka kemiskinan secara signifikan.

Menyambut baik

Kita menyambut baik dan mendukung keberadaan Sekolah Rakyat. Pasalnya, Sekolah Rakyat menyiapkan generasi untuk memutus rantai kemiskinan yang masih tinggi di republik ini.  Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Maret 2025, jumlah penduduk miskin di Indonesia sebanyak 23,85 juta orang atau sebesar 8,47 persen.  Sementara angka kemiskinan ekstrem Indonesia pada Maret 2025 tercatat sebesar 2,38 juta orang atau sebesar 0,85 persen.

Sekolah Rakyat pun sejalan dengan cita-cita para pendiri bangsa yang menginginkan kemerdekaan sejati, bukan hanya dari penjajahan, melainkan juga dari kemiskinan, kelaparan, dan penderitaan. Pendidikan (Sekolah Rakyat) menjadi jalan utama untuk memastikan seluruh rakyat Indonesia dapat menikmati hasil kekayaan bangsa.

Kehadiran Sekolah Rakyat menjadi upaya pemerintah untuk pemerataan pendidikan.  Substansi Sekolah Rakyat adalah pendidikan gratis dan berkualitas untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA (berasrama) untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan.

Sekolah Rakyat ini menerapkan kurikulum nasional dengan penekanan pada penguatan karakter, spiritualitas, cinta tanah air, dan bahasa, serta pendekatan multi-entry multi-exit  (MEME) untuk mencetak siswa unggul sebagai agen perubahan sosial (agent of social change).

MEME (gambaran konsep belajar yang akan diterapkan di Sekolah Rakyat) memberi fleksibilitas kepada siapa pun untuk memulai dan menyelesaikan belajar dari titik yang berbeda. Tak ada jalan tunggal yang kaku, melainkan pilihan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan setiap orang.

Konsep belajar MEME cocok diterapkan di Sekolah Rakyat yang menerima murid dari keluarga kurang mampu dengan beragam latar belakangnya, tanpa tes akademik, dan memiliki kemampuan kognitif, minat serta bakat yang beragam.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menjelaskan, dalam konsep MEME, materi pelajaran di Sekolah Rakyat disusun mengikuti pendidikan formal, tetapi dikemas dalam bentuk modul. Dengan demikian murid memiliki keleluasaan untuk menyelesaikan modul secara berbeda-beda sesuai dengan kapasitas mereka.

Harapan masa depan

Masyarakat pada umumnya, dan orangtua khususnya, menyambut kehadiran Sekolah Rakyat dengan antusias. Banyak respon positif dari pihak orangtua terhadap Sekolah Rakyat. Mereka merasa sekolah yang ditujukan untuk kaum miskin dan miskin ekstrem ini sebagai harapan masa depan pendidikan yang menjanjikan bagi anak-anaknya yang sebelumnya tersendat karena persoalan sosial-ekonomi.

Pendidikan adalah hak setiap anak bangsa. Pendidikan yang membebaskan bukanlah hadiah, apalagi hanya sebagai program sosial semata. Murid-murid Sekolah Rakyat adalah warga negara yang sama-sama berhak mendapatkan pendidikan yang bermutu, mencerdaskan, mencerahkan, membebaskan, dan memberdayakan.

Agar Sekolah Rakyat ini berjalan sangkil dan mamngkus serta memenuhi ekspektasi masyarakat Indonesia, khususnya kalangan orangtua siswa, Sekolah Rakyat direkomendasikan untuk memiliki (1) ruang belajar dengan fasilitas pendukungnya yang memadai, (2) guru-guru yang bermutu dan bermental militan (3)  memastikan profil lulusan memiliki tujuan yang jelas, (4) lintas kementerian harus mempersiapkan lapangan kerja yang seluas-luasnya bagi murid Sekolah Rakyat.

The last but not the least, pentingnya kesejahteraan guru SR. Kesejahteraan guru menjadi salah satu faktor penting yang mesti diupayakan untuk mewujudkan Sekolah Rakyat yang ‘berkarakter’, bermutu, bermakna, dan menyenangkan. Sekolah Rakyat bermutu, bermakna, dan menyenangkan akan sulit diwujudkan jika banyak gurunya sibuk mencari pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Dengan kondisi yang demikian, hampir bisa dipastikan guru tidak akan maksimal menjalankan tugas utamanya sebagai guru.

Catatan penutup

Sumpah pemuda mempunyai kaitan yang sangat erat dengan pendidikan. Semangat Sumpah Pemuda menjadi pendorong bagi generasi muda untuk terus memajukan pendidikan di Indonesia. Sementara pendidikan menjadi landasan untuk melahirkan kesadaran kritis generasi muda untuk mencintai dan membangun Indonesia dalam segala dimensinya.

Sumpah Pemuda mempunyai arti penting bagi kehidupan anak-anak muda bangsa Indonesia, baik di masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang. Dalam konteks pendidikan, khususnya implementasi Sekolah Rakyat, semangat Sumpah Pemuda memegang peranan yang signifikan dalam membentuk karakter, menjaga keragaman budaya, mengembangkan rasa cinta tanah air, bangsa, dan bahasa, yaitu Indonesia.

Pendidikan untuk semua adalah amanat konstitusi yang wajib dipenuhi. Sekolah Rakyat sebagai wujud nyata cita-cita Sumpah Pemuda, dipastikan menjadi salah satu upaya strategis untuk mewujudkan amanat konstitusi itu. Oleh karena itu, menyukseskan Sekolah Rakyat adalah pilihan bijak yang harus dilakukan.

 

*Penulis Alumnus USD Yogya

Guru di SMP/SMA St. F. Asisi

Pontianak - Kalimantan Barat

Editor : Hanif
#momentum #persatuan #perjuangan bangsa #peran pemuda #28 Oktober #Sumpah Pemuda