Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

RSUD Dr. Soedarso Menuju Rumah Sakit Unggul

Hanif PP • Sabtu, 6 Desember 2025 | 13:10 WIB
dr Sony Yusuf Wibisono, SpPD KGH
dr Sony Yusuf Wibisono, SpPD KGH

Oleh: dr Sony Yusuf Wibisono, SpPD KGH*

 

RSUD Dr. Soedarso sebagai rumah sakit pusat rujukan memiliki tanggung jawab besar dalam menyediakan layanan kesehatan berkualitas dan meningkatkan kepuasan pasien. Untuk mewujudkan hal ini, diperlukan komitmen manajemen yang kuat dalam terus memperbaiki kualitas layanan.

Evaluasi menyeluruh dari layanan medis, infrastruktur, sumber daya manusia, dan sistem rujukan sangat penting untuk memastikan rumah sakit ini memenuhi standar pelayanan kesehatan dan dapat beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Sebagai rumah sakit rujukan utama di Kalimantan Barat, RSUD Dr. Soedarso tidak hanya melayani masyarakat kota, tetapi juga kabupaten dan kota di provinsi tersebut, dengan tanggung jawab besar dalam layanan gawat darurat, pengobatan penyakit kronis, penanganan kasus kompleks, serta pendidikan tenaga kesehatan.

Menilai kesiapan RSUD Dr. Soedarso dalam era transformasi sistem kesehatan nasional penting untuk memastikan rumah sakit ini dapat bersaing secara nasional dan memenuhi standar pelayanan berorientasi mutu. Beberapa parameter untuk menilai kapasitasnya antara lain layanan, fasilitas, sumber daya manusia, jejaring rujukan, dan komitmen pada mutu pelayanan.

 

Layanan dan Fasilitas Medis

Secara nyata RSUD Dr. Soedarso telah mengalami loncatan besar dalam peningkatan kapasitas layanan dalam beberapa tahun terakhir. Dengan berdirinya gedung baru yang lebih representatif, RSUD Dr. Soedarso menunjukkan langkah nyata dalam transformasi pelayanan kesehatan yang berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien. Fasilitas fisik yang kini dimiliki rumah sakit ini mencerminkan standar rumah sakit modern, di mana kenyamanan pasien dan efisiensi kerja tenaga kesehatan menjadi perhatian utama.

 

Sumber Daya Manusia dan Kompetensi Klinik

RSUD Dr. Soedarso saat ini telah diperkuat oleh lebih dari 100 dokter spesialis dari berbagai bidang keahlian, mulai dari penyakit dalam, penyakit jantung, bedah, anak, kebidanan, hingga anestesi dan layanan penunjang klinis lainnya. Di samping itu, rumah sakit ini juga didukung oleh tenaga perawat profesional, apoteker, serta tenaga teknis laboratorium dan radiologi yang berperan penting dalam menunjang kemajuan dan keberhasilan pelayanan medis. Seluruh tenaga kesehatan tersebut terus didukung untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensinya secara berkala, seiring dengan perkembangan ilmu kedokteran dan teknologi kesehatan yang kian pesat.

Kemajuan ini menghadapi tantangan besar dalam ketersediaan tenaga profesional dengan kompetensi khusus untuk menangani kasus medis kompleks dan kronik. Di Kalimantan Barat, tenaga ini sangat penting di RSUD Dr. Soedarso sebagai pusat layanan rujukan provinsi. Tanpa mereka, pasien berat harus dirujuk ke luar daerah, meningkatkan biaya dan waktu penanganan. Oleh karena itu, perlu strategi jangka panjang dari pemerintah dan manajemen rumah sakit untuk menciptakan lingkungan kerja yang mendukung, insentif kompetitif, dan peluang pengembangan karier agar mereka bertahan di Kalimantan Barat.

 

Sistem Rujukan dan Jejaring Regional

Sistem rujukan dan jejaring regional yang efektif sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kalimantan Barat. RSUD Dr. Soedarso sebagai rumah sakit rujukan utama telah terhubung dengan Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (SISRUTE) milik Kementerian Kesehatan, yang bertujuan untuk mempercepat proses rujukan antar fasilitas kesehatan. Dengan SISRUTE, diharapkan pengiriman pasien disertai informasi medis lengkap agar rumah sakit rujukan dapat memberikan layanan optimal.

Namun, implementasi sistem ini masih menghadapi tantangan, terutama dalam hal kelengkapan data klinis pasien saat rujukan, khususnya pada kasus gawat darurat. Hal ini menyulitkan tenaga medis dalam mengambil keputusan yang tepat dan dapat membahayakan keselamatan pasien.

Untuk itu, RSUD Dr. Soedarso perlu berperan lebih aktif sebagai rumah sakit pengampu regional, tidak hanya menerima rujukan, tetapi juga membina rumah sakit dan puskesmas di wilayahnya. Pembinaan teknis, monitoring kualitas rujukan, dan pendampingan implementasi SISRUTE akan memperkuat sistem rujukan, menjadikannya lebih terintegrasi, cepat, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

 

Mutu, Akreditasi, dan Budaya Keselamatan Pasien

Indikator utama kesiapan rumah sakit sebagai pusat layanan kesehatan provinsi adalah pemenuhan standar mutu dan akreditasi nasional. Akreditasi merupakan pengakuan atas kualitas sistem pelayanan, keselamatan pasien, dan tata kelola rumah sakit sesuai standar nasional dan internasional. RSUD Dr. Soedarso telah meraih akreditasi paripurna dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), menunjukkan pemenuhan standar tinggi dalam pelayanan, fasilitas, dan keselamatan pasien.

Namun, akreditasi bukanlah akhir, melainkan awal dari komitmen berkelanjutan dalam menjaga dan mengembangkan budaya mutu. Salah satu aspek utama adalah keselamatan pasien, yang meliputi pencegahan cedera akibat kesalahan obat, infeksi nosokomial, atau keterlambatan penanganan. RSUD Dr. Soedarso perlu memperkuat pelaporan insiden keselamatan secara transparan dan mendorong mekanisme belajar tanpa menyalahkan individu, serta mengintegrasikan sistem monitoring mutu berbasis data.

Komunikasi efektif antar tim medis juga penting untuk menghindari kesalahan medis. Pelatihan berkelanjutan tentang komunikasi klinis, penggunaan standar handover seperti SBAR, dan kolaborasi interprofesional sangat diperlukan untuk meningkatkan pelayanan yang aman dan terkoordinasi.

Dalam pelayanan rujukan provinsi, budaya mutu dan keselamatan pasien adalah fondasi utama keberhasilan sistem pelayanan rumah sakit. RSUD Dr. Soedarso harus menjadi role model dalam penerapan prinsip mutu, bukan hanya karena akreditasinya, tetapi karena konsistensi dalam menjaga kualitas layanan.

Tren penyakit di Kalimantan Barat telah bergeser dari penyakit infeksi ke penyakit tidak menular (PTM) seperti gagal ginjal, diabetes, hipertensi, kanker, dan penyakit jantung. Penyakit kronis ini memerlukan layanan jangka panjang yang terpadu dan berbasis tim multidisiplin. Rumah sakit rujukan seperti RSUD Dr. Soedarso memperkuat perannya dalam menyediakan layanan untuk kebutuhan kompleks ini, seperti layanan rawat jalan terpadu yang melibatkan tim medis terkoordinasi.

Penggunaan rekam medis elektronik (EMR) menjadi kunci penting dalam menyatukan data pasien secara berkelanjutan, memungkinkan tim medis untuk mengakses informasi lengkap, menilai terapi, dan mendeteksi komplikasi lebih dini. Selain itu, fasilitas edukasi bagi pasien dan keluarga juga disediakan untuk memastikan mereka memahami penyakit dan pengobatan yang dijalani.

Menghadapi lonjakan penyakit kronis tidak hanya soal menambah fasilitas, tetapi juga merancang sistem pelayanan holistik dan berkelanjutan yang berpihak pada pasien. RSUD Dr. Soedarso harus menjadi pusat pembelajaran dan penguatan kapasitas masyarakat untuk hidup sehat meskipun menghadapi penyakit kronis.

 

Tantangan dan Harapan ke Depan

RSUD Dr. Soedarso telah menunjukkan kemajuan, namun masih menghadapi tantangan struktural dan operasional yang signifikan. Tingginya Bed Occupancy Rate (BOR) menjadi indikator tekanan tinggi terhadap kapasitas rumah sakit. BOR ideal berada di kisaran 60-85 persen, namun lonjakan kasus pascapandemi atau meningkatnya rujukan dapat membuat angka BOR melonjak tajam, menunjukkan hampir maksimalnya kapasitas rawat inap.

Masalah ini diperburuk dengan keterbatasan ruang isolasi dan fasilitas darurat, yang terbukti selama pandemi COVID-19 masih belum memadai, baik di Kalimantan Barat maupun nasional. Hal ini menekankan pentingnya perencanaan kontinjensi, pengembangan fasilitas modular, dan integrasi rumah sakit dengan pusat penanganan bencana. Selain itu, permasalahan logistik seperti ketersediaan obat, alat pelindung diri, dan reagen laboratorium juga masih menjadi tantangan yang perlu segera diatasi, terutama dalam layanan rujukan untuk pasien kritis.

Tingginya harapan masyarakat terhadap RSUD Dr. Soedarso sebagai tumpuan utama layanan kesehatan di Kalimantan Barat menjadi faktor penting yang tak boleh diabaikan. Masyarakat menginginkan kualitas, aksesibilitas, dan responsivitas yang lebih baik. Oleh karena itu, tantangan ini harus menjadi dasar untuk mendorong inovasi dan reformasi internal, seperti digitalisasi layanan, transparansi informasi, pelibatan komunitas, dan sistem pelaporan terbuka.

Inovasi tidak selalu berhubungan dengan teknologi tinggi, tetapi juga dengan cara baru dalam melayani, memperpendek birokrasi, dan memperkuat komunikasi antara rumah sakit dan masyarakat. Jika RSUD Dr. Soedarso mampu mengatasi tantangan ini secara sistematis dan berkelanjutan, rumah sakit ini bisa menjadi model rumah sakit publik yang unggul, adaptif, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional.

 

Menuju Pusat Unggulan Layanan Kesehatan

Menjadikan RSUD Dr. Soedarso sebagai pusat layanan kesehatan provinsi lebih dari sekadar infrastruktur dan teknologi canggih. Yang lebih penting adalah komitmen terhadap mutu layanan dan nilai kemanusiaan. Sebagai rumah sakit rujukan, RSUD Dr. Soedarso bukan hanya fasilitas medis, tetapi representasi negara dalam menjamin hak kesehatan warganya.

RSUD Dr. Soedarso telah mencapai banyak kemajuan, termasuk gedung baru, peningkatan instalasi gawat darurat, ICU, NICU, dan alat diagnostik canggih seperti CT scan dan MRI. Akreditasi paripurna dari KARS membuktikan bahwa sistem mutu berjalan dengan baik. Namun, tantangan besar tetap ada, seperti tingginya BOR, keterbatasan ruang isolasi, dan masalah logistik yang memerlukan penguatan sistem internal.

Untuk menghadapi tantangan ini, tiga hal perlu diperkuat: kualitas layanan klinis, pengembangan sumber daya manusia (SDM), dan sistem rujukan yang efektif. SDM yang kompeten, alat canggih, dan sistem rujukan tertib sangat penting untuk meningkatkan pelayanan. RSUD Dr. Soedarso memiliki potensi besar menjadi model rumah sakit provinsi di luar Jawa, tetapi itu hanya bisa tercapai jika mutu dan kemanusiaan menjadi dasar kebijakan.

Dengan pendekatan holistik, RSUD Dr. Soedarso berpotensi menjadi rumah sakit unggul dan berdaya saing di tingkat nasional, melayani masyarakat Kalimantan Barat dengan profesionalisme dan inovasi.**

 

*Penulis adalah Dokter Konsultan Ginjal Hipertensi pada RSUD Dr Soedarso.

Editor : Hanif
#Evaluasi #SDM #infrastruktur #layanan medis #rsud dr soedarso #Pelayanan kesehatan