Oleh: Drg.Majdiyana Yahya, M.Kes*
76 tahun yang lalu di Kota Bandung, dalam situasi politik yang belum stabil setelah berakhirnya pemerintahan Hindia Belanda, sekelompok dokter gigi mengadakan sebuah pertemuan bersejarah di Coffee Shop Lobby Hotel Savoy Homann. Hotel empat lantai yang didirikan oleh Adolf Homann pada tahun 1871 itu menjadi saksi lahirnya sebuah organisasi profesi yang kelak berperan besar dalam pembangunan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia.
Pertemuan pada 22 Januari 1950 tersebut kemudian dikenang sebagai tonggak berdirinya Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI). Inisiatif pertemuan itu digagas oleh R.G. Soeria Soemantri yang mengundang sejumlah dokter gigi untuk berkumpul di Hotel Savoy Homann. Dari pertemuan tersebut lahir kesepakatan untuk membentuk organisasi yang menyatukan seluruh dokter gigi tanpa membedakan golongan, bangsa, agama, maupun aliran. Tujuannya adalah menghimpun kekuatan tenaga dokter gigi dalam mendukung pembangunan bangsa di bidang kesehatan gigi dan mulut.
Sayangnya, peristiwa penting itu tidak sempat diabadikan dalam bentuk foto karena tidak seorang pun membawa kamera. Namun, R.M. Soelarko berinisiatif membuat daftar hadir (presentielijst) di atas kertas amenity hotel berlogo Savoy Homann. Selembar kertas yang kemudian disimpannya itu menjadi saksi bisu berdirinya Persatuan Dokter Gigi Indonesia.
Para peserta pertemuan sepakat menjadikan PDGI Bandung sebagai cabang pertama sekaligus pemegang inisiatif untuk menyebarluaskan pendirian cabang-cabang PDGI di kota lain. Kini, pada usia ke-76 tahun, PDGI telah berkembang pesat dengan memiliki 18 Pengurus Wilayah di tingkat provinsi dan 243 Pengurus Cabang di tingkat kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
Di Kalimantan Barat, Pengurus Wilayah PDGI berkedudukan di Kota Pontianak dan telah membentuk empat cabang, yaitu Cabang Pontianak, Cabang SingBeBas, Cabang Kapuas Raya, dan Cabang Ketapang. Cabang Pontianak memiliki 303 anggota yang tersebar di Kabupaten Kubu Raya, Mempawah, Landak, dan Sanggau. Cabang SingBeBas menaungi 72 anggota di Kota Singkawang serta Kabupaten Sambas dan Bengkayang.
Cabang Kapuas Raya memiliki 52 anggota yang tersebar di Kabupaten Sintang, Sekadau, Melawi, dan Kapuas Hulu. Sementara Cabang Ketapang memiliki 35 anggota yang tersebar di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara.
Jika diakumulasikan, jumlah dokter gigi anggota PDGI di wilayah Kalimantan Barat mencapai 462 orang. Secara nasional, berdasarkan data Pusat Data dan Informasi Pengurus Besar PDGI, jumlah dokter gigi yang terdaftar di seluruh Indonesia mencapai 55.888 orang.
Fokus utama PDGI saat ini adalah menjalin kerja sama yang harmonis dengan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat, khususnya di Kalimantan Barat. PDGI juga memperkuat tata kelola organisasi dengan memberdayakan seluruh struktur yang ada serta mewadahi anggotanya untuk menjaga dan meningkatkan kompetensi melalui kegiatan pelatihan, pendidikan, dan pengembangan profesionalisme di bidang kedokteran gigi.
Selain itu, PDGI berperan dalam membina profesionalisme, memberikan perlindungan hukum, serta meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Program-program yang secara rutin melibatkan masyarakat umum dilaksanakan melalui kegiatan promotif, preventif, dan kuratif dalam Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN), World Oral Health Day (WOHD), serta Hari Kesehatan Nasional (HKN).
Dalam menjaga kesehatan masyarakat secara menyeluruh, dokter gigi bekerja sama dengan tenaga kesehatan lain seperti dokter umum, ahli gizi, bidan, perawat, perawat gigi, dan apoteker. Kolaborasi lintas profesi ini memungkinkan pendekatan pelayanan kesehatan yang lebih holistik, di mana kesehatan gigi dan mulut dipandang sebagai bagian integral dari kesehatan secara keseluruhan.
Peran utama dokter gigi adalah mencegah dan mengobati penyakit gigi dan mulut melalui pemeriksaan rutin, diagnosis, serta perawatan terhadap masalah seperti gigi berlubang, penyakit gusi, dan infeksi mulut. Selain itu, dokter gigi juga berperan sebagai pendidik masyarakat dengan memberikan penyuluhan tentang pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut, serta bahaya kebiasaan merokok dan konsumsi makanan manis berlebihan.
Melalui edukasi dan promosi kesehatan, dokter gigi membantu meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga angka penyakit gigi dan mulut dapat ditekan. Upaya ini sekaligus memperkuat pemahaman bahwa kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
Hingga hari ini, dokter gigi tetap solid dan bersatu dalam wadah Persatuan Dokter Gigi Indonesia yang diakui sebagai satu-satunya organisasi profesi dokter gigi di Indonesia. Tidak sedikit kontribusi yang telah diberikan para dokter gigi bagi bangsa, khususnya dalam pembangunan kesehatan gigi dan mulut.
Dengan profesionalisme yang kokoh, integritas yang terjaga, semangat pengabdian yang tulus, kebersamaan yang erat, serta kolaborasi yang luas, diharapkan PDGI Kalimantan Barat semakin berdaya, bermartabat, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.Dirgahayu Persatuan Dokter Gigi Indonesia ke-76.“PDGI Kuat, Dokter Gigi Bermartabat, dan Masyarakat Sehat.” **
*) Penulis adalah Ketua Pengurus Wilayah PDGI Kalbar.
Editor : Hanif