Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Raja Ampat: Tak Sia-Sia Kau Cipta

Hanif PP • Rabu, 4 Februari 2026 | 12:37 WIB
Khairul Fuad
Khairul Fuad

Oleh: Khairul Fuad*

Foto hasil jepretan kamera digital sekarang ini sering disebut dengan imagine yang kerap menimbulkan kesan dan kerap berbeda dengan kenyataan. Keindahan tertangkap kamera lebih terbingkai berbeda dengan tangkapan indera nyata dan rasa. Imagine atau imajinasi tidak berlebihan, lebih membingkai kesan tertentu yang memantik, setidaknya indera lihat dan indera rasa.

Meskipun, penulis Parakitri Tahi Simbolon pernah menyatakan bahwa di dalam imajinasi terdapat kenyataan, sedangkan kenyataan tak lebih imajinai semata. Beririsan dengan pernyataan Rocky Gerung, pengkritik viral, perempuan itu indah dalam fiksi, berbahaya dalam fakta. Tentunya, mereka berdua berbeda basis perspektif dan sepertinya imajnasi tetap sebagai esensi yang mengikatnya.

Demikian juga, Raja Ampat melalui hasil jepretan sebagai imagine dipastikan memantik segala kesan, baik terlihat maupun terasa. Ditambah, kesan tersebut semakin mendalam jika hasil jepretan itu berasal dari fotografer profesional dengan segala presisi-fotografis. Kesan keindahan pastinya tidak dapat ditawar lagi, laut membiru dan dasar pasir putih bebatuan terlihat melalui jernihnya air laut seperti di dalam akuarium berkaca bening dengan gugusan bukit-bukit terpisah oleh hamparan luas lautan.

Kesan melalui imagine seketika berbalik arah saat berada di tengah-tengah panorama Raja Ampat di dalam biduk perahu mesin bertenaga 45 PK. Kecamuk rasa takut justru meraja, bagaimana was-was tidak menggelayuti saat di tengah hamparan laut membiru dan kadang-kadang di atas hamparan pasir putih berbatu dibalik jernih airnya, takut terantuk batu maka kecepatan kapal berkurang. Alam selalu saja dengan logikanya sendiri, yang sepenuhnya sulit disadari secara awam meski tanda-tanda biasanya tetap mengawali.

Pandang-mata dan rasa itu membahana terhadap Raja Ampat, baik citra maupun fakta saat menghelat penelitian bertajuk Eksplorasi Sistem Pengobatan Tradisional Masyarakat Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat Daya (Ekspedisi di Pulau Misool, Salawati, dan Waigeo). Penelitian di bawah bendera BRIN ini demi memproduksi pengetahuan tentang pengobatan tradisional (ethnomedicine) masyarakat Misool di tahun berjalan.

Eksplorasi ini semakin memperkuat eksotika alam Raja Ampat yang mempengaruhi estetika, etika, dan emik budaya maritim sebagai masyarakat berbasis geografis kepulauan.

Akses laut merupakan sarana dan prasarana penting untuk menjangkau antarkampung dengan jarak yang tidak pendek.dalam satu distrik di Kabupaten Raja Ampat. Distrik Misool sebagai lokus penelitian terdapat beberapa kampung yang dikunjungi untuk menarik data keperluan penelitian.

Kampung Lilinta, Fafanlap, Kapatcol, Gamta, Magei, Tomolol, Usaha Jaya, Kayerepop, dan Harapan Jaya berada di wilayah Kepulauan Misool secara administratif. Kampung-kampung tersebut merupakan titik pemerolehan data terkait etnomedisin masyarakat Misool.

Kearifan pengobatan tradisional tampak hampir di setiap kampung berbasis lingkungan sekitar. Baik lingkungan laut maupun darat berupa hutan, disebut tempatan sebagai gunung atau pulo melalui akses laut dengan perahu, disebut body dalam bahasa tempatan.   

Tetumbuhan liar dan sekitar rumah menjadi sarana pengobatan tradisional demi masyarakat ikhtiar sembuh dari sakit melalui para pengobat masing-masing kampung. Di sisi lain, terjalin hubungan mutualisma dengan Puskesmas atau Puskesmas Pembantu (Pustu) di setiap kampung dalam proses pengobatan. Terutama, bidan kampung sering disebut biang anak dalam bahasa tempatan untuk menjaga higienitas saat membantu pra dan pascapersalinan ibu hamil. Termasuk, pengobatan lanjutan dari Puskesmas ke pengobatan tradisional atau sebaliknya saat sakit tidak kunjung sembuh.

Dari penelusuran, tetumbuhan berjenis daun dan kayu, sering disebut tali oleh tempatan, digunakan sebagai bahan dasar obat penyembuhan. Kegunaannya bermacam-macam seseuai kebetuhan pengobatan, misalnya  daun Gedi, Katang-Katang, dan Dun Tumbuh Daun digunakan untuk kenyamanan dan kesehatan selama pra dan pascapersalinan.ibu hamil. Sama halnya, miyak kelapa kampung digunakan mengurut perut ibu hamil saat janin bayi mengalami sungsang dan untuk meredakan badan bayi saat panas. Kemudian, daun Gatal untuk memulihkan dan menambah stamina badan saat mengalami kelelahan

Demikian juga, kayu-kayuan disebut juga tali-talian karena tumbuh menjalar di daratan atau di lautan, digunakan untuk pengobatan juga. Misalnya, tali Kuning untuk memperlancar peredaran darah, tali Gula untuk menormalkan kadar gula pada tubuh, dan masih banyak lagi daun-daunan dan kayu-kayuan berfungsi untuk pengobatan yang digunakan masyarakat Kepulauan Misool Kabupaten Raja Ampat Papua Barat Daya.

Kendala geografis Kepulaun Misool dapat dihadapi oleh masyarakat tempatan dalam memperoleh kesembuhan. Tetumbuhan tempatan ternyata dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mengatasi kendala pengobatan dalam situasi keterbatasan karena faktor geografis kepulauan. Dalam siuasi apapun ternyata alam sekitar telah menyediakan segala kebutuhan untuk menjalani dan melanjutkan kehidupan. Bahkan, makhluk merayap sekalipun tetap disediakan demi keberlanjutan apalagi manusia makhluk mulia, termasuk obat demi sehat dari sakit melalui ketersediaan tetumbuhan sekitar yang sama sekali tidak ada sia-sia khasiatnya.

Citra Raja Ampat tidak hanya pada panorama alam yang memantik decak kagum dengan hamparan lautan, gugusan gunung, dan eksotika kampungnya, tetapi fakta produksi pengetahuan masyarakatnya, terutama mengenai pengobatan (etnomedisin). Data bahan tetumbuhan dapat ditindaklanjuti melalui proses semestinya agar fakta menemui kesahihannya sekaligus memperkuat bahwa citra Raja Ampat memang holistik menyeluruh.**

 

*Penulis adalah civitas BRIN Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra (OR Arbastra) Pusat Riset Manuskrip, Literatur, dan Tradisi Lisan (PR MLTL).

Editor : Hanif
#keindahan visual #rasa takut #Lautan #ketegangan #raja ampat