Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Bus Shalawat, Layanan Istimewa Penunjang Ibadah Jemaah Haji Indonesia di Makkah

Aristono Edi Kiswantoro • Minggu, 17 Mei 2026 | 23:35 WIB
Dr. Ir. H. Feira Budiarsyah Arief, M.Si., IPM., ASEAN Eng.
Dr. Ir. H. Feira Budiarsyah Arief, M.Si., IPM., ASEAN Eng.

 

Oleh: Dr. Ir. H. Feira Budiarsyah Arief, M.Si., IPM., ASEAN Eng. 

KOTA Makkah kembali dipenuhi jutaan tamu Allah dari berbagai penjuru dunia pada musim haji 1447 H/2026 M. Di tengah padatnya aktivitas ibadah dan mobilitas jemaah, Pemerintah Indonesia kembali menghadirkan layanan Bus Shalawat sebagai salah satu fasilitas penting untuk menunjang kenyamanan dan kelancaran ibadah jemaah haji Indonesia selama berada di Tanah Suci.

Sebagaimana musim-musim haji sebelumnya, Bus Shalawat menjadi sarana transportasi utama yang melayani perjalanan jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram dan kembali lagi ke pemondokan. Di kalangan jemaah Indonesia, layanan ini lebih akrab disebut sebagai bus “ke dan dari Haram”.

Layanan Bus Shalawat menjadi bentuk perhatian Pemerintah Indonesia melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi agar jemaah dapat lebih mudah melaksanakan ibadah, khususnya salat lima waktu di Masjidil Haram tanpa harus berjalan kaki dalam jarak yang cukup jauh di tengah suhu panas Kota Makkah.

Pemerintah Indonesia pada musim haji 2026 menyiapkan ratusan armada bus yang beroperasi selama 24 jam penuh untuk melayani mobilitas jemaah.

Bus-bus tersebut melayani berbagai rute pemondokan jemaah menuju terminal-terminal utama di sekitar Masjidil Haram, seperti Terminal Syib Amir, Ajyad, dan Jabal Ka’bah.

Tidak hanya itu, seluruh jemaah Indonesia mendapatkan layanan Bus Shalawat tanpa memandang jarak hotel dengan Masjidil Haram. Kebijakan ini menjadi bentuk pelayanan maksimal Pemerintah Indonesia kepada jemaah haji Indonesia.

Penghentian Sementara Saat Salat Jumat

Namun demikian, demi menjaga kelancaran arus jemaah dan mengantisipasi kepadatan luar biasa di kawasan Masjidil Haram setiap hari Jumat, operasional Bus Shalawat akan dihentikan sementara.

Insyaallah pada hari Jumat, layanan bus dihentikan mulai pukul 08.00 hingga 14.00 waktu Arab Saudi.

Kebijakan ini dilakukan untuk mendukung pengaturan lalu lintas jemaah menjelang pelaksanaan salat Jumat di Masjidil Haram yang selalu dipadati jutaan umat Islam dari berbagai negara.

Karena itu, jemaah yang ingin melaksanakan salat Jumat di Masjidil Haram dengan menggunakan Bus Shalawat diimbau agar berangkat lebih awal sebelum pukul 08.00 WAS.

Sementara untuk perjalanan kembali ke hotel, jemaah baru dapat menggunakan layanan bus kembali setelah pukul 14.00 WAS.

Petugas haji juga terus mengingatkan agar jemaah memperhatikan waktu keberangkatan, membawa identitas diri, kartu nusuk, serta tetap menjaga kondisi kesehatan di tengah cuaca panas Kota Makkah yang cukup ekstrem.

Menjelang ARMUZNA

Menjelang fase puncak haji atau yang dikenal dengan ARMUZNA (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), layanan Bus Shalawat juga akan dihentikan sementara. Penghentian dilakukan sehari setelah kedatangan kloter terakhir gelombang kedua di Kota Makkah.

Kebijakan ini dilakukan karena seluruh fokus layanan transportasi akan dialihkan untuk mendukung pergerakan jutaan jemaah menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina dalam rangka pelaksanaan wukuf dan rangkaian ibadah puncak haji.

Kepadatan Kota Makkah menjelang ARMUZNA memang meningkat sangat signifikan.

Karena itu, PPIH Arab Saudi terus mengimbau jemaah agar mengurangi aktivitas yang tidak terlalu penting di luar hotel, menjaga stamina, memperbanyak istirahat, dan mempersiapkan kondisi fisik menghadapi puncak ibadah haji.

Bus Shalawat selama ini menjadi salah satu layanan yang mendapatkan apresiasi tinggi dari jemaah Indonesia.

Selain membantu mobilitas, layanan ini juga memberikan rasa aman dan nyaman, terutama bagi jemaah lanjut usia serta jemaah dengan keterbatasan fisik.

Di tengah jutaan manusia yang memadati Kota Makkah, kehadiran Bus Shalawat menjadi simbol pelayanan dan ikhtiar Pemerintah Indonesia dalam memberikan kemudahan kepada tamu-tamu Allah agar dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk dan tertib.

Semoga seluruh jemaah haji Indonesia senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan memperoleh haji yang mabrur. Amin ya rabbal ‘alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

*) Penulis adalah jemaah haji 2026 asal Kota Pontianak 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Muzdalifah #dan Mina #bus shalawat #Makkah #arafah