Oleh: Aswindirno,S.Pd.,M.Pd.,C.MTr.,C.PS.,C.HL*
SETIAP 1 Juni, rakyat Indonesia merayakan Hari Lahir Pancasila sebagai momen untuk mengingat kelahiran dasar negara dan juga untuk merenungkan nilai-nilai mulia yang menjadi dasar hidup berbangsa. Di tengah perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang sangat cepat, semangat Pancasila harus terus dijaga, terutama dalam bidang pendidikan. Salah satu cara yang penting saat ini adalah dengan menerapkan pembelajaran deep learning atau pembelajaran mendalam.
Pembelajaran deep learning bukan hanya tentang membuat siswa belajar lebih lama, tetapi juga tentang membantu mereka memahami pembelajaran dengan cara yang lebih dalam, kritis, reflektif, dan sesuai dengan konteks. Siswa tidak hanya perlu menghafal pelajaran, tetapi juga harus bisa menganalisis, menyelesaikan masalah, bekerja sama, dan mengaitkan ilmu yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari. Di sinilah nilai-nilai Pancasila menemukan ruang implementasinya.
Pancasila mengajarkan orang Indonesia untuk berpikir dengan bijak, menghargai perbedaan, peduli terhadap sesama, dan mengutamakan musyawarah. Nilai-nilai itu sangat cocok dengan cara deep learning yang menjadikan siswa sebagai pelaku aktif dalam proses belajar. Dalam pembelajaran mendalam, siswa diajak untuk berdiskusi, berbagi ide, menghargai pendapat teman-teman, dan belajar untuk menyelesaikan masalah bersama-sama.
Proses ini secara tidak langsung membentuk sifat kerja sama, saling menghormati, dan rasa tanggung jawab terhadap masyarakat, sesuai dengan semangat Pancasila.
Di zaman digital sekarang, para siswa bisa mengakses informasi tanpa batas. Namun, banyaknya informasi tidak selalu berarti kita bisa memahami dan memisahkan mana yang benar. Sebagai hasilnya, anak-anak muda gampang terpengaruh oleh berita palsu, sikap yang tidak toleran, bahkan perpecahan di media sosial. Oleh karena itu, pendidikan harus bisa menghasilkan generasi yang tidak hanya pintar dalam pelajaran, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis dan sikap kebangsaan yang kuat.
Baca Juga: Pancasila di Tengah Dunia yang Retak
Untuk daerah perbatasan dan tempat-tempat terpencil, penggunaan pembelajaran mendalam juga menjadi kesempatan besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih berarti. Guru sekarang bukan hanya menjadi sumber informasi, tetapi juga sebagai pembimbing yang membantu siswa untuk memahami kehidupan di sekitar mereka.
Masalah sosial, budaya setempat, potensi daerah, dan tantangan yang dihadapi masyarakat bisa menjadi sumber pembelajaran yang relevan dengan konteks. Dengan begitu, pendidikan tetap terhubung dengan akar budaya bangsa.
Belajar deep learning bisa menjadi solusi untuk mengatasi tantangan itu. Saat siswa terbiasa untuk berpikir lebih dalam, mereka akan lebih baik dalam membedakan antara fakta dan pendapat, menghargai berbagai sudut pandang, serta membuat keputusan yang bijak. Nilai ini sesuai dengan sila keempat Pancasila yang menekankan betapa pentingnya berdiskusi dan mengambil keputusan secara bijaksana dalam kehidupan bersama.
Hari Lahir Pancasila seharusnya tidak hanya dirayakan dengan upacara dan slogan, tetapi juga harus diterapkan dalam pendidikan yang membentuk untuk menciptakan manusia Indonesia yang utuh. Pembelajaran deep learning memberikan kesempatan untuk melahirkan generasi yang berpikir kritis, kreatif, memiliki karakter, dan tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila.
Karena sebenarnya, masa depan Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh seberapa baik generasi muda bisa menggabungkan kecerdasan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Dan di sana Pancasila tetap menjadi sumber cahaya yang utama dalam perjalanan pendidikan bangsa.**
*Penulis adalah Kabid Pembinaan Ketenagaan Disdikbud Sambas.
Editor : Hanif