Oleh : Mei Purwowidodo*
Pernyataan ini layak menjadi bahan refleksi seluruh warga negara. Sejak awal kemerdekaan, Bung Karno telah meletakkan cita-cita besar tentang Indonesia yang berdiri di atas kaki sendiri, berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
Hari ini, di tengah dinamika geopolitik dunia yang semakin kompleks, cita-cita tersebut kembali menemukan relevansinya. Persaingan antarnegara tidak lagi hanya terjadi di medan politik dan militer, tetapi juga dalam perebutan sumber daya alam, penguasaan teknologi, rantai pasok global, dan pengaruh ekonomi.
Kebijakan hilirisasi yang dilanjutkan Presiden Prabowo merupakan salah satu langkah strategis untuk mengubah paradigma lama. Indonesia tidak lagi hanya menjadi pemasok bahan mentah dengan nilai ekonomi rendah, tetapi berupaya menghasilkan produk bernilai tambah yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan negara, dan memperkuat daya saing bangsa.
Tentu jalan menuju kemandirian bukan tanpa tantangan. Gangguan dapat datang dari luar maupun dari dalam negeri. Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun yang terpenting adalah bagaimana seluruh elemen bangsa tetap menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok dan golongan.
Kunci keberhasilan bukan hanya terletak pada sosok Presiden, tetapi juga pada kesadaran kolektif seluruh rakyat Indonesia. Sebab tidak ada bangsa yang maju hanya karena pemimpinnya hebat. Bangsa maju lahir ketika rakyat, dunia usaha, akademisi, birokrasi, dan generasi mudanya bergerak dalam satu arah yang sama.
Apabila hilirisasi mampu berjalan konsisten, industrialisasi terus berkembang, sumber daya alam dikelola untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat, serta kualitas sumber daya manusia terus ditingkatkan, maka Indonesia memiliki peluang besar untuk berdiri sejajar dengan negara-negara maju.
Apakah Prabowo akan berhasil mewujudkan visi besar tersebut? Waktu yang akan menjawab. Namun satu hal yang pasti, sejarah selalu memberi tempat istimewa kepada pemimpin yang berani membawa bangsanya keluar dari ketergantungan menuju kemandirian.
Mari kita tunggu, kita awasi, dan kita dukung setiap upaya yang membawa Indonesia semakin kuat, mandiri, dan bermartabat. Jika cita-cita itu tercapai, maka yang akan dikenang bukan hanya keberhasilan seorang Presiden, melainkan kemenangan seluruh bangsa Indonesia.**
*Penulis adalah Ketua Gapensi Kalbar, dan tulisan ini hasil dari pengamatan penulis bahwa MBG, Danatara, Koperasi Merah Putih dan hilirisasi dibalik dari keteguhan Prabowo untuk kemandirian bangsa.
Editor : Hanif