Oleh Sholihin HZ
SIAPA yang termasuk manusia paling baik? Jawabanya adalah manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain. Demikian salah satu makna hadis Rasulullah SAW tentang manusia terbaik.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring disebutkan bahwa bermanfaat berarti ada manfaatnya, berguna, atau berfaedah. Dengan demikian, hidup yang bermanfaat berarti hidup yang berguna, berfaedah, dan memberikan manfaat bagi sesama.
Ada sebuah doa yang diajarkan Rasulullah SAW agar terhindar dari keadaan memiliki ilmu, tetapi ilmu tersebut tidak membawa manfaat, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Tidak bermanfaat bagi diri sendiri berarti ilmu yang dimiliki tidak mampu menjaganya dari keburukan, tidak menjadi tameng dari kejahatan, dan tidak menjadi pagar yang membatasi dirinya dari perbuatan tercela.
Seseorang yang mengetahui suatu kebenaran karena memiliki ilmu, tetapi tidak mengindahkannya, sesungguhnya keadaannya tidak lebih baik daripada orang yang tidak berilmu. Demikian pula seseorang yang berilmu, tetapi tidak memberikan manfaat bagi orang lain. Keberadaan ilmunya tidak memberikan faedah maupun dampak karena tidak menjadi pendorong, penasihat, ataupun pengingat bagi orang lain untuk berbuat kebaikan. Ilmunya hanya berhenti untuk dirinya sendiri. Di sinilah letak kewajiban setiap orang yang menuntut ilmu, yaitu mengamalkan ilmunya agar menjadi pencerah dan penerang bagi sesama.
Muhammad Farid Wajdi (2017: 170–173) dalam bukunya Kun Ibadurrahman menjelaskan beberapa keutamaan orang-orang yang memberi manfaat, tentu dalam rangka kebaikan yang sesuai dengan ajaran Islam. Pertama, orang yang memberi manfaat termasuk makhluk yang dicintai Allah SWT. Dalam hadis riwayat Thabrani disebutkan, "... fa ahabbuhum ilallahi anfa'uhum li'iyalihi (maka yang paling dicintai Allah SWT di antara mereka adalah yang paling bermanfaat bagi keluarga-Nya).”
Kedua, diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain."
Ketiga, dari Ibnu Umar RA disebutkan sabda Nabi SAW, "Sesungguhnya Allah SWT memiliki sejumlah hamba yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Banyak orang meminta bantuan kepada mereka untuk memenuhi berbagai kebutuhannya. Mereka itulah orang-orang yang akan diselamatkan dari azab Allah."
Keempat, berdasarkan hadis yang diriwayatkan dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa menghubungkan saudaranya kepada orang yang dapat memberinya suatu manfaat, maka Allah akan menolongnya menyeberangi shirath pada hari kiamat ketika banyak kaki tergelincir." (HR Thabrani dan Ibnu Hibban).
Terakhir, dalam kitab Makarim al-Akhlaq disebutkan hadis Rasulullah SAW, "Sebaik-baik sedekah adalah sedekah lisan." Para sahabat bertanya, "Ya Rasulallah, apakah sedekah lisan itu?" Beliau menjawab, "Yaitu syafaat (pertolongan) yang dengannya engkau dapat membebaskan tawanan, menyampaikan pertolongan, mendatangkan kebaikan bagi saudaramu, atau menjauhkannya dari sesuatu yang tidak disukainya."
Orang-orang yang gemar menebarkan manfaat akan memperoleh kebaikan. Pada hakikatnya, setiap kebaikan yang dilakukan akan kembali kepada pelakunya sendiri. Namun, manfaat yang dimaksud adalah manfaat yang tetap berada dalam koridor ajaran agama, bukan manfaat yang justru saling mendukung dalam keburukan dan dosa. Allah SWT mengingatkan agar manusia tidak saling tolong-menolong dalam itsmi wal 'udwan (dosa dan permusuhan).
Kebaikan dan kemanfaatan bagi orang lain mengajarkan bahwa hidup seorang muslim tidak cukup hanya saleh secara personal, tetapi juga harus saleh secara sosial. Inilah makna mengapa dalam Al-Qur'an perintah aqimus shalah (dirikanlah salat) sering dirangkaikan dengan atuz zakah (tunaikanlah zakat). Salat merupakan bentuk kebaikan individu dan investasi spiritual, sedangkan zakat, infak, dan sedekah merupakan wujud kepedulian sosial kepada sesama. Kedua aspek tersebut tidak dapat dipisahkan.
Semoga kita termasuk orang-orang yang hidupnya senantiasa memberi manfaat bagi sesama. Semoga bermanfaat.**
*Penulis adalah Kepala MAN 1 Pontianak.
Editor : Hanif