Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Toyota Memuncak, Tapi China Menggeliat, Penjualan Mobil Juni 2025 Bikin Kaget

Budi Miank • Jumat, 11 Juli 2025 | 17:14 WIB
Angka penjualan whole sales mobil pada bulan Juni 2025 menunjukkan tren negatif. (Foto: Unsplash/Laurel and Michael Evans)
Angka penjualan whole sales mobil pada bulan Juni 2025 menunjukkan tren negatif. (Foto: Unsplash/Laurel and Michael Evans)

PONTIANAK POST – Penjualan mobil di Indonesia pada Juni 2025 menurun 4,7% dibanding bulan sebelumnya, namun merek-merek asal China justru mencatatkan lonjakan performa yang signifikan.

Data ini dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jumat (11/7).

Gaikindo mencatat total distribusi mobil dari pabrik ke dealer (whole sales) pada Juni 2025 sebanyak 57.760 unit, turun dari 60.933 unit pada Mei.

Meski distribusi menurun, penjualan dari dealer ke konsumen (retail sales) justru naik tipis 0,6%, dari 61.307 unit menjadi 61.647 unit.

Toyota tetap menjadi raja pasar, mencatat whole sales sebesar 17.819 unit dan retail sales sebanyak 19.824 unit.

Posisi berikutnya ditempati Daihatsu dan Mitsubishi Motors, yang konsisten mempertahankan pangsa pasar.

Namun, sorotan utama justru tertuju pada kebangkitan merek-merek China seperti Chery, BYD, dan Denza.

Ketiga merek tersebut berhasil menembus jajaran 10 besar penjualan nasional, baik dari sisi distribusi maupun penjualan ritel.

Chery mencatat 2.271 unit whole sales dan 2.150 unit retail. BYD bahkan mencatat retail sales lebih tinggi dari distribusi, yakni 2.172 unit dan 2.079 unit whole sales.

Sementara pendatang baru Denza langsung masuk 10 besar whole sales dengan 1.768 unit.

Kinerja ini menunjukkan adanya pergeseran tren konsumen dan meningkatnya kepercayaan terhadap produk otomotif Tiongkok, di tengah pasar yang tengah mengalami pelambatan.

Kondisi ini menggambarkan bahwa kompetisi pasar otomotif Indonesia semakin dinamis, dengan peta persaingan yang mulai berubah.

Jika tren ini terus berlanjut, merek-merek China berpotensi menjadi penantang serius dominasi Jepang di pasar mobil Tanah Air.(*)

Editor : Budi Miank
#mobil #gaikindo #retail sales