Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Dari AHRS ke Panggung Dunia, Mario Suryo Aji dan Veda Ega Siap Tempur di Grand Prix 2026

Aristono Edi Kiswantoro • Jumat, 23 Januari 2026 | 10:16 WIB

 

Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama, dua pebalap muda Indonesia lulusan AHRS, bersiap menghadapi persaingan Grand Prix 2026 bersama Honda Team Asia.
Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama, dua pebalap muda Indonesia lulusan AHRS, bersiap menghadapi persaingan Grand Prix 2026 bersama Honda Team Asia.

Jakarta – Menjelang bergulirnya musim Moto Grand Prix (GP) 2026, dua pebalap muda Indonesia lulusan Astra Honda Racing School (AHRS), Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama, bersiap menapaki persaingan balap motor kelas dunia. Keduanya dijadwalkan bertolak ke Barcelona, Spanyol, untuk memulai proses adaptasi bersama Honda Team Asia.

Di Barcelona, Mario dan Veda akan menjalani koordinasi intensif dengan mekanik, tim teknis, serta kru internasional Honda Team Asia sebagai bagian dari persiapan menghadapi musim balap 2026.

Veda Ega Pratama, pebalap asal Gunung Kidul, Yogyakarta, menyambut antusias debut perdananya di kelas GP Moto3. Bagi Veda, musim ini bukan sekadar ajang pembuktian di lintasan, tetapi juga momentum untuk memberi inspirasi bagi generasi muda Indonesia, khususnya para pebalap binaan AHRS.

“Saya siap menghadapi musim balap GP Moto3 dengan dukungan tim terbaik di Honda Team Asia. Saya yakin proses adaptasi bisa saya jalani dengan baik dan mampu bersaing secara kompetitif. Semoga perjuangan saya bisa menginspirasi anak-anak muda Indonesia untuk terus pantang menyerah meraih mimpi hingga level tertinggi,” ujar Veda.

Pada musim 2025, Veda mencatat prestasi gemilang dengan finis sebagai runner-up Red Bull MotoGP Rookies Cup (RBRC). Capaian tersebut mengantarkannya langsung ke kelas GP Moto3, meski usianya belum genap 18 tahun. Di musim 2026, Veda akan berduet dengan pebalap asal Jepang, Zen Mitani, di bawah bendera Honda Team Asia.

Sementara itu, Mario Suryo Aji yang akan menjalani musim ketiganya di kelas GP Moto2 bersama Honda Team Asia, menyatakan tekadnya untuk terus meningkatkan performa di level balap tertinggi. Lulusan AHRS angkatan 2016 ini memanfaatkan masa jeda musim dengan menjaga kebugaran dan performa melalui latihan intensif bersama pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM).

“Musim ini menjadi tahun kelima saya bersaing di ajang Grand Prix. Saya akan terus berusaha meraih hasil terbaik dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia,” kata Mario.

Pebalap asal Magetan, Jawa Timur, tersebut telah dibina AHM sejak usia 12 tahun. Karier internasionalnya dimulai pada 2017 melalui Thailand Talent Cup, berlanjut ke Asia Talent Cup, Asia Road Racing Championship (ARRC), hingga FIM CEV Moto3 Junior World Championship yang kini dikenal sebagai FIM JuniorGP. Pada musim lalu, Mario mencatatkan salah satu hasil terbaiknya dengan finis di posisi kesembilan pada seri Grand Prix Amerika Serikat.

Pembinaan Berjenjang AHRS

Mario dan Veda sama-sama mengawali perjalanan balap profesional mereka dari Astra Honda Racing School. Berdiri sejak 2010, AHRS telah meluluskan lebih dari 150 pebalap muda Indonesia.

Program pembinaan AHRS tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan di lintasan, tetapi juga membekali para siswa dengan pengetahuan dasar balap dan profesionalisme, sebagai fondasi penting untuk bersaing di kompetisi nasional hingga internasional.**

Editor : Aristono Edi Kiswantoro