PONTIANAK POST – Aktivitas lalu lintas pada bulan Ramadan cenderung meningkat, terutama menjelang waktu sahur dan berbuka puasa. Kondisi itu, menurut Instruktur Safety Riding Astra Motor Kalimantan Barat, Febri Andrian berpotensi memicu kenaikan risiko kecelakaan jika tidak diimbangi kesiapan fisik dan kedisiplinan pengendara.
Febri Andrian pun mengingatkan masyarakat agar lebih waspada selama menjalankan ibadah puasa. Imbauan itu disampaikan dalam rangkaian kampanye keselamatan berkendara #cari_aman yang digelar perusahaan tersebut.
Menurut Febri, penurunan kondisi fisik saat berpuasa menjadi faktor utama yang perlu diantisipasi. Tubuh yang lemas, mengantuk, atau kehilangan konsentrasi dapat memengaruhi kemampuan mengambil keputusan di jalan.
“Puasa membuat energi dan fokus menurun. Jika merasa tidak fit, sebaiknya tunda perjalanan atau beristirahat terlebih dahulu. Jangan memaksakan diri karena risiko kecelakaan bisa meningkat,” ujarnya.
Dia juga menyoroti fenomena kepadatan lalu lintas menjelang berbuka puasa. Pada jam-jam tersebut, sebagian pengendara cenderung terburu-buru agar segera tiba di tujuan. Perilaku itu, kata dia, sering memicu manuver berbahaya, seperti melaju melebihi batas kecepatan atau memotong jalur tanpa memperhitungkan jarak aman.
Karena itu, Febri menyarankan masyarakat mengatur waktu perjalanan dengan lebih longgar. Berangkat lebih awal dinilai dapat mengurangi tekanan psikologis di jalan. Selain itu, penggunaan perlengkapan berkendara lengkap seperti menggunakan helm berstandar, jaket, sarung tangan, dan sepatu serta pemeriksaan kondisi kendaraan sebelum berangkat menjadi langkah dasar yang tidak boleh diabaikan.
Febri juga mengingatkan pengendara untuk menjaga jarak aman dan meningkatkan kewaspadaan terhadap pengguna jalan lain yang mungkin dalam kondisi tergesa-gesa. Membawa air minum dan kurma untuk kebutuhan berbuka darurat, menurutnya, dapat membantu menjaga stamina bila masih berada di perjalanan saat azan magrib berkumandang.
“Keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama selama Ramadan. Sikap sabar dan defensif dinilai lebih relevan diterapkan di tengah dinamika lalu lintas yang padat pada bulan tersebut,” tegas Febri, seraya mengatakan melalui kampanye #cari_aman, Astra Motor Kalimantan Barat berharap kesadaran kolektif masyarakat terhadap keselamatan berkendara dapat meningkat, sehingga ibadah puasa dapat dijalankan dengan aman tanpa mengabaikan aspek keselamatan di jalan raya. (ash)
Editor : Hanif