PONTIANAK POST – Performa impresif Pedro Acosta di awal musim MotoGP 2026 tak lepas dari perubahan besar dalam pendekatan balapnya, selain peningkatan performa motor dari KTM.
Direktur motorsport KTM, Pit Beirer, mengungkapkan bahwa pembalap muda asal Spanyol itu kini tampil jauh lebih matang dibanding musim sebelumnya.
“Pedro telah berkembang luar biasa. Dia sekarang memahami bahwa kami tidak selalu memiliki motor terbaik,” ujar Beirer kepada Speedweek.
Acosta mengawali musim ini dengan hasil menjanjikan, termasuk kemenangan Sprint dan dua podium grand prix.
Konsistensi tersebut mengantarkannya ke posisi tiga klasemen sementara.
Menurut Beirer, perubahan terbesar terletak pada pola pikir Acosta yang kini lebih realistis dalam menghadapi balapan.
“Dia menyadari bahwa untuk finis di tiga besar kejuaraan dunia, Anda harus konsisten memaksimalkan hasil di setiap balapan,” jelasnya.
Baca Juga: Luca Marini Disingkirkan Honda, Namanya Tak Masuk Daftar Prioritas Tim di MotoGP 2027
Berbeda dengan musim lalu, Acosta kerap memaksakan diri demi kemenangan hingga berujung kesalahan.
Pendekatan menang atau tidak sama sekali justru membuatnya kehilangan banyak poin penting.
“Tahun lalu dia sangat negatif. Baginya saat itu hanya ada pilihan menang atau tidak sama sekali, tidak ada jalan tengah,” kata Beirer.
Evaluasi pascamusim menjadi titik balik bagi Acosta.
Dari analisis tim, pembalap tersebut sebenarnya berpotensi finis lebih tinggi jika mampu mengamankan posisi realistis seperti empat, lima, atau enam tanpa mengambil risiko berlebihan.
“Jika dia memaksimalkan hasil di balapan sulit, dia bisa saja finis tiga besar musim lalu,” tambahnya.
Kini, Acosta mengusung pendekatan baru dengan prinsip mengambil poin sebanyak mungkin di setiap kesempatan.
Strategi ini terbukti efektif dalam menjaga konsistensinya di papan atas.
Baca Juga: Pebalap Honda MotoGP Nikmati Budaya Bali, Dari Tari Kecak hingga Kopdar Bikers
“Dia belajar bahwa harus tetap mengambil poin, karena tanpa itu semua performa jadi sia-sia,” tegas Beirer.
Sejauh ini, hanya Acosta dan Jorge Martin yang selalu meraih poin di setiap balapan musim 2026.
Ia kini terpaut 21 poin dari pimpinan klasemen yang ditempati rekan setim Martin di Aprilia, Marco Bezzecchi.
Acosta diprediksi akan menjadi salah satu penantang serius dalam perebutan gelar musim ini, terutama saat memasuki seri kandangnya di Jerez.(*)
Editor : Budi Miank