PONTIANAK POST - Jagat MotoGP kembali diguncang spekulasi besar terkait kepindahan bintang muda KTM, Pedro Acosta, ke pabrikan Ducati pada musim 2027 mendatang.
Mantan manajer tim papan atas, Livio Suppo, menilai duet maut antara Acosta dan Marc Marquez di tim Borgo Panigale akan menciptakan efek "peremajaan" bagi Marquez, serupa dengan dinamika legendaris antara Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo di Yamaha dahulu.
Acosta santer dikabarkan telah sepakat untuk meninggalkan KTM demi kursi pabrikan Ducati dengan kontrak awal berdurasi dua musim (2027-2028), menggantikan posisi Francesco Bagnaia.
Baca Juga: Resmi! Honda Bajak Permata Moto2 David Alonso, Siap Jadi Rekan Duet Fabio Quartararo di MotoGP 2027
Di sisi lain, Marc Marquez yang kini berusia 33 tahun diprediksi akan memperpanjang masa baktinya di Ducati, meski ia masih meminta kontrak jangka pendek 1+1 tahun karena faktor pemulihan cedera bahu dan adaptasi regulasi baru.
Meskipun banyak pihak khawatir akan terjadi gesekan internal, Suppo justru melihat kehadiran "Hiu Mazarron" sebagai katalis positif bagi karier sang pemenang gelar juara dunia delapan kali tersebut.
Kecepatan dan agresivitas pembalap muda dinilai mampu memicu kembali insting bertarung Marquez yang mungkin sempat meredup akibat faktor usia dan cedera panjang.
Analogi yang dibawa Suppo merujuk pada momen saat Yamaha mendatangkan Jorge Lorenzo untuk mendampingi Valentino Rossi pada 2008.
Saat itu, Rossi sempat meradang hingga meminta dipasang pembatas dinding di dalam garasi, namun kehadiran Lorenzo justru terbukti memperpanjang masa kejayaan The Doctor.
"Ini mirip saat Yamaha menempatkan Lorenzo di samping Valentino. Memiliki pembalap muda yang super cepat di sebelah Anda akan meremajakan Anda, karena itu memicu semangat petarung yang mungkin sedikit hilang seiring bertambahnya usia," ujar Suppo kepada GPOne.
Menurut Suppo, pembalap sekaliber Marquez tidak seharusnya merasa terancam.
Sebaliknya, kompetisi internal dengan talenta paling menjanjikan di grid saat ini justru akan menjadi motivasi tambahan untuk membuktikan siapa penguasa lintasan yang sebenarnya.
Hingga saat ini, Ducati belum memberikan pengumuman resmi terkait transfer Acosta.
Hal ini dikabarkan karena negosiasi kontrak Marquez yang masih alot serta belum adanya kesepakatan kolektif antara lima pabrikan dengan MotoGP terkait regulasi teknis 2027 yang akan mulai diberlakukan.
Jika kesepakatan ini terwujud, maka biaya yang harus dikeluarkan Ducati untuk mengamankan dua megabintang ini tentu tidak sedikit.
Meski demikian, banyak pengamat meragukan apakah hubungan keduanya akan harmonis.
Jorge Lorenzo sendiri sempat mempertanyakan apakah duet Marquez-Acosta akan menjadi "tim impian" atau justru menjadi bom waktu bagi Ducati di masa depan.[]
Editor : Budi Miank