PONTIANAK POST - Pembalap anyar Tech3 KTM, Maverick Vinales, akhirnya membeberkan penyebab mengejutkan di balik cedera bahu misterius yang memaksanya mundur dari gelaran MotoGP Amerika 2026 di Austin.
Vinales meyakini bahwa insiden kecelakaan saat tes pramusim di Sepang, Malaysia, pada Februari lalu menjadi pemicu bergesernya skrup medis yang tertanam di bahu kirinya.
Skrup tersebut awalnya dipasang untuk memulihkan cedera akibat kecelakaan hebat di Sachsenring, Jerman, pada Juli tahun lalu.
Meski awalnya merasa sudah sembuh total pasca-insiden di Sepang, Vinales baru menyadari ada yang tidak beres setelah performanya merosot tajam pada seri pembuka musim ini, termasuk saat gagal meraih poin di GP Brasil.
Pembalap berjuluk Top Gun ini telah menjalani operasi pengangkatan skrup tersebut beberapa hari lalu.
Kini, Vinales berpacu dengan waktu untuk memulihkan kondisi fisiknya agar bisa kembali memacu motor KTM RC16 miliknya pada seri MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez yang dijadwalkan berlangsung 24-26 April mendatang.
Vinales menjelaskan bahwa tim medis mencurigai benturan keras di tikungan terakhir Sirkuit Sepang menyebabkan skrup di bahunya bergerak sedikit demi sedikit.
Baca Juga: Resmi! Honda Bajak Permata Moto2 David Alonso, Siap Jadi Rekan Duet Fabio Quartararo di MotoGP 2027
Awalnya, ia tidak merasakan rasa sakit yang berarti selama musim dingin maupun saat tes pramusim berlangsung.
"Para dokter mengatakan mungkin saat kecelakaan di tikungan terakhir Malaysia, skrupnya bergeser sedikit, lalu sedikit demi sedikit mulai keluar," ungkap Vinales di COTA.
Kondisi ini mulai terasa mengganggu setelah seri kedua di Brasil.
Vinales merasa ada yang tidak normal karena level kecepatannya jauh di bawah standar biasanya.
Hasil pemindaian CT Scan pada hari Kamis sebelum seri COTA dimulai mengonfirmasi adanya 'skrup yang bergeser' (displaced screw) yang membahayakan keseluruhannya jika ia kembali mengalami kecelakaan.
Keputusan untuk mundur dari MotoGP Amerika dilakukan Vinales setelah menjalani sesi latihan bebas pertama.
Ia mengaku layout sirkuit Austin yang teknis dan berat memperjelas rasa sakit yang ia derita dibandingkan sirkuit-sirkuit sebelumnya.
"Sangat sulit untuk dimengerti," tambah pembalap asal Spanyol tersebut kepada Crash.
"Saya berbicara banyak dengan Dr. Charte, dan dia berkata Anda bisa membuat kekacauan besar (big mess) jika jatuh lagi dengan kondisi bahu seperti ini tanpa melepas skrupnya terlebih dahulu."
Meski Vinales absen, tim Tech3 KTM tetap mencatatkan hasil positif melalui rekan setimnya, Enea Bastianini.
Pembalap Italia tersebut berhasil mengamankan posisi tiga besar di Sprint Race COTA, memberikan angin segar bagi tim satelit KTM tersebut di tengah masa pemulihan Vinales.[]
Editor : Budi Miank