PONTIANAK POST - Bintang World Superbikes (WSBK), Nicolo Bulega, dilaporkan mulai mencari jalan keluar dari ekosistem Ducati demi mengamankan satu tempat permanen di grid MotoGP 2027.
Langkah berani ini diambil setelah pintu tim pabrikan Borgo Panigale tertutup rapat menyusul keputusan Ducati menduetkan Marc Marquez dan Pedro Acosta.
Peluang Bulega untuk naik kelas melalui jalur internal Ducati, baik lewat VR46 maupun Gresini, kian menipis.
Kondisi ini membuat manajer Bulega mulai melirik Aprilia Trackhouse sebagai pelabuhan baru.
Aprilia dianggap memiliki motor yang kompetitif, ditambah keberadaan Davide Brivio di Trackhouse yang dikenal gemar mengorbitkan pembalap muda.
"Nicolo memiliki alternatif lain, yang utama adalah Aprilia Trackhouse," ungkap Zamagni dalam kanal YouTube resminya.
"Ini akan menjadi lingkungan yang sangat menguntungkan karena Bulega adalah tipe pembalap yang disukai Davide Brivio; mengembangkan dan berani bertaruh pada talenta muda."
Namun, jalan Bulega menuju tim satelit asal Amerika Serikat itu dipastikan tidak akan mudah.
Ia harus bersaing ketat dengan Enea Bastianini yang juga dikabarkan tengah mencari jalan keluar dari KTM untuk kembali ke motor Italia.
Di sisi lain, tim Gresini secara terang-terangan menolak opsi merekrut Bulega karena enggan memasangkan dua rookie sekaligus, mengingat mereka hampir pasti mengamankan tanda tangan Daniel Holgado dari Moto2.
Bulega sendiri memang sudah mencicipi panasnya persaingan kelas utama saat menggantikan Marc Marquez yang cedera pada akhir musim 2025 lalu.
Dengan kontrak di tim Aruba.it Ducati yang akan kedaluwarsa pada akhir 2026, pembalap yang dijuluki The Next Legend di WSBK ini bersikeras bahwa tahun depan adalah momentum yang tepat untuk beralih ke motor prototipe.
"Tidak ada gunanya bertahan di WSBK jika dia sudah terbukti terlalu bagus untuk kategori tersebut," komentar pakar yang menyoroti dominasi Bulega. (*)
Editor : Budi Miank