Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Dua Pembalap Muda Indonesia Guncang Dunia: Veda Melejit, Kiandara Raih Juara di Jerez

Hanif • Senin, 27 April 2026 | 08:24 WIB
Pembalap muda asal Indonesia yang memperkuat Honda Team Asia Veda Ega Pratama beraksi pada kualifikasi Moto3 Grand Prix Brasil di Sirkuit Goiania, Sabtu (21/3/2026). (Honda RACING/JAWA POS)
Pembalap muda asal Indonesia yang memperkuat Honda Team Asia Veda Ega Pratama beraksi pada kualifikasi Moto3 Grand Prix Brasil di Sirkuit Goiania, Sabtu (21/3/2026). (Honda RACING/JAWA POS)

PONTIANAK POST - Mulai lomba pada posisi ke-17, Veda Ega Pratama melesat hingga finis keenam di Moto3 Jerez. Di sirkuit yang sama, Kiandra Ramadhipa mencuri perhatian dunia lewat kemenangan dramatis di Rookies Cup.

Dari barisan belakang, Veda Ega Pratama melesat tanpa ragu. Start dari posisi ke-17, pembalap muda Indonesia itu menembus ketatnya persaingan dan mengunci finis keenam pada Moto3 Spanyol 2026 di Sirkuit Jerez, Minggu (26/4).

Hasil tersebut bukan sekadar angka. Di lintasan yang dikenal teknis dan menuntut presisi tinggi, Veda mencatat waktu 33 menit 29,064 detik—sebuah comeback impresif yang langsung mencuri perhatian paddock.

Sejak lampu start padam, agresivitas Veda sudah terlihat. Ia segera merangsek naik ke posisi ke-14 pada lap pertama. Momentum itu terus terjaga. Memasuki putaran kedua, ia melompat ke 10 besar setelah menyalip beberapa rival sekaligus, bahkan sempat membayangi Hakim Danish dalam perebutan posisi depan.

Baca Juga: Enzo Bawa Chelsea ke Final Piala FA , McFarlane Hidupkan Asa The Blues

Balapan sempat diwarnai insiden awal saat Matteo Bertelle terjatuh. Situasi itu dimanfaatkan Veda untuk menjaga ritme dan tetap berada di zona poin. Meski sempat terdorong ke posisi ke-11 akibat tekanan dari Mateo Morelli, ia dengan cepat bangkit dan kembali ke 10 besar.

Konsistensi menjadi kunci. Dengan manuver agresif namun terukur, Veda perlahan menembus grup depan. Memasuki pertengahan lomba, ia sudah berada di posisi kedelapan, membuka peluang bertarung di papan atas.

Di sisi lain, persaingan barisan depan berlangsung sengit. Maximo Quiles tampil dominan sejak awal, terus memimpin di tengah tekanan dari David Munoz dan Adrian Fernandez.

Memasuki tujuh lap terakhir, Veda kembali menunjukkan kelasnya. Ia naik ke posisi ketujuh, lalu terlibat duel ketat dengan Alvaro Carpe dalam perebutan lima besar. Setiap tikungan menjadi ajang adu nyali.

Namun hingga garis finis, Veda berhasil mengamankan posisi keenam—hasil yang terasa spesial mengingat ia memulai balapan dari baris belakang.

Baca Juga: 175 Ribu Bibit Pohon di Kawasan Gunung Palung National Park dari Pasien dalam Mendukung Pemulihan Hutan

Di depan, Quiles akhirnya keluar sebagai pemenang setelah mampu menjaga ritme hingga akhir lomba. Adrian Fernandez finis kedua, sementara David Munoz melengkapi podium di posisi ketiga.

Bagi Veda, hasil di Jerez menjadi penegasan perkembangan positif di musim debutnya. Ia tak hanya menunjukkan kecepatan, tetapi juga mental bertarung di level dunia. Finis keenam dari posisi ke-17 menjadi bukti bahwa pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta itu bukan sekadar pelengkap grid.

Jika konsistensi ini terjaga, podium bukan lagi sekadar harapan—melainkan target yang semakin realistis.

Kiandra Sensasional

Momentum manis juga datang dari pembalap muda Indonesia lainnya, Muhammad Kiandra Ramadhipa, yang mencatat kemenangan sensasional di ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026 seri Spanyol di sirkuit yang sama.

Pembalap 16 tahun asal Sleman itu tampil luar biasa. Start dari posisi ke-17, Kiandra melakukan comeback dramatis hingga merebut kemenangan pertamanya di ajang tersebut.

Baca Juga: Sulap Pasar Lama Jadi Ruang Kreatif, Pasar Cempaka dan Pasar Kapuas Indah Mau Ditata Ulang dengan Konsep Baru

Kemenangan ini terasa emosional. “Ini kemenangan pertama saya. Terima kasih untuk keluarga, untuk ayah saya, dan masyarakat Indonesia,” ujarnya usai balapan.

Perjalanan Kiandra menuju podium tertinggi tidak mudah. Ia harus menyalip satu per satu rivalnya dengan strategi matang, sambil menjaga kondisi ban tetap optimal. Momentum datang saat memasuki lap ketujuh. Ia menembus tiga besar, lalu mengambil alih pimpinan balapan pada lap kedelapan.

Meski sempat melorot ke posisi keenam di lap ke-11, mentalnya tetap terjaga.

Pada lap-lap akhir, Kiandra kembali menyerang. Ia menciptakan manuver penentu di tikungan terakhir untuk merebut posisi pertama—sebuah aksi berani yang memastikan kemenangannya.

Ia finis dengan catatan waktu 25 menit 48,363 detik, mengungguli Ethan Sparks di posisi kedua dan Alejandra Fernandez di posisi ketiga.

Baca Juga: Drama Penembakan di Acara Trump: Pelaku Ternyata Tamu Hotel 

Kemenangan ini menjadi lonjakan besar dibandingkan hasil sebelumnya, sekaligus mempertegas potensi Kiandra sebagai talenta masa depan balap motor Indonesia. Dukungan dari Veda Ega Pratama dan Mario Aji yang lebih dulu berkiprah di level dunia turut menambah motivasi.

Dalam usia yang masih sangat muda, Kiandra sudah menunjukkan kapasitas bersaing dengan pembalap terbaik dunia.

Prestasinya di Rookies Cup 2025 dan European Talent Cup menjadi fondasi kuat menuju level yang lebih tinggi. Jika Veda kini mulai menancapkan eksistensi di Moto3, kemenangan Kiandra di Jerez menjadi sinyal kuat lahirnya generasi baru balap motor Indonesia yang siap bersaing di panggung dunia. (jpc)

Editor : Hanif
#Moto3 Jerez #indonesia #pembalap muda #balap motor